Proyek Smelter Freeport di Gresik Bisa Tumbuhkan Ekonomi, Syaratnya Berpihak pada Rakyat

Selasa, 16 Agustus 2022 - 19:02 WIB
loading...
Proyek Smelter Freeport...
Ketua Bidang Perindustrian dan Perdagangan DPP Perindo Pusat, Redi Nusantara. Foto/Ist
A A A
JAKARTA - PT Freeport Indonesia (PTFI) membangun smelter plant di Gresik diyakini menjadi suatu tindakan investasi yang sangat bermanfaat dan dibutuhkan bagi tumbuhnya bidang perindustrian dan perdagangan nasional.

"Sehingga dipastikan dapat menumbuhkan efek perekonomian secara domino dan dahsyat," kata Ketua Bidang Perindustrian dan Perdagangan DPP Perindo Pusat, Redi Nusantara, Selasa (16/8/2022).

Baca Juga: Menteri Bahlil Pastikan Hilirisasi di Freeport Berjalan Baik

Terlebih lagi, smelter Freeport ini dibangun di masa setelah pandemi, masa krisis ekonomi global akibat perang Rusia dan Ukraina yang belum berhenti dan naiknya inflasi seluruh dunia.

Pembangunan smelter plant Freeport di Gresik ini tentu menjadi sangat dibutuhkan untuk para pabrikan lokal yang sudah ada di dalam negeri, yang telah lulus dan lolos standar internasional yang dibutuhkan. "Demikian dengan efek domino terhadap para pekerja yang bekerja selama ini," ujarnya.

Namun Redi berpendapat, keputusan pembelian dan ketentuan material produk untuk proyek tersebut juga seharusnya diserahkan ke perusahaan dalam negeri. Sebab pembelian dan ketentuan material produk untuk proyek smelter Freeport sepenuhnya di tangan kontraktor Chiyoda Japan.

“Sama sekali tidak punya keberpihakan terhadap pertumbuhan ekonomi maupun efek domino proyek Smelter Freeport Gresik ini," ujarnya.

Menurut Redi, pihak Chiyoda Japan lebih memilih belanja produk dan menentukan pilihan pada barang impor yang harusnya dapat diperoleh dari pabrikan lokal Indonesia.

Baca Juga: Telan Dana USD1,5 Miliar, Progres Smelter Freeport Capai 34,9%

Salah satu contohnya adalah pabrikan lokal Rack Kabel (Cable Tray) di mana di Indonesia sudah sejak 1980-an memiliki beberapa produsen lokal yang sudah lulus dan lolos standar internasional bahkan sudah mendukung banyak proyek internasional di Indonesia, namun pada kenyataannya dikalahkan dengan keputusan Chiyoda Japan untuk membeli produk sejenis dari luar negeri.

"Hal ini sangatlah disayangkan sekali mengingat bahwa pemilik 51% saham Freeport adalah Indonesia. Bahkan Indonesia merdeka 77 tahun ini, ternyata masih tidak merdeka di mega proyek smelter Freeport. Masih dikalahkan oleh kontraktor Chiyoda Japan yang mendapatkan kontrak dari Freeport Indonesia," ujarnya.

(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Hasil Seleksi Pelatihan...
Hasil Seleksi Pelatihan Vokasi Batch 2 Diumumkan 18 Juni 2026, Begini Cara Aksesnya
Dorong Penguatan Pendidikan...
Dorong Penguatan Pendidikan Vokasi Ganda, Endress+Hauser Gelar Education Forum 2026
Kenaikan Kurs Dolar...
Kenaikan Kurs Dolar dan Harga Energi Hantam Industri Galangan Kapal Nasional
Koelnmesse dan AMARA...
Koelnmesse dan AMARA Expo Jalin Kemitraan, Dorong Pertumbuhan Pameran Dagang di Indonesia
PTFI Perkuat Fondasi...
PTFI Perkuat Fondasi Ekonomi Papua Tengah, Dorong Pertumbuhan Berkelanjutan lewat Investasi Jangka Panjang
Hindari Blokade AS,...
Hindari Blokade AS, Iran Alihkan Perdagangan ke Jalur Kereta Api China
Koridor Dagang Ankara...
Koridor Dagang Ankara dan Riyadh Buat Israel Ketar-ketir, Ini 3 Pemicunya
Terima Audiensi DPRD...
Terima Audiensi DPRD Malaka, BNPP Bahas Peluang Pengembangan Kawasan Perdagangan Bebas
Prabowo Kunjungi Jepang...
Prabowo Kunjungi Jepang untuk Perkuat Kerja Sama Perdagangan hingga Pendidikan
Rekomendasi
Slopaganda: Propaganda...
Slopaganda: Propaganda Massal di Era AI
KPK Buka Peluang Periksa...
KPK Buka Peluang Periksa Pihak BPK, Dalami Peran Eks Staf Ahli Bobby Adhityo Rizaldi
Kolombia Susah Payah...
Kolombia Susah Payah Tumbangkan Uzbekistan
Berita Terkini
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Turun Rp30.000 per Gram, Cek Daftar Lengkapnya
Penunjukan Luke Thomas...
Penunjukan Luke Thomas Dinilai Mencerminkan Meritokrasi di DSI
Bukan Rp16.250, Harga...
Bukan Rp16.250, Harga Asli Pertamax Seharusnya Rp20.200 per Liter
Terbitkan Panda Bond,...
Terbitkan Panda Bond, Menkeu Purbaya Kantongi Dukungan China
Indonesia Raih Komitmen...
Indonesia Raih Komitmen Pendanaan AIIB USD17 Miliar, Bukti Kepercayaan pada Fiskal RI
Maskapai China Spring...
Maskapai China Spring Airlines Resmi Mengudara di Indonesia, Buka Rute Seminggu 3 Kali
Infografis
Skuad Timnas Spanyol...
Skuad Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Real Madrid
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved