Konsumen Harus Kenali Perbedaan Jenis Rokok Elektrik
Rabu, 17 Agustus 2022 - 22:57 WIB
loading...
Rokok elektrik memiliki perbedaan dari jenis sistemnya. Foto/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - Ragam jenis rokok elektrik yang ada di pasaran ternyata belum sepenuhnya dikenal oleh masyarakat umum. Sebagai produk alternatif, vape memiliki berbagai bentuk, ukuran, rasa hingga jenis sistem yang membedakan.
Baca juga: Potensi Pasar Besar, Regulasi Masih Jadi Tantangan Industri Tembakau Alternatif
“Apa sih yang membuat produk rokok elektrik tengah digemari di seluruh dunia? Yang paling menonjol adalah device atau alat rokok elektrik yang disajikan dengan open system dan closed system,” ungkap Ketua KONVO, Hokkop Situngkir, dikutip Rabu (17/8/2022).
Hokkop menjelaskan perbedaan terbesar dari kedua sistem ini yakni masalah isi ulang. Open system didisain untuk bisa diisi ulang oleh penggunanya. Dalam device jenis ini, terdapat tangki kosong untuk diisi e-liquid. Sedangkan dalam device closed system tidak ada yang bisa diisi ulang alias setelah kosong atau habis, langsung dibuang.
Open system dalam semua aspek, cukup murah serta fleksibel diuubah sesuai keperluan penggunanya. Semua bisa diganti dari daya tahannya, bahan material coilnya, aliran hembusan asap dari devicenya hingga kekuatan baterai, yang tentunya bisa terbantu karena bisa dicharge ulang (untuk hal ini sama dengan closed system).
Dijelaskan oleh Hokkop bagi konsumen yang mengharapkan kebebasan, fleksibilitas dengan harga terjangkau, memilih device yang open system jadi opsi yang bagus. Device ini juga memberi keuntungan besar buat penggunanya karena menawarkan varian rasa yang sangat variatif dan bisa diubah-ubah. Varian e-liquid yang jumlahnya ratusan itu juga sekaligus menjamin konsumennya untuk mendapat rasa yang benar-benar cocok untuk dirinya. Yang tak kalah penting, harga relatif lebih murah dari yang didapat di device closed system.
Kendati demikian, pengisian likuid secara manual oleh konsumen ini tentunya memiliki risiko juga, “Selain kandungan yang terdapat dari produk liquid yang belum tentu sesuai standar, jika konsumen mencampur satu atau dua bahkan beberapa rasa sekaligus pun memiliki risiko yakni kadar yang terkandung belum tentu aman dan rasanya bisa juga tak karuan,” tambah Hokkop.
Baca juga: Potensi Pasar Besar, Regulasi Masih Jadi Tantangan Industri Tembakau Alternatif
“Apa sih yang membuat produk rokok elektrik tengah digemari di seluruh dunia? Yang paling menonjol adalah device atau alat rokok elektrik yang disajikan dengan open system dan closed system,” ungkap Ketua KONVO, Hokkop Situngkir, dikutip Rabu (17/8/2022).
Hokkop menjelaskan perbedaan terbesar dari kedua sistem ini yakni masalah isi ulang. Open system didisain untuk bisa diisi ulang oleh penggunanya. Dalam device jenis ini, terdapat tangki kosong untuk diisi e-liquid. Sedangkan dalam device closed system tidak ada yang bisa diisi ulang alias setelah kosong atau habis, langsung dibuang.
Open system dalam semua aspek, cukup murah serta fleksibel diuubah sesuai keperluan penggunanya. Semua bisa diganti dari daya tahannya, bahan material coilnya, aliran hembusan asap dari devicenya hingga kekuatan baterai, yang tentunya bisa terbantu karena bisa dicharge ulang (untuk hal ini sama dengan closed system).
Dijelaskan oleh Hokkop bagi konsumen yang mengharapkan kebebasan, fleksibilitas dengan harga terjangkau, memilih device yang open system jadi opsi yang bagus. Device ini juga memberi keuntungan besar buat penggunanya karena menawarkan varian rasa yang sangat variatif dan bisa diubah-ubah. Varian e-liquid yang jumlahnya ratusan itu juga sekaligus menjamin konsumennya untuk mendapat rasa yang benar-benar cocok untuk dirinya. Yang tak kalah penting, harga relatif lebih murah dari yang didapat di device closed system.
Kendati demikian, pengisian likuid secara manual oleh konsumen ini tentunya memiliki risiko juga, “Selain kandungan yang terdapat dari produk liquid yang belum tentu sesuai standar, jika konsumen mencampur satu atau dua bahkan beberapa rasa sekaligus pun memiliki risiko yakni kadar yang terkandung belum tentu aman dan rasanya bisa juga tak karuan,” tambah Hokkop.
Lihat Juga :