Komitmen Hasnur Group Menjalankan Bisnis Berkelanjutan
Jum'at, 19 Agustus 2022 - 18:12 WIB
loading...
A
A
A
Komitmen Indonesia tersebut diperkuat melalui dokumen Nationally Determined Contribution (NDC) Republik Indonesia yang pertama pada bulan November 2016 dengan ditetapkannya target unconditional sebesar 29% dan target conditional sampai dengan 41% dibandingkan skenario business as usual (BAU) di tahun 2030.
Secara nasional, target penurunan emisi pada tahun 2030 berdasarkan NDC adalah sebesar 834 juta ton CO2e pada target unconditional (CM1) dan sebesar 1,081 juta ton CO2e pada target conditional (CM2).
Sebagaimana diketahui bahwa Hasnur Group telah mengembangkan Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro (PLTM) melalui PT Bayang Nyalo Hidro (BMH) yang berkapasitas 2x3 MW di Kabupaten Pesisir Selatan, Provinsi Sumatera Barat. Kerja sama ini mendapatkan dukungan dari berbagai pihak termasuk BUMN Waskita Karya dalam pelaksanaan proyek Bayang Nyalo.
Tak cukup sampai di sana, Hasnur Group, sebagai pemegang Hak Penguasaan Hutan (HPH), juga sudah mulai merubah orientasi bisnis dengan melakukan pengembangan konservasi hutan guna menyerap emisi karbon di Kalimantan Tengah dan Sulawesi Barat.
“Meskipun saat ini, bisnis Hasnur Group masih menjalankan bisnis pertambangan, namun visi Hasnur Group sudah mengarah kepada upaya mengatasi isu perubahan iklim” demikian yang disampaikan oleh Andreas Budhi Prihanto Deputy Corp Director Busdev Hasnur Group.
Menurut Andreas yang juga merupakan salah satu Direktur di entitas Hasnur Group, selain menjalankan bisnis baru terbarukan, pengembangan “bisnis lama” yang lebih sustainable sudah menjadi konsern perusahaan, salah satunya rencana pengembangan gasifikasi batubara menjadi ammonia.
“Seluruh proses pengembangan dan komitmen bisnis tersebut tentu membutuhkan tata kelola perusahaan yang mengedepankan prinsip keterbukaan," tambahnya.
Secara nasional, target penurunan emisi pada tahun 2030 berdasarkan NDC adalah sebesar 834 juta ton CO2e pada target unconditional (CM1) dan sebesar 1,081 juta ton CO2e pada target conditional (CM2).
Sebagaimana diketahui bahwa Hasnur Group telah mengembangkan Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro (PLTM) melalui PT Bayang Nyalo Hidro (BMH) yang berkapasitas 2x3 MW di Kabupaten Pesisir Selatan, Provinsi Sumatera Barat. Kerja sama ini mendapatkan dukungan dari berbagai pihak termasuk BUMN Waskita Karya dalam pelaksanaan proyek Bayang Nyalo.
Tak cukup sampai di sana, Hasnur Group, sebagai pemegang Hak Penguasaan Hutan (HPH), juga sudah mulai merubah orientasi bisnis dengan melakukan pengembangan konservasi hutan guna menyerap emisi karbon di Kalimantan Tengah dan Sulawesi Barat.
“Meskipun saat ini, bisnis Hasnur Group masih menjalankan bisnis pertambangan, namun visi Hasnur Group sudah mengarah kepada upaya mengatasi isu perubahan iklim” demikian yang disampaikan oleh Andreas Budhi Prihanto Deputy Corp Director Busdev Hasnur Group.
Menurut Andreas yang juga merupakan salah satu Direktur di entitas Hasnur Group, selain menjalankan bisnis baru terbarukan, pengembangan “bisnis lama” yang lebih sustainable sudah menjadi konsern perusahaan, salah satunya rencana pengembangan gasifikasi batubara menjadi ammonia.
“Seluruh proses pengembangan dan komitmen bisnis tersebut tentu membutuhkan tata kelola perusahaan yang mengedepankan prinsip keterbukaan," tambahnya.
Lihat Juga :