Harga Minyak Turun Setelah Amerika Serikat Tingkatkan Pasokan

Senin, 27 April 2020 - 11:27 WIB
loading...
Harga Minyak Turun Setelah...
Harga minyak kembali turun setelah Amerika Serikat meningkatkan pasokan. Foto/Istimewa
A A A
SYDNEY - Harga minyak dunia kembali anjlok pada perdagangan Senin (27/4/2020), imbas dari negara-negara produsen minyak besar dunia yang berlomba-lomba meningkatkan pasokan. Hal ini mengkhawatirkan pasar karena upaya mengurangi produksi demi mendongkrak harga menjadi tidak relevan.

Amerika Serikat menjadi negara terdepan yang meningkatkan pasokan minyak mentahnya, menjadi 518,6 juta barel pada pekan hingga 17 April. Jumlah ini mendekati rekor tahun 2017 yang mencapai 535 juta barel.

Meningkatnya pasokan membuat harga minyak mentah acuan Amerika Serikat, West Texas Intermediate anjlok USD1,22 atau 7,2% menjadi USD15,72 per barel pada pukul 01:22 GMT. Harga minyak Brent International turun 33 sen atau 1,5% ke level USD21,11 per barel.

Penurunan harga ini memperpanjang kerugian harga si emas hitam selama tiga minggu berturut-turut. "Persediaan minyak yang terus meningkat sementara permintaan lemah telah membebani harga minyak," tulis ANZ Bank seperti dilansir Reuters, Senin (27/4/2020).

Pasar minyak memperkirakan permintaan minyak akan terus melemah selama berbulan-bulan akibat gangguan ekonomi yang disebabkan oleh pandemi Covid-19 asal China.

Sementara itu, produsen minyak seperti ExxonMobil, British Petroleum, Royal Dutch Shell diprediksi tidak akan memotong produksi secara cepat untuk mendukung harga. Karena permintaan minyak masih melemah dan ini lebih buruk daripada krisis keuangan 2008.

Investor pun berharap pada pertemuan OPEC dan sekutunya pada awal Mei 2020. Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak dan sekutunya, terutama Rusia, akan mengadakan pertemuan pada awal Mei, dengan agenda memangkas produksi sebesar 9,7 juta barel per hari pada bulan Mei dan Juni, demi memulihkan harga.
(bon)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Arab Saudi Diprediksi...
Arab Saudi Diprediksi Pangkas Harga Minyak ke Asia hingga USD8 per Barel
Harga Minyak Mentah...
Harga Minyak Mentah Meroket dalam Hitungan Jam usai AS Serang Iran Lagi
Krisis Selat Hormuz,...
Krisis Selat Hormuz, Harga Minyak Dunia Bisa Tembus USD100 per Barel Bertahun-tahun
India Kembali Naikkan...
India Kembali Naikkan Harga BBM, Sudah 4 Kali dalam Dua Pekan
Harga Minyak Dunia Longsor...
Harga Minyak Dunia Longsor di Bawah USD100, Selat Hormuz Bakal Segera Dibuka?
Daftar Negara dengan...
Daftar Negara dengan Konsumsi Minyak Terbesar Dunia, di Mana Posisi Indonesia?
Hari Lingkungan Hidup,...
Hari Lingkungan Hidup, Masyarakat Tangerang Pelajari Kelola Minyak Jelantah
Rusia Ancam Armenia:...
Rusia Ancam Armenia: Tak Lagi Dipasok Minyak Murah Jika Nekat Gabung Uni Eropa!
Didukung AS dan Kaya...
Didukung AS dan Kaya Minyak, Wilayah Alberta Tuntut Merdeka dari Kanada
Rekomendasi
Roy Suryo Sentil Rismon...
Roy Suryo Sentil Rismon Sianipar yang Ungkit Lagi Kasus Panci: Perkara Sudah Inkrah
AS Curigai Zionis, Pentagon...
AS Curigai Zionis, Pentagon Naikkan Tingkat Ancaman Spionase Israel Jadi Kritis
Ikuti Audisi Miss Indonesia...
Ikuti Audisi Miss Indonesia 2026, Athaema Eswari Jumhur Sudah Persiapkan Sejak 2024
Berita Terkini
WYCE Targetkan Penjualan...
WYCE Targetkan Penjualan 100.000 Boks pada Tahun Pertama
10 Negara Produsen Pertanian...
10 Negara Produsen Pertanian Terbesar di Dunia, Indonesia Urutan Berapa?
DPR Solid Tolak Aturan...
DPR Solid Tolak Aturan Kemasan Polos Produk Tembakau dari Kemenkes
Bos Raksasa Minyak Rusia:...
Bos Raksasa Minyak Rusia: AS Untung Besar di Balik Penutupan Selat Hormuz
Respons Purbaya soal...
Respons Purbaya soal Tren Sell Indonesia: Kita Tak Sedang Menuju Seperti 1998 Lagi
MNC Sekuritas & KSPM...
MNC Sekuritas & KSPM GI Universitas Pelita Bangsa Gelar Seminar Pasar Modal
Infografis
Rp603 Triliun Milik...
Rp603 Triliun Milik Amerika Serikat Habis Terbakar di Langit Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved