BULOG Produksi Beras Fortivit untuk Atasi Stunting Indonesia
Selasa, 23 Agustus 2022 - 20:01 WIB
loading...
A
A
A
Jadi menurut Febby, beras ini sangat pas diberikan bagi siapa saja yang menginginkan gizi yang cukup.
“Beras ini tidak hanya cocok untuk mencegah stunting, ibu menyusui dan ibu hamil, tetapi juga bagi siapa pun yang menginginkan gizi lebih, bisa mengonsumsinya, “ ucapnya.
Ia menceritakan, ada sejumlah daerah, di mana kepala daerahnya memberikan beras fortivit untuk para gurunya. “Karena dengan beras ini para guru akan lebih sehat, sehingga mampu memberi pendidikan bagi anak didiknya dengan lebih maksimal, “katanya.
Sementara itu, terkait distribusi beras fortivit untuk mencegah stunting, Bulog telah bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk BKKBN. Ia mengaku dengan bekerja sama BKKBN maka manfaat dari beras fortivit ini bisa tersampaikan dan tepat sasaran bagi masyarakat yang membutuhkan.
"Kami dari Bulog harus berkontibusi dalam menurunkan angka stunting. Ini untuk masa depan tentunya masyarakat indonesia negara indonesia yang kita cintai ini. Kalau kita sudah bebas merdeka harusnya kita juga sidah merdeka dari isu isu stunting,” tuturnya.
Apalagi, lanjut Febby, Indonesia belum lama ini meraih penghargaan dari International Rice Research Institute (IRRI) sebagai bukti bahwa Bulog dan jajaran kementrian dan lembaga terkait berhasil menciptakan menciptakan ketahanan pangan nasional. Hal ini dibuktikan dengan keberasilan dalam menjaga dengan ketahanan lumbung beras sehingga tiga tahun tanpa impor beras umum.
“Beras ini tidak hanya cocok untuk mencegah stunting, ibu menyusui dan ibu hamil, tetapi juga bagi siapa pun yang menginginkan gizi lebih, bisa mengonsumsinya, “ ucapnya.
Ia menceritakan, ada sejumlah daerah, di mana kepala daerahnya memberikan beras fortivit untuk para gurunya. “Karena dengan beras ini para guru akan lebih sehat, sehingga mampu memberi pendidikan bagi anak didiknya dengan lebih maksimal, “katanya.
Sementara itu, terkait distribusi beras fortivit untuk mencegah stunting, Bulog telah bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk BKKBN. Ia mengaku dengan bekerja sama BKKBN maka manfaat dari beras fortivit ini bisa tersampaikan dan tepat sasaran bagi masyarakat yang membutuhkan.
"Kami dari Bulog harus berkontibusi dalam menurunkan angka stunting. Ini untuk masa depan tentunya masyarakat indonesia negara indonesia yang kita cintai ini. Kalau kita sudah bebas merdeka harusnya kita juga sidah merdeka dari isu isu stunting,” tuturnya.
Apalagi, lanjut Febby, Indonesia belum lama ini meraih penghargaan dari International Rice Research Institute (IRRI) sebagai bukti bahwa Bulog dan jajaran kementrian dan lembaga terkait berhasil menciptakan menciptakan ketahanan pangan nasional. Hal ini dibuktikan dengan keberasilan dalam menjaga dengan ketahanan lumbung beras sehingga tiga tahun tanpa impor beras umum.
Lihat Juga :