Realisasi Belanja Negara di Sulsel Hingga Juli 2022 Tembus Rp26 Triliun

Rabu, 24 Agustus 2022 - 09:08 WIB
loading...
Realisasi Belanja Negara...
Realisasi Belanja Negara di Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) sampai dengan bulan Juli 2022 sudah mencapai 52,57 persen. Foto/Ilustrasi
A A A
MAKASSAR - Agregat realisasi Belanja Negara di Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) sampai dengan bulan Juli 2022 sudah mencapai 52,57 persen atau sebesar Rp26 Triliun dari pagu Rp49,04 Triliun.

Hal itu diungkapkan Kepala Bidang Pembinaan Pelaksanaan Anggaran II, Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Sulsel, Wahyu Harmono dalam paparan Kinerjan APBN Sulsel yang berlangsung secara virtual, Selasa (23/8/2022).

Wahyu menguraikan, jika dilihat lebih dalam, Belanja Pemerintah Pusat terealisasi Rp9,66 Triliun dari pagu Rp19,89 Triliun.

Baca Juga: Hadapi Tantangan Global, Desain RAPBN 2023 Harus Realistis dan Mitigatif

"Utamanya dimanfaatkan untuk pembayaran gaji dan tunjangan, pendanaan atas kegiatan operasional Satker Kementerian dan Lembaga (K/L), program kegiatan Satker K/L untuk pengadaan peralatan/mesin, jalan, jaringan, irigasi, serta pembayaran bantuan sosial," sebutnya.

Lanjut Wahyu, sesuai Peraturan Pemerintah Republik Indonesia (PP) Nomor 16 Tahun 2022, Gaji ke-13 telah dibayarkan dengan pertimbangan berupaya mempertahankan tingkat daya beli masyarakat. "Diantaranya melalui pembelanjaan aparatur negara sehingga berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional," jelasnya.

Adapaun realisasi Anggaran Belanja Bantuan Sosial sampai dengan Juli 2022 sebesar Rp29,37 Miliar. Utamanya dipengaruhi realisasi belanja bansos untuk perlindungan sosial dalam bentuk uang untuk mahasiswa penerima Bidik Misi dan KIP Kuliah pada Satker lingkup Kementerian Agama.

Dari sisi APBD, Realisasi Belanja APBD Sulsel sampai dengan 31 Mei 2022 sebesar Rp8,61 Triliun didominasi oleh komponen Belanja Pegawai sebesar Rp5,03 Triliun disusul kemudian Belanja Barang dan Jasa sebesar Rp1,66 Triliun.

"Hal ini menunjukan bahwa kegiatan kegiatan masih di dominasi kegiatan operasional," kata Wahyu.

Sedangkan komposisi penyaluran Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD) didominasi oleh penyaluran Dana Alokasi Umum (DAU) sebesar 75 persen yang digunakan untuk horizontal mismatch (pemerataan wilayah), dan Penyaluran DAK Fisik baru mencapai Rp119,24 Miliar.

Adapun penyaluran anggaran untuk Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PC-PEN) pada Cluster Kesehatan, klaim Covid-19 disalurkan sebesar Rp529,7 Miliar kepada 68 rumah sakit yang ada di Sulsel dengan jumlah pasien Covid-19 yang ditangani sebanyak 7.868 pasien.

"Sebesar Rp49,33 Miliar untuk insentif Nakes diberikan kepada 8.898 Nakes pada 73 Faskes. Realisasi belanja penanganan Covid-19 yang dialokasikan dalam DIPA Satker K/L di Provinsi Sulawesi Selatan telah mencapai Rp46,52 Miliar atau 33,49% dari pagu Rp138,88 Miliar," urai Wahyu.

Baca Juga: Wow, Belanja Negara Capai Rp3.041,7 Triliun di 2023, Ini Rinciannya!

Untuk Cluster Perlindungan Sosial, PKH disalurkan kepada 722.399 KPM (akumulasi) sebanyak Rp577,88 Miliar, Sembako disalurkan sebanyak Rp620,14 Miliar kepada 1.847.707 KPM (akumulasi. Untuk BLT Minyak Goreng disalurkan kepada 1.871.319 KPM (akumulasi) sebesar Ro187,13 Miliar.

Adapun realisasi program prioritas sebesar Rp455 Miliar atau 52,99 persen dari pagu Rp860 Miliar dan menyerap 17.320 orang tenaga kerja.

Program ini dilaksanakan untuk pemanfaatan Kegiatan Pamsimas, Sanimas (TPS3R, PISEW, KOTAKU), revitalisasi drainase, pemeliharaan jalan/jembatan, operasi/pemeliharaan irigasi/rawa, food estate, operasi/pemeliharaan air tanah/air baku, dan Rumah Swadaya.

(agn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Defisit APBN Mei 2026...
Defisit APBN Mei 2026 Tembus Rp180,4 Triliun, Purbaya: Sangat Aman
Defisit APBN April 2026...
Defisit APBN April 2026 Sentuh Rp164,4 T, Belanja Negara Meroket jadi Rp1.082,8 Triliun
Defisit APBN Rp240,1...
Defisit APBN Rp240,1 Triliun Dinilai Sebagai Alarm Kebijakan, Haruskah Panik?
Kantongi Penerimaan...
Kantongi Penerimaan Pajak Rp394,8 T di Kuartal I 2026, Purbaya: Strategi Kita Mulai Berhasil
Mitigasi Risiko Fiskal,...
Mitigasi Risiko Fiskal, Ekonom Ungkap Peran Krusial Belanja Lain-Lain dalam APBN Sebagai Bantalan
Defisit APBN Februari...
Defisit APBN Februari 2026 Sentuh Rp135,7 Triliun, Begini Penjelasan Purbaya
Birokrasi dan Paradoks...
Birokrasi dan Paradoks Belanja Negara
Fokus Belanja Negara
Fokus Belanja Negara
Banggar DPR Setujui...
Banggar DPR Setujui Postur Terbaru RAPBN 2026, Belanja Negara Naik Rp56,2 Triliun
Rekomendasi
Saat Prancis Hujan Rekor...
Saat Prancis Hujan Rekor di Laga Kedua Grup I Piala Dunia 2026
Siapa Bagher Ghalibaf?...
Siapa Bagher Ghalibaf? Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Menundukkan AS
China Tuduh Militer...
China Tuduh Militer Jepang Mengganggu Latihan Tempur Kapal Induk Liaoning
Berita Terkini
Pegadaian Gelar Khitanan...
Pegadaian Gelar Khitanan Massal 2026, Langkah Riil Peduli Sesama Berbasis ESG
IHSG Siang Anjlok 1,29%...
IHSG Siang Anjlok 1,29% ke 6.037, Sektor Keuangan dan Energi Jadi Pemberat
Komut Pertamina Mochamad...
Komut Pertamina Mochamad Iriawan: Investasi Terbaik Bangsa pada Manusia
Uang Beredar di Mei...
Uang Beredar di Mei 2026 Capai Rp10.415,9 Triliun, BI: Tumbuh 10,8 Persen
Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan...
Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan Baju Bekas Ilegal Senilai Rp37,4 Miliar
Bangun SDM Unggul, Pertamina...
Bangun SDM Unggul, Pertamina Gandeng Kemnaker Perkuat Kompetensi dan Budaya K3
Infografis
Rp603 Triliun Milik...
Rp603 Triliun Milik Amerika Serikat Habis Terbakar di Langit Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved