Dunia Hadapi Risiko Stagflasi hingga Krisis Utang, Sri Mulyani: Kombinasi Berbahaya dan Rumit
Kamis, 25 Agustus 2022 - 19:21 WIB
loading...
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. FOTO/ANTARA
A
A
A
JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyoroti kondisi perekonomian global yang semakin pelik. Perekonomian dunia saat ini makin gelap dan dihantui krisis utang hingga risiko terjadinya stagflasi.
"Pandemi Covid-19 belum sepenuhnya usai dan masih ada negara yang belum pulih, ditambah lagi dengan perang Rusia-Ukraina, inflasi melambung tinggi karena supply chain disruption," ujar Sri dalam rapat kerja dengan Komite IV DPD RI di Jakarta, Kamis (25/8/2022).
Baca Juga: Ekonomi RI Tumbuh 3,69% di 2021, Sri Mulyani: Bukan Kinerja Buruk
Sri mengatakan bahwa negara-negara maju sudah mengambil respon pengetatan moneter, seperti Amerika Serikat (AS) yang menaikkan suku bunga acuannya. Namun, hal ini berimbas pada pelemahan Rupiah dan guncangan di pasar keuangan.
"Banyak negara yang tidak kuat (menghadapi situasi) dan bahkan bisa bangkrut. Belum lagi banyak diantaranya yang memiliki rasio utang di atas 60%, bahkan menyentuh 100%, kondisinya makin sulit dan bisa saja default," ungkap Sri.
"Pandemi Covid-19 belum sepenuhnya usai dan masih ada negara yang belum pulih, ditambah lagi dengan perang Rusia-Ukraina, inflasi melambung tinggi karena supply chain disruption," ujar Sri dalam rapat kerja dengan Komite IV DPD RI di Jakarta, Kamis (25/8/2022).
Baca Juga: Ekonomi RI Tumbuh 3,69% di 2021, Sri Mulyani: Bukan Kinerja Buruk
Sri mengatakan bahwa negara-negara maju sudah mengambil respon pengetatan moneter, seperti Amerika Serikat (AS) yang menaikkan suku bunga acuannya. Namun, hal ini berimbas pada pelemahan Rupiah dan guncangan di pasar keuangan.
"Banyak negara yang tidak kuat (menghadapi situasi) dan bahkan bisa bangkrut. Belum lagi banyak diantaranya yang memiliki rasio utang di atas 60%, bahkan menyentuh 100%, kondisinya makin sulit dan bisa saja default," ungkap Sri.
Lihat Juga :