Ekonomi RI Tumbuh 3,69% di 2021, Sri Mulyani: Bukan Kinerja Buruk
Selasa, 23 Agustus 2022 - 13:49 WIB
loading...
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. FOTO/Istimewa
A
A
A
JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan tingkat pertumbuhan ekonomi tahun 2021 yang berhasil mencapai sebesar 3,69% bukan kinerja buruk. Hal itu di tengah tingginya ketidakpastian global akibat belum selesainya pandemi Covid-19.
"Pertumbuhan ekonomi 3,69% bukanlah kinerja yang buruk di tengah tingginya ketidakpastian akibat penyebaran kasus Covid-19 yang masih berfluktuasi selama tahun 2021 serta adanya kebijakan PPKM darurat untuk meredam lonjakan kasus Covid-19 penyebaran varian Delta di triwulan III 2021," ujar dia dalam Rapat Paripurna DPR RI ke-2 Masa Persidangan I Tahun Sidang 2022 - 2023, di Jakarta, Selasa (23/8/2022).
Baca Juga: Respons Pandangan F-PPP, Sri Mulyani Beberkan Manfaat Dana Desa
Menurut dia PDB Indonesia tahun 2021 telah berhasil melampaui level periode pra-pandemi. Hal tersebut perlu dicatat, mengingat masih banyak negara yang perekonomiannya belum mampu kembali ke kapasitas sebelum pandemi, seperti misalnya, Thailand, Filipina, Malaysia, Meksiko, Jerman, Perancis, Italia dan masih banyak negara lainnya. Dengan pertumbuhan ekonomi tersebut, tingkat PDB per kapita Indonesia berhasil naik 8,6% dari Rp57,3 juta di 2020 menjadi Rp62,2 juta di 2021.
Tak berhenti di situ, tren pemulihan ekonomi di tahun 2021 juga diikuti dengan perbaikan seluruh indikator kesejahteraan masyarakat. Perbaikan ekonomi dan program perlindungan sosial berhasil menurunkan kembali angka kemiskinan ke level single digit 9,71% per September 2021, di mana sebelumnya, per September 2020 mencapai 10,19%.
Di sisi lain, aktivitas ekonomi juga berhasil menyerap sekitar 2,6 juta angkatan kerja pada Agustus 2020-Agustus 2021 sehingga tingkat pengangguran terbuka turun dari 7,07% per Agustus 2020 menjadi 6,49% per Agustus 2021. Peran krusial APBN dalam menjaga kualitas sumber daya manusia juga ditunjukkan dengan meningkatnya Indeks Pembangunan Manusia dari 71,94 tahun 2020 menjadi 72,29 pada tahun 2021.
"Capaian inflasi tahun 2021 sebesar 1,87%, karena masih lemahnya daya beli dan tingkat permintaan masyarakat sebagai dampak dari pandemi Covid-19," jelasnya.
"Pertumbuhan ekonomi 3,69% bukanlah kinerja yang buruk di tengah tingginya ketidakpastian akibat penyebaran kasus Covid-19 yang masih berfluktuasi selama tahun 2021 serta adanya kebijakan PPKM darurat untuk meredam lonjakan kasus Covid-19 penyebaran varian Delta di triwulan III 2021," ujar dia dalam Rapat Paripurna DPR RI ke-2 Masa Persidangan I Tahun Sidang 2022 - 2023, di Jakarta, Selasa (23/8/2022).
Baca Juga: Respons Pandangan F-PPP, Sri Mulyani Beberkan Manfaat Dana Desa
Menurut dia PDB Indonesia tahun 2021 telah berhasil melampaui level periode pra-pandemi. Hal tersebut perlu dicatat, mengingat masih banyak negara yang perekonomiannya belum mampu kembali ke kapasitas sebelum pandemi, seperti misalnya, Thailand, Filipina, Malaysia, Meksiko, Jerman, Perancis, Italia dan masih banyak negara lainnya. Dengan pertumbuhan ekonomi tersebut, tingkat PDB per kapita Indonesia berhasil naik 8,6% dari Rp57,3 juta di 2020 menjadi Rp62,2 juta di 2021.
Tak berhenti di situ, tren pemulihan ekonomi di tahun 2021 juga diikuti dengan perbaikan seluruh indikator kesejahteraan masyarakat. Perbaikan ekonomi dan program perlindungan sosial berhasil menurunkan kembali angka kemiskinan ke level single digit 9,71% per September 2021, di mana sebelumnya, per September 2020 mencapai 10,19%.
Di sisi lain, aktivitas ekonomi juga berhasil menyerap sekitar 2,6 juta angkatan kerja pada Agustus 2020-Agustus 2021 sehingga tingkat pengangguran terbuka turun dari 7,07% per Agustus 2020 menjadi 6,49% per Agustus 2021. Peran krusial APBN dalam menjaga kualitas sumber daya manusia juga ditunjukkan dengan meningkatnya Indeks Pembangunan Manusia dari 71,94 tahun 2020 menjadi 72,29 pada tahun 2021.
"Capaian inflasi tahun 2021 sebesar 1,87%, karena masih lemahnya daya beli dan tingkat permintaan masyarakat sebagai dampak dari pandemi Covid-19," jelasnya.
Lihat Juga :