Jadikan Kamar Tempat Ternyaman untuk Anak

Rabu, 01 Juli 2020 - 12:55 WIB
loading...
Jadikan Kamar Tempat...
Foto/dok
A A A
DALAM mendesain rumah, jangan lewatkan untuk turut memberi konsep pada kamar anak. Sebab, anak yang semakin tumbuh besar memiliki kemauan sendiri atas ruangan pribadi mereka.

Ditambah, dalam kondisi belajar di rumah saat pandemi seperti sekarang, kamar bukan hanya nyaman untuk beristirahat, melainkan juga untuk belajar.

Arsitek Ferdian Khalif mengatakan, orang tua harus menyadari bahwa kamar anak sekarang one stop activity; bisa untuk belajar, entertainment zone, dan tempat istirahat.

Untuk anak usia SMP dan SMA tidak terlalu berbeda, minimal harus ada meja belajar yang ergonomis untuk efektivitas belajar. "Untuk anak yang masih duduk di bangku SD agak sedikit berbeda karena aktivitasnya memang harus lebih banyak di luar biar lebih eksplor, jangan hanya di kamar," ujarnya.

Biasanya luas kamar anak adalah 3,5 x 3,5 meter, sehingga idealnya tidak terlalu banyak furnitur di dalamnya. Penting juga ditekankan untuk pencahayaan dan ventilasi alami agar kamar anak nyaman dan tidak pengap. Minimal harus ada jendela yang langsung menghadap ke luar bangunan agar ada udara masuk.

Furnitur di kamar anak paling utama adalah meja belajar, lemari pakaian, dan rak buku. Yang jelas, sekarang kamar anak bisa didesain lebih estetis. (Baca: Tepat Dalam Memilih Warna Mampu Hidupkan Ruangan)

"Taruh beberapa tanaman indoor seperti monstera. Kalau anak SD mungkin dapat ditambah papan tulis kapur atau spidol," ungkap arsitek dari PT Tiga Adi Rekabangun itu.

Ferdian menambahkan, tempat nyaman untuk belajar anak usia sekolah lebih baik di meja belajar daripada di tempat tidur. Meskipun memang lebih nyaman di kasur, tentu ini tidak baik bagi mata dan postur tubuh anak.

Tentukan juga furnitur untuk belajar. Sediakan meja luas agar nyaman, sekitar 120 x 60 meter. Penempatan meja belajar ini harus mendapat pencahayaan banyak agar mata anak tidak mudah lelah.

"Kursi sebaiknya jangan kayu, usahakan yang ada senderan dan dudukan yang empuk. Kondisi nyaman akan memengaruhi mood anak agar bersemangat dalam belajar," tutur Ferdian. (Baca juga: Rupiah Dibuka Loyo Ketika Mata Uang di Asia Perkasa)

Furnitur kini dapat lebih fleksibel karena jenis dan konsepnya sudah banyak dan bermacam-macam. Jika ruangan tidak terlalu besar, meja belajar dapat gunakan sebagai meja kasur, lebih hemat tempat dan dapat disimpan jika tidak digunakan atau sebagai meja penyimpanan barang lain.

Tempat tidur untuk anak terkadang dipilihkan tanpa ranjang. Hal ini dapat membuat suhu lebih dingin, juga kesan ruangan bisa keliatan lebih luas jika tidak menggunakan dipan.

"Selain itu mudah dibersihkan, bahkan dapat bebas berkreasi dengan interior. Kekurangannya tidak bisa menyimpan sesuatu di bawahnya. Karena itu, harus rajin membersihkan lantai, terutama bagian bawah kasur yang biasanya menggunakan karpet," tuturnya.

Jangan lupakan juga sentuhan warna untuk kamar anak. Ferdian menyarankan white & wood karena lebih kalem. Interior dengan konsep warna ini membuat nyaman, hangat, santai, dan lebih kalem.

"Tidak terlalu banyak warna. Jadi mata pun tidak terlalu letih. Sediakan juga tanaman indoor minimal satu saja sebagai eye rester atau tempat istirahat mata. Karena warna hijau cenderung mengistirahatkan mata setelah melihat gadget yang lama," ungkapnya.

Dari sisi psikologis, warna memang dapat memengaruhi seseorang. Salah satu warna yang cocok untuk ruang belajar adalah kuning. Dari sisi psikologis warna, kuning menjadi warna yang mempertajam ingatan dan membuat lebih percaya diri. Selain kuning, juga ada hijau dan oranye.

"Kalau mau warna-warna itu, jangan dibuat full, bikin aksen saja. Misalnya, warna hanya di sisi tembok headbed. Selain lebih hemat cat, aksen warna ini bisa menjadi variasi dalam cat kamar. Kalaupun bosan dengan warna cat, bisa ganti di sisi cat aksen saja," ucapnya. (Lihat videonya: Terkena PHK Akibat Pandemi Corona, Fajar Coba Bangkit Jajakan Kopi Barista Keliling)

Kini penggunaan wallpaper banyak diminati karena motifnya yang unik. Perlu diingat, jangan sampai warna bertabrakan dengan furnitur atau konsep yang sudah ada. Jangan juga memilih motif yang terlalu ramai. Sesuaikan dengan karakter anak. Jika anak masih SD menuju SMP, gunakan warna cerah dan cenderung motif bentuk dan ruang sebagai sarana edukasi. Kamar biasanya berwarna biru karena lebih tenang. Biru juga cocok untuk tema warna yang bisa mendorong anak lebih mood belajar. (Ananda Nararya)

Tips Menata Kamar Anak:

1. Pilih ranjang, jika ingin tanpa palet kayu bisa gunakan karpet dan jangan langsung ke lantai, atau gunakan dipan kayu yang pendek.

2. Sesuaikan penggunaan wallpaper dengan warna furnitur di kamar.

3. Jika ingin ada lampu kamar yang efektif, jangan ada lampu yang berada di atas kepala. Jika ingin lebih estetis, gunakan lampu TL atau lampu LED panjang di drop ceiling.
(ysw)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Maritza Consulting Bidik...
Maritza Consulting Bidik Pertumbuhan Penjualan Properti Lewat Strategi Berbasis Data
One Global Capital Gelar...
One Global Capital Gelar Roadshow, Hadir di Kota Utama Indonesia dan Asia
BRI KPR Solusi Promo...
BRI KPR Solusi Promo hingga Tenor 20 Tahun dan Bunga Mulai 2,50%, Makin Mudah Punya Properti Impian
Bisnis Berbasis Pengalaman...
Bisnis Berbasis Pengalaman Kian Diminati, Pengembang Hadirkan Konsep Baru
Fasilitas Padel Eksklusif...
Fasilitas Padel Eksklusif Xforia Sentul Perkuat Daya Tarik Kawasan Terpadu
Strategi Cerdas Miliki...
Strategi Cerdas Miliki Properti Impian! Harga Kompetitif, Cicilan Fleksibel
Satu Atap Tiga Solusi:...
Satu Atap Tiga Solusi: Intip Keseruan Pameran Megabuild, Keramika dan Megaproperty 2026
Kantor Vaksindo di Bogor...
Kantor Vaksindo di Bogor Bertema Futuristik Antar Karya Desainer Indonesia Raih Penghargaan Internasional
Pameran Properti di...
Pameran Properti di Surabaya Dorong Gairah Pasar Hunian Awal 2026
Rekomendasi
Mahasiswa Bakal Demo...
Mahasiswa Bakal Demo di 3 Titik Jakarta, Rekayasa Lalin Diberlakukan Situasional
Perkuat Kolaborasi dan...
Perkuat Kolaborasi dan Kepemimpinan Kreatif, HIMA PUSAKA MNC University Gelar Studi Banding Bersama Universitas Paramadina
Israel Jadi Negara yang...
Israel Jadi Negara yang Paling Banyak Diboikot di Dunia
Berita Terkini
ESDM Menjawab Isu Pasokan...
ESDM Menjawab Isu Pasokan Batubara Jadi Penyebab Pemadaman Listrik di Pulau Jawa
Bangun Pertanian di...
Bangun Pertanian di Papua, Pemerintah Gelontorkan Rp5 Triliun
Penjelasan PLN soal...
Penjelasan PLN soal Blackout di Beberapa Wilayah Pulau Jawa
Emas Antam Kembali Berkilau,...
Emas Antam Kembali Berkilau, Hari Ini Naik Rp20 Ribu Sentuh Rp2.709.000 per Gram
IHSG Dibuka Perkasa...
IHSG Dibuka Perkasa Sentuh Level 5.960, Ada 380 Saham Berlari di Zona Hijau
Aliran Modal Asing Mulai...
Aliran Modal Asing Mulai Masuk, Rupiah Membaik Tinggalkan Rp18.000 per Dolar AS
Infografis
3 Syarat Iran di Selat...
3 Syarat Iran di Selat Hormuz: Aturan Ketat untuk Kapal yang Melintas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved