Menko Airlangga: Pemerintah Dukung Penerbitan Social Bond Perdana Bank Bukopin dan IFC
Selasa, 30 Agustus 2022 - 19:42 WIB
loading...
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. FOTO/MNC Media
A
A
A
JAKARTA - Pemerintah mendukung penerbitan social bond hasil kerja sama antara Bukopin dan International Finance Corporation (IFC) sebagai salah satu upaya memperkuat perekonomian nasional. Sebagai salah satu jenis obligasi, social bond bisa menjadi alternatif sumber pembiayaan jangka panjang yang memiliki peran penting dalam pembangunan perekonomian nasional.
"Indonesia dapat mengembangkan banyak hal dengan penerbitan social bond," ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam sambutannya secara virtual dalam acara Perjanjian Kerja Sama Pembiayaan Social Bond Bukopin dengan IFC, Selasa (30/08/2022).
Baca Juga: KB Bukopin Jadi Bank Swasta Pertama yang Terbitkan Obligasi Sosial Rp4,4 Triliun
Airlangga mengungkapkan ini merupakan penerbitan social bond perdana yang dilakukan swasta. Indonesia dapat belajar kepada IFC yang telah menerbitkan social bond sejak 2017 di berbagai negara dengan total 194 proyek, baik di perbankan, pemberdayaan perempuan, maupun bisnis inklusif di pasar negara berkembang. Proyek-proyek ini membidik komunitas berpenghasilan rendah dengan keterbatasan akses kepada sektor keuangan.
"Semoga preseden yang baik tersebut dapat juga diimplementasikan di Indonesia terutama untuk upaya perbaikan ekonomi," ujar Airlangga.
"Indonesia dapat mengembangkan banyak hal dengan penerbitan social bond," ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam sambutannya secara virtual dalam acara Perjanjian Kerja Sama Pembiayaan Social Bond Bukopin dengan IFC, Selasa (30/08/2022).
Baca Juga: KB Bukopin Jadi Bank Swasta Pertama yang Terbitkan Obligasi Sosial Rp4,4 Triliun
Airlangga mengungkapkan ini merupakan penerbitan social bond perdana yang dilakukan swasta. Indonesia dapat belajar kepada IFC yang telah menerbitkan social bond sejak 2017 di berbagai negara dengan total 194 proyek, baik di perbankan, pemberdayaan perempuan, maupun bisnis inklusif di pasar negara berkembang. Proyek-proyek ini membidik komunitas berpenghasilan rendah dengan keterbatasan akses kepada sektor keuangan.
"Semoga preseden yang baik tersebut dapat juga diimplementasikan di Indonesia terutama untuk upaya perbaikan ekonomi," ujar Airlangga.
Lihat Juga :