Asumsi Makro APBN 2023 Disetujui, Sri Mulyani: Optimistis, Namun Tetap Waspada
Rabu, 31 Agustus 2022 - 08:59 WIB
loading...
Menteri Keuangan (Menkei) Sri Mulyani Indrawati mengatakan bahwa optimis, namun tetap waspada menjadi semangat yang mewarnai penyusunan desain APBN 2023. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan bahwa optimis, namun tetap waspada menjadi semangat yang mewarnai penyusunan desain APBN 2023 .
"Sebagaimana disampaikan Ketua Badan Anggaran (Banggar) @dpr_ri, Bapak Said Abdullah pada rapat (30/8), APBN 2023 akan dirancang dengan optimisme namun penuh kehati-hatian agar dapat memitigasi berbagai risiko di masa mendatang," ujar Sri Mulyani dalam akun Instagram resminya @smindrawati di Jakarta, Selasa (31/8/2022).
Baca Juga: Sri Mulyani Beberkan Prioritas dalam APBN 2023
Mempertimbangkan capaian terkini ekonomi nasional , perkembangan terkini dan prospek ekonomi global mendatang, asumsi dasar ekonomi makro tahun 2023 ditetapkan sebagai berikut:
Pertumbuhan ekonomi 5,3%
Inflasi 3,3%
Nilai tukar Rp14.750/USD
Tingkat bunga SBN-10 tahun 7,9%
Harga minyak USD90/barrel,
Lifting minyak 660 ribu barrel/hari
Lifting gas 1.050 ribu barrel setara minyak/hari
Tahun 2023 juga merupakan tahun pertama setelah pandemi di mana defisit APBN akan kembali di bawah 3%.
"Dalam RAPBN 2023, defisit APBN diproyeksikan sebesar 2,85% PDB. Konsolidasi fiskal ini menggambarkan komitmen bersama antara pemerintah dan DPR untuk terus menjaga disiplin dan kredibilitas pengelolaan kebijakan fiskal dalam rangka menjaga keberlanjutan dan kesehatan #APBNKita karena peranannya yang amat sangat penting dalam meredam gejolak ekonomi," tegas Sri.
"Sebagaimana disampaikan Ketua Badan Anggaran (Banggar) @dpr_ri, Bapak Said Abdullah pada rapat (30/8), APBN 2023 akan dirancang dengan optimisme namun penuh kehati-hatian agar dapat memitigasi berbagai risiko di masa mendatang," ujar Sri Mulyani dalam akun Instagram resminya @smindrawati di Jakarta, Selasa (31/8/2022).
Baca Juga: Sri Mulyani Beberkan Prioritas dalam APBN 2023
Mempertimbangkan capaian terkini ekonomi nasional , perkembangan terkini dan prospek ekonomi global mendatang, asumsi dasar ekonomi makro tahun 2023 ditetapkan sebagai berikut:
Pertumbuhan ekonomi 5,3%
Inflasi 3,3%
Nilai tukar Rp14.750/USD
Tingkat bunga SBN-10 tahun 7,9%
Harga minyak USD90/barrel,
Lifting minyak 660 ribu barrel/hari
Lifting gas 1.050 ribu barrel setara minyak/hari
Tahun 2023 juga merupakan tahun pertama setelah pandemi di mana defisit APBN akan kembali di bawah 3%.
"Dalam RAPBN 2023, defisit APBN diproyeksikan sebesar 2,85% PDB. Konsolidasi fiskal ini menggambarkan komitmen bersama antara pemerintah dan DPR untuk terus menjaga disiplin dan kredibilitas pengelolaan kebijakan fiskal dalam rangka menjaga keberlanjutan dan kesehatan #APBNKita karena peranannya yang amat sangat penting dalam meredam gejolak ekonomi," tegas Sri.
Lihat Juga :