Singapura: Negeri Sempit tanpa Harta Karun, tapi Sangat Kaya Raya
Kamis, 01 September 2022 - 22:17 WIB
loading...
A
A
A
Meski sempit dan penduduknya sedikit, tanpa harta karun pula, namun Singapura adalah "raja" di kawasan ASEAN. Mengutip data ceicdata.com, pendapatan per kapita Singapura adalah USD72.766 (2021) atau sekitar Rp1,05 miliar. Bandingkan dengan Indonesia yang pendapatan per kapitanya cuma Rp62,2 juta. Pendapatan per kapita adalah pendapatan rata-rata semua penduduk di suatu negara.
Cadangan Devisa Singapura dilaporkan sebesar USD278.8 miliar per Juli 2022. Sementara cadangan devisa Indonesia "cuman" USD132,2 miliar, tak sampai separuh Singapura. Lantas dari mana semua "kekayaan" Singapura itu berasal.
Tak lain dan tak bukan adalah letaknya yang strategis. Berada di lalu lintas perdagangan dunia, Singapura merupakan salah satu negara yang menjadi tempat singgah kapal-kapal perdagangan. Makanya, salah satu pelabuhan di negara itu menjadi yang terpadat di dunia.
Dari sini Singapura kemudian mengembangkan negaranya menjadi "pasar" antara pembeli dan penjual dari berbagai belahan dunia. Singapura juga kemudian mengembangkan ekonominya dengan menjadi eksportir produk-produk yang dibeli dari negara lain.
Untuk bisa menarik sejumlah perusahaan dunia mendirikan kantor di negaranya, Singapura memberikan sejumlah insentif, salah satunya insetif pajak. Singapura termasuk negara suaka pajak dunia karena menawarkan beberapa keringanan pajak, seperti tarif pajak perusahaan dan pajak pribadi golongan teratas yang relatif lebih rendah.
Singapura juga tidak memungut pajak atas keuntungan modal. Makanya negara ini pun dijuluki suaka pajak (tax haven). Singapura juga dijuluki sebagai negara yang ramah dengan kegiatan usaha. Tujuannya menarik sebanyak-banyaknya perusahaan berkantor di Singapura, sehingga tercipta banyak lapangan kerja buat warga negaranya.
Cadangan Devisa Singapura dilaporkan sebesar USD278.8 miliar per Juli 2022. Sementara cadangan devisa Indonesia "cuman" USD132,2 miliar, tak sampai separuh Singapura. Lantas dari mana semua "kekayaan" Singapura itu berasal.
Tak lain dan tak bukan adalah letaknya yang strategis. Berada di lalu lintas perdagangan dunia, Singapura merupakan salah satu negara yang menjadi tempat singgah kapal-kapal perdagangan. Makanya, salah satu pelabuhan di negara itu menjadi yang terpadat di dunia.
Dari sini Singapura kemudian mengembangkan negaranya menjadi "pasar" antara pembeli dan penjual dari berbagai belahan dunia. Singapura juga kemudian mengembangkan ekonominya dengan menjadi eksportir produk-produk yang dibeli dari negara lain.
Untuk bisa menarik sejumlah perusahaan dunia mendirikan kantor di negaranya, Singapura memberikan sejumlah insentif, salah satunya insetif pajak. Singapura termasuk negara suaka pajak dunia karena menawarkan beberapa keringanan pajak, seperti tarif pajak perusahaan dan pajak pribadi golongan teratas yang relatif lebih rendah.
Singapura juga tidak memungut pajak atas keuntungan modal. Makanya negara ini pun dijuluki suaka pajak (tax haven). Singapura juga dijuluki sebagai negara yang ramah dengan kegiatan usaha. Tujuannya menarik sebanyak-banyaknya perusahaan berkantor di Singapura, sehingga tercipta banyak lapangan kerja buat warga negaranya.
Lihat Juga :