MNC Asia Holding Fokus pada Perkembangan Digital
Jum'at, 02 September 2022 - 10:17 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga: MNC Investama Resmi Ganti Nama Jadi MNC Asia Holding, HT: Terima Kasih Super Team!
Bulan lalu, BHIT juga melakukan perubahan nama dari PT MNC Investama Tbk menjadi PT MNC Asia Holding Tbk. Hal ini untuk mencerminkan perkembangan Perseroan yang tidak hanya telah merambah pasar internasional, tapi menitikberatkan komitmennya pada transformasi digital di setiap lini usaha, visi yang jelas, serta teamwork yang kuat.
Ekosistem digital terintegrasi yang dimiliki MNC Asia Holding menjadi katalis pertumbuhan bisnis dan fondasi kokoh bagi Perseroan yang berlabel multinasional, dalam mempercepat pemulihan ekonomi.
Perseroan juga melakukan perampingan pada bisnis non inti, terutama bisnis non digital. Selain itu, Perseroan melakukan perubahan susunan anggota Direksi dan Dewan Komisaris menjadi sebagai berikut:
Dewan Komisaris
- Komisaris Utama (Independen) : Agung Firman Sampurna
- Wakil Komisaris Utama : Darma Putra
- Komisaris : Liliana Tanoesoedibjo
- Komisaris : Valencia Herliani Tanoesoedibjo
- Komisaris Independen : Ricky Herbert Parulian Sitohang
Direksi
- Direktur Utama : Hary Tanoesoedibjo
- Wakil Direktur Utama : Susanty Tjandra Sanusi
- Direktur : Tien
- Direktur : Natalia Purnama
- Direktur : Jiohan Sebastian
- Direktur : Henry Suparman
- Direktur : Yudi Hamka
- Direktur : Santi Paramita
Saham BHIT ditutup pada harga Rp 71 per saham (1 September 2022) dengan market cap Rp 6,1 triliun dan rasio PBV (Price Book Value) sebesar 0,33x. Mengingat Perseroan mempunyai kepemilikan tidak langsung sebesar 85,8% pada MSIN, dimana market cap MSIN tercatat senilai Rp 64,4 triliun, harga saham BHIT masih tergolong undervalue dan memiliki potensi kenaikan yang besar.
Ditambah, setelah penambahan modal Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau rights issue PT MNC Energy Investments Tbk (IATA) yang direncanakan rampung pada September 2022, BHIT akan mempunyai kepemilikan maksimal 56,97% di IATA. Hal ini akan membawa sentimen positif terhadap harga saham Perseroan.
Bulan lalu, BHIT juga melakukan perubahan nama dari PT MNC Investama Tbk menjadi PT MNC Asia Holding Tbk. Hal ini untuk mencerminkan perkembangan Perseroan yang tidak hanya telah merambah pasar internasional, tapi menitikberatkan komitmennya pada transformasi digital di setiap lini usaha, visi yang jelas, serta teamwork yang kuat.
Ekosistem digital terintegrasi yang dimiliki MNC Asia Holding menjadi katalis pertumbuhan bisnis dan fondasi kokoh bagi Perseroan yang berlabel multinasional, dalam mempercepat pemulihan ekonomi.
Perseroan juga melakukan perampingan pada bisnis non inti, terutama bisnis non digital. Selain itu, Perseroan melakukan perubahan susunan anggota Direksi dan Dewan Komisaris menjadi sebagai berikut:
Dewan Komisaris
- Komisaris Utama (Independen) : Agung Firman Sampurna
- Wakil Komisaris Utama : Darma Putra
- Komisaris : Liliana Tanoesoedibjo
- Komisaris : Valencia Herliani Tanoesoedibjo
- Komisaris Independen : Ricky Herbert Parulian Sitohang
Direksi
- Direktur Utama : Hary Tanoesoedibjo
- Wakil Direktur Utama : Susanty Tjandra Sanusi
- Direktur : Tien
- Direktur : Natalia Purnama
- Direktur : Jiohan Sebastian
- Direktur : Henry Suparman
- Direktur : Yudi Hamka
- Direktur : Santi Paramita
Saham BHIT ditutup pada harga Rp 71 per saham (1 September 2022) dengan market cap Rp 6,1 triliun dan rasio PBV (Price Book Value) sebesar 0,33x. Mengingat Perseroan mempunyai kepemilikan tidak langsung sebesar 85,8% pada MSIN, dimana market cap MSIN tercatat senilai Rp 64,4 triliun, harga saham BHIT masih tergolong undervalue dan memiliki potensi kenaikan yang besar.
Ditambah, setelah penambahan modal Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau rights issue PT MNC Energy Investments Tbk (IATA) yang direncanakan rampung pada September 2022, BHIT akan mempunyai kepemilikan maksimal 56,97% di IATA. Hal ini akan membawa sentimen positif terhadap harga saham Perseroan.
Lihat Juga :