Harga BBM Naik, Kuota Pertalite Ditambah Jadi 29 Juta Kiloliter
Senin, 05 September 2022 - 15:29 WIB
loading...
Pemerintah akan menambah kuota BBM subsidi jenis Pertalite tahun ini menjadi 29 juta kiloliter (kl) dari kuota awal 23,05 juta kl. Foto/MPI/Arif Julianto
A
A
A
JAKARTA - Pemerintah memastikan bakal menambah kuota Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi jenis Pertalite pada tahun ini menjadi 29 juta kiloliter (kl) dari kuota awal 23,05 juta kl.
Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Suahasil Nazara menyampaikan, tambahan kuota Pertalite ini juga dipicu oleh semakin meningkatnya aktivitas masyarakat seiring pemulihan ekonomi.
"Tambahan kuota Pertalite ini sudah dimasukkan ke dalam hitung-hitungan subsidi yang bisa ditekan menjadi Rp650 triliun setelah adanya kenaikan harga Pertalite menjadi Rp10.000 per liter sejak Sabtu, 3 September 2022 dari sebelumnya Rp7.650 per liter," paparnya dalam acara 'Energy Corner', Senin (5/9/2022).
Baca juga: Pertalite Naik Jadi Rp10.000, Pengamat: Masih Murah, Harga Aslinya Rp18.000
Jika harga Pertalite dan juga solar tidak dinaikkan, maka subsidi energi diperkirakan bisa mencapai Rp698 triliun hingga akhir tahun.
"Itu sudah kita hitung menggunakan volume baru, jadi kuota Pertalite kita perkirakan dari 23 juta kl, sudah kita naikkan menjadi 29 juta kl," terang dia. "Kita lakukan ini untuk menaikkan gerak aktivitas masyarakat," imbuh Suahasil.
Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Suahasil Nazara menyampaikan, tambahan kuota Pertalite ini juga dipicu oleh semakin meningkatnya aktivitas masyarakat seiring pemulihan ekonomi.
"Tambahan kuota Pertalite ini sudah dimasukkan ke dalam hitung-hitungan subsidi yang bisa ditekan menjadi Rp650 triliun setelah adanya kenaikan harga Pertalite menjadi Rp10.000 per liter sejak Sabtu, 3 September 2022 dari sebelumnya Rp7.650 per liter," paparnya dalam acara 'Energy Corner', Senin (5/9/2022).
Baca juga: Pertalite Naik Jadi Rp10.000, Pengamat: Masih Murah, Harga Aslinya Rp18.000
Jika harga Pertalite dan juga solar tidak dinaikkan, maka subsidi energi diperkirakan bisa mencapai Rp698 triliun hingga akhir tahun.
"Itu sudah kita hitung menggunakan volume baru, jadi kuota Pertalite kita perkirakan dari 23 juta kl, sudah kita naikkan menjadi 29 juta kl," terang dia. "Kita lakukan ini untuk menaikkan gerak aktivitas masyarakat," imbuh Suahasil.
Lihat Juga :