Poktan Saratuih Baniah Tingkatkan Produktivitas Lewat SL IPDMIP
Rabu, 01 Juli 2020 - 22:42 WIB
loading...
A
A
A
Dijelaskan Dedi Nursyamsi, salah satu kegiatan yang bisa diikuti adalah Sekolah Lapang Integrated Participatory Development Management Irrigation Project (IPDMIP). kegiatan ini berupaya meningkatkan kesejahteraan petani dalam pengelolaan irigasi kerjasama dengan ADB dan IFAD.
Sekolah Lapang diharapkan dapat memberikan kontribusi yang positif dalam peningkatan produksi dan produktivitas padi sawah di daerah DI. Khususnya, di Poktan Saratuih Baniah dan poktan lainnya wilayah DI di Kecamatan Sumpur Kudus. Hal ini ditandai juga dengan meningkatnya partisipasi, kebersamaan, perubahan pengetahuan, perubahan keterampilan dan sikap petani dalam mengelola usahanya.
Kegiatan ini juga diharapkan dapat meningkatkan kemampuan kelompok tani dalam mengelola kelembagaan dengan menata sistem irigasi mandiri dan berkelanjutan dalam rangka meningkatkan ketahanan pangan dan pendapatan petani.
Pada SL yang ke III, materi yang disampaikan adalah ‘Pemupukan Berimbang Padi Sawah’ dengan pemateri Yusuf S.PKP, Koordinator BPP Sumpur Kudus, dengan jumlah peserta sebanyak 25 orang. “Metoda pembelajaran SL yaitu perpaduan antara teori dan praktek, petani didorong lebih aktif dan partisipatif, belajar mengamati dan pengalaman lapangan,” kata Yusuf.(YSF)
Sekolah Lapang diharapkan dapat memberikan kontribusi yang positif dalam peningkatan produksi dan produktivitas padi sawah di daerah DI. Khususnya, di Poktan Saratuih Baniah dan poktan lainnya wilayah DI di Kecamatan Sumpur Kudus. Hal ini ditandai juga dengan meningkatnya partisipasi, kebersamaan, perubahan pengetahuan, perubahan keterampilan dan sikap petani dalam mengelola usahanya.
Kegiatan ini juga diharapkan dapat meningkatkan kemampuan kelompok tani dalam mengelola kelembagaan dengan menata sistem irigasi mandiri dan berkelanjutan dalam rangka meningkatkan ketahanan pangan dan pendapatan petani.
Pada SL yang ke III, materi yang disampaikan adalah ‘Pemupukan Berimbang Padi Sawah’ dengan pemateri Yusuf S.PKP, Koordinator BPP Sumpur Kudus, dengan jumlah peserta sebanyak 25 orang. “Metoda pembelajaran SL yaitu perpaduan antara teori dan praktek, petani didorong lebih aktif dan partisipatif, belajar mengamati dan pengalaman lapangan,” kata Yusuf.(YSF)
(akr)
Lihat Juga :