Aturan New Normal Dorong Kenaikan PMI Manufaktur Indonesia
Kamis, 02 Juli 2020 - 08:50 WIB
loading...
Kementerian Perindustrian optimistis kinerja industri manufaktur nasional bisa bangkit kembali setelah beroperasi secara normal. Foto/Dok SINDOphoto/Hasiholan Siahaan
A
A
A
JAKARTA - Industri manufaktur di Tanah Air mulai menunjukkan geliatnya pada Juni 2020. Hal ini tercermin dari Purchasing Managers Index (PMI) Manufaktur Indonesia yang dirilis oleh IHS Markit.
Pada bulan Juni 2020, PMI manufaktur Indonesia menempati level 39,1 atau mengalami kenaikan hingga 10 poin dibanding bulan Mei yang berada di angka 28,6.
"Kami optimistis kinerja industri manufaktur nasional bisa bangkit kembali ketika nanti sudah beroperasi secara normal, sehingga juga dapat memulihkan lebih cepat pertumbuhan ekonomi," ujar Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dalam siaran pers di Jakarta, Kamis (2/7/2020). (Baca : Kawasan Industri Batang Diresmikan, Erick Thohir: Jawa Jadi Pusat Manufaktur )
Menurut Agus, salah satu alasan mulai bergairahnya sektor industri di dalam negeri karena adanya sejumlah kebijakan pemerintah yang probisnis, seperti pemberian insentif fiskal. Selain itu, didukung dengan aturan new normal yang ikut mendorong konsumsi domestik.
"Di era new normal, mengubah perilaku belanja masyarakat yang juga berdampak pada percepatan transformasi digital bisnis, termasuk pada sektor industri kecil menengah (IKM)," tuturnya. (Baca juga : Dukung New Normal dan Sambut HUT Bhayangkara, Pendekar Banten Bagikan Sembako )
Pada bulan Juni 2020, PMI manufaktur Indonesia menempati level 39,1 atau mengalami kenaikan hingga 10 poin dibanding bulan Mei yang berada di angka 28,6.
"Kami optimistis kinerja industri manufaktur nasional bisa bangkit kembali ketika nanti sudah beroperasi secara normal, sehingga juga dapat memulihkan lebih cepat pertumbuhan ekonomi," ujar Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dalam siaran pers di Jakarta, Kamis (2/7/2020). (Baca : Kawasan Industri Batang Diresmikan, Erick Thohir: Jawa Jadi Pusat Manufaktur )
Menurut Agus, salah satu alasan mulai bergairahnya sektor industri di dalam negeri karena adanya sejumlah kebijakan pemerintah yang probisnis, seperti pemberian insentif fiskal. Selain itu, didukung dengan aturan new normal yang ikut mendorong konsumsi domestik.
"Di era new normal, mengubah perilaku belanja masyarakat yang juga berdampak pada percepatan transformasi digital bisnis, termasuk pada sektor industri kecil menengah (IKM)," tuturnya. (Baca juga : Dukung New Normal dan Sambut HUT Bhayangkara, Pendekar Banten Bagikan Sembako )
Lihat Juga :