Erick Thohir Buka-bukaan Soal Kinerja BUMN Jelang Laporan Konsolidasi
Kamis, 08 September 2022 - 15:26 WIB
loading...
A
A
A
Dia juga memaparkan total utang pendanaan konsolidasi BUMN pada 2021 sebesar Rp1.580 triliun atau hanya 36% dari investasi tertanam (modal ekuitas plus utang pendanaan) pada BUMN dengan Rp 4.358 triliun.
"Jadi kondisinya sehat. Kita memang memfokuskan utang pendanaan investasi karena kita ingin memastikan bahwa utang-utang ini punya return atau pengembalian yang baik," katanya.
Baca Juga: 10 BUMN dengan Pendapatan dan Laba Terbesar, Ini Daftarnya
Utang pendanaan terhadap EBITDA tercatat menurun dari rasio 4,26 ke 3,37. Semakin rendah angka rasio utang terhadap EBITDA, maka semakin tinggi kemampuan perusahaan untuk membayar utang.
Sementara realisasi dividen pada tahun anggaran 2022 sudah mencapai Rp 40 triliun atau lebih besar daripada target awal yang sebesar Rp 36,4 triliun. Erick menargetkan setoran dividen BUMN terus meningkat menjadi Rp 43,3 triliun pada 2023.
"Jadi kondisinya sehat. Kita memang memfokuskan utang pendanaan investasi karena kita ingin memastikan bahwa utang-utang ini punya return atau pengembalian yang baik," katanya.
Baca Juga: 10 BUMN dengan Pendapatan dan Laba Terbesar, Ini Daftarnya
Utang pendanaan terhadap EBITDA tercatat menurun dari rasio 4,26 ke 3,37. Semakin rendah angka rasio utang terhadap EBITDA, maka semakin tinggi kemampuan perusahaan untuk membayar utang.
Sementara realisasi dividen pada tahun anggaran 2022 sudah mencapai Rp 40 triliun atau lebih besar daripada target awal yang sebesar Rp 36,4 triliun. Erick menargetkan setoran dividen BUMN terus meningkat menjadi Rp 43,3 triliun pada 2023.
Lihat Juga :