Subsidi BBM Bikin Boncos, Luhut Minta Kendaraan yang Minum Bensin Dibatasi Penjualannya

Jum'at, 09 September 2022 - 21:37 WIB
loading...
Subsidi BBM Bikin Boncos, Luhut Minta Kendaraan yang Minum Bensin Dibatasi Penjualannya
Menteri Koordinator (Menko) Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan. Foto/Instagram @luhut.pandjaitan
A A A
JAKARTA - Menteri Koordinator (Menko) Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan meminta adanya pembatasan penjualan kendaraan berbahan bakar fosil atau bahan bakar minyak (BBM) di Indonesia.

Hal itu dilakukan demi mendorong percepatan adaptasi penggunaan kendaraan listrik atau Electric Vehicle (EV) di Indonesia.

Luhut menyebutkan, kebijakan pembatasan penjualan kendaraan berbahan bakar fosil sudah terlebih dahulu dilakukan oleh sejumlah negara lain.

"Saya meminta tim teknis yang terdiri dari lintas K/L agar menerapkan kebijakan yang setara atau lebih baik dari negara lain yang sudah lebih dahulu menerapkan kebijakan pembatasan penjualan kendaraan berbahan bakar fosil demi mendorong percepatan adaptasi penggunaan EV sehingga kebijakan tersebut bisa cepat kita adopsi disini," ujarnya dalam akun instagram @luhut.pandjaitan, Jumat (9/9/2022).

Baca juga: Hitung Ulang Nilai Subsidi dan Kompensasi BBM

Purnawirawan TNI itu menjelaskan bahwa percepatan penggunaan EV tersebut adalah komitmen bangsa untuk mengurangi subsidi dan juga tentunya menurunkan emisi karbon lewat transisi energi yang ramah lingkungan.

Menurut Luhut, selama ini pembengkakan BBM bersubsidi dikarenakan adanya kenaikan jumlah penggunaan kendaraan bermotor.

"Saya menemukan data yang dihitung oleh Industri Kendaraan Bermotor bahwa secara rata-rata konsumsi BBM untuk satu unit mobil mencapai 1.500 liter/ tahun dan 305 liter/tahun untuk motor," bebernya.

Baca juga: Setelah Harganya Naik, Konsumsi BBM Subsidi Bakal Segera Dibatasi

"Bisa kita semua bayangkan ketika dua jenis kendaraan ini kebanyakan menggunakan BBM bersubsidi, maka sudah pasti yang terjadi adalah membengkaknya subsidi BBM," tukas menteri asal Sumatera Utara.

Atas dasar hal tersebut, Luhut mengatakan pemerintah menyiapkan sejumlah strategi demi meredam kenaikan anggaran subsidi BBM. Salah satunya lewat percepatan adopsi penggunaan kendaraan listrik di Indonesia.



"Untuk itu, pemerintah saat ini sedang merumuskan berbagai kebijakan mengenai pemberian insentif bagi kendaaran EV roda dua dan roda empat. Skema insentif yang akan diberikan masih dihitung bersama agar kita dapat menemukan rumusan yang terbaik demi mendorong pertumbuhan pangsa pasar yang besar bagi percepatan adopsi kendaraan listrik di Tanah Air," paparnya.
(ind)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1560 seconds (10.55#12.26)