Mengungkap Strategi Holding Perkebunan Nusantara Melakukan Transformasi Bisnis
Senin, 12 September 2022 - 17:05 WIB
loading...
A
A
A
Sementara sub holding Supporting Company akan mengurus bisnis yang tidak dikelola PalmCo dan SugarCo guna meningkatkan finansial dari bisnis lain, serta inkubasi bisnis-bisnis baru seperti properti dan green bisnis. Nantinya, kata Abdul Ghani, areal kelapa sawit dan karet di SupportingCo, akan ditransfer secara bertahap ke PalmCo.
“Pengalihan aset bergantung pada realisasi rencana penciptaan nilai. Tata waktu indikatif, berdasarkan profitabilitas," tegasnya.
Baca juga: Prihatin Ketika Tinjau Akademi Militer Vietnam, Jenderal Kopassus Ini Berbalik Dibikin Tercengang
Lebih lanjut Abdul Ghani mengatakan, nantinya manajemen PTPN Group akan mengonsolidasikan seluruh aset, baik berupa lahan, sumber daya manusia (SDM), pabrik, mesin dan kemitraan dengan petani. Langkah konsolidasi ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas portofolio permodalan dan keuangan perseroan.
“Manajemen PTPN Group menargetkan konsolidasi ini selesai pada akhir 2022,” pungkas Abdul Ghani.
“Pengalihan aset bergantung pada realisasi rencana penciptaan nilai. Tata waktu indikatif, berdasarkan profitabilitas," tegasnya.
Baca juga: Prihatin Ketika Tinjau Akademi Militer Vietnam, Jenderal Kopassus Ini Berbalik Dibikin Tercengang
Lebih lanjut Abdul Ghani mengatakan, nantinya manajemen PTPN Group akan mengonsolidasikan seluruh aset, baik berupa lahan, sumber daya manusia (SDM), pabrik, mesin dan kemitraan dengan petani. Langkah konsolidasi ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas portofolio permodalan dan keuangan perseroan.
“Manajemen PTPN Group menargetkan konsolidasi ini selesai pada akhir 2022,” pungkas Abdul Ghani.
(uka)
Lihat Juga :