Menteri Arifin Tasrif Beberkan Pertimbangan RI Belum Borong Minyak Murah Rusia

Jum'at, 16 September 2022 - 15:55 WIB
loading...
Menteri Arifin Tasrif...
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arifin Tasrif angkat bicara soal kemungkinan membeli minyak mentah murah dengan harga murah dari Rusia. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengaku tengah mempertimbangkan untuk membeli minyak mentah dari negara Rusia . Pertimbangan ini diambil karena Moskow menawarkan diskon besar-besaran, dimana harganya jauh lebih murah dibandingkan harga minyak mentah di pasar global.

Baca Juga: Pembelian Minyak Rusia Bisa Rusak Kredibilitas Indonesia

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arifin Tasrif mengatakan, jika seandainya ingin membeli minyak mentah dari negara, untuk pertama dipastikan yakni minyak mentah murah tersebut ada atau tidak di pasaran minyak mentah dunia.

"Sekarang yang mau ngambil minyak murah kan banyak, nah ada enggak di pasar sekarang. Sekarang Rusia ada minyaknya, banyak tidak yang ngambil minyak Rusia, banyak kan!. China ngambil, terus pedagang ngambil enggak, nah pedagang ini yang bikin," kata Menteri Arifin saat ditemui Kementerian ESDM, Jumat (16/9/2022).

Arifin menuturkan, kelangkaan minyak mentah murah dari Rusia diakibatkan karena banyak pembeli yang minat terhadap minyak murah tersebut. "Belum ada yang beli, karena barangnya belum ada. Kalo ada minyak murah darimana saja dibeli dong," tuturnya.

Menteri ESDM melihat, bahwa jika Indonesia membeli minyak mentah dari Rusia akan mendapatkan kritikan dan sanksi dari negara-negara G7 yang beranggotakan Amerika Serikat, Inggris, Italia, Jepang, Jerman, Kanada, dan Prancis. Indonesia sendiri hadir sebagai negara mitra G7.

Hal ini dapat membuat negara G7 menolak produk-produk asal Republik Indonesia, sehingga memperlemah ekonomi nasional, dan mempersulit pencarian pasar baru. "Oh ada, itu yang harus diperhatiin juga, bukan Amerika, tapi G7," katanya.

Baca Juga: Menimbang Untung-Rugi Jika Indonesia Beli Minyak dari Rusia

Sebagaimana diketahui sejumlah negara di Asia beralih ke Rusia untuk mendapatkan minyak mentah dengan harga diskon di tengah harga energi global yang masih tinggi. Hal ini terjadi ketika negara-negara Barat berusaha mengurangi ketergantungan mereka pada energi Rusia.

India diketahui semakin banyak membeli minyak mentah Rusia, dan data pengapalan terbaru menunjukkan China juga makin banyak membeli minyak dari negara pimpinan Vladimir Putin. India dan China kini justru menjadi pembeli terbesar minyak Rusia.

Kedua negara Asia itu membeli lebih dari 50% dari semua kuota ekspor minyak lintas laut Rusia. Pada Maret 2022 saja, jumlah impor minyak gabungan China-India dari Rusia melampaui jumlah impor ke 27 negara anggota Uni Eropa.

Jenis minyak Rusia yang dibeli India dikenal sebagai Ural, yakni minyak mentah campuran yang biasa diekspor ke Eropa. Jumlahnya meningkat tajam sejak awal tahun ini. India mengimpor pula jenis minyak mentah Rusia yang disebut East Siberia Pasific Ocean (ESPO).

(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS-Iran Kembali Saling...
AS-Iran Kembali Saling Balas Serangan, Harga Minyak Langsung Mendidih
Harga Minyak Kembali...
Harga Minyak Kembali ke Level Sebelum Perang, Mengapa Bensin Tak Ikut Turun?
Jalur Hormuz Mulai Stabil,...
Jalur Hormuz Mulai Stabil, Saudi Aramco Kembali Ekspor Minyak setelah Mandek 4 Bulan
Bahlil: Saya Menteri...
Bahlil: Saya Menteri yang Tak Suka Impor, Karena Disitu Pasti Ada Rente!
Harga Minyak Dunia Hancur...
Harga Minyak Dunia Hancur Mendekati Level Normal! Kapan BBM RI Turun?
Harga Bensin di AS Tetap...
Harga Bensin di AS Tetap Mahal meski Minyak Dunia Rontok, Trump Semprot Raksasa Energi
Kekurangan Uang, Ukraina...
Kekurangan Uang, Ukraina Terpaksa Bersekongkol dengan Kartel Narkoba Meksiko
Langka, Putin Akui Rusia...
Langka, Putin Akui Rusia Krisis Bahan Bakar akibat Serangan Ukraina
Putin: Barat Coba Kacaukan...
Putin: Barat Coba Kacaukan Rusia karena Tak Mampu Mengalahkannya di Medan Perang
Rekomendasi
Wamensesneg: Presiden...
Wamensesneg: Presiden Sangat Paham dan Menghargai Kebebasan Akademik di Kampus
Refly Harun Desak PN...
Refly Harun Desak PN Jakarta Timur Bolehkan Siaran Langsung Sidang Dokter Tifa
5 Calon Manajer Kopdes...
5 Calon Manajer Kopdes dan Kampung Nelayan Meninggal, Kemhan Ganti Nama Latsarmil
Berita Terkini
SIG Berdayakan UMKM...
SIG Berdayakan UMKM Berbasis Potensi Lokal di Tuban
Keamanan Aset Kripto...
Keamanan Aset Kripto Bukan Hanya soal Teknologi, tetapi Kesadaran Pengguna
Kawal Kedaulatan Energi...
Kawal Kedaulatan Energi di Jatim, Komut Pertamina Mochamad Iriawan Cek Kesiapan SAF hingga B50
Insentif Kendaraan Listrik...
Insentif Kendaraan Listrik Mundur Jauh, Begini Kata Purbaya
Usulan Rokok Murah Dikhawatirkan...
Usulan Rokok Murah Dikhawatirkan Tekan Penerimaan Negara
Purbaya Isyaratkan Marketplace...
Purbaya Isyaratkan Marketplace Pungut Pajak Pedagang Online Mulai 1 Juli 2026
Infografis
NATO Dinilai Belum Siap...
NATO Dinilai Belum Siap untuk Mengalahkan Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved