Ancaman Konflik di Taiwan Lebih Besar Dampaknya bagi Indonesia

Sabtu, 17 September 2022 - 20:30 WIB
loading...
Ancaman Konflik di Taiwan...
Dampak konflik di Semenanjung Taiwan akan lebih besar buat Indonesia dibanding perang Rusia-Ukraina. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Perang antara Rusia-Ukraina yang menyebabkan tensi geopolitik global tak kunjung mereda masih belum berakhir. Masalahnya, meski perang Rusia-Ukraina berakhir, perekonomian tak lantas menjadi segera pulih.

Baca juga: Ukraina Tembak Jatuh Jet Tempur Su-24 Fencer Rusia

"Aancaman resesi ekonomi belum tentu cepat menurun," ujar ekonom sekaligus Direktur Celios Bhima Yudhistira kepada MNC Portal Indonesia di Jakarta, Sabtu (17/9/2022).

Faktornya, ada risiko gagal bayar utang di negara berkembang yang bisa akibatkan krisis keuangan. Kemudian, masalah pangan akibat gangguan cuaca ekstrem terjadi di berbagai negara.

"Selain itu kita perlu mewaspadai, ketegangan konflik berikutnya ada di Semenanjung Taiwan," tegas Bhima.

Menurut dia, ini jauh lebih berisiko karena Taiwan itu secara geografis ada di Asia, dan penghasil semikonduktor terbesar yang berpengaruh ke industri otomotif dan elektronik Indonesia.

Baca juga: Bolehkah Memakai Lensa Mata Berwarna? Bagaimana Hukumnya?

"Taiwan perlu lebih dicermati sebagai game changer konflik geopolitik," pungkas Bhima.

(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Istana Buka Suara soal...
Istana Buka Suara soal Variabel Kejatuhan Rupiah ke Rp18.000: Singgung Kemandirian Ekonomi
Mengenal Lipstick Effect,...
Mengenal Lipstick Effect, Alasan Mal dan Coffee Shop Tetap Ramai di Tengah Krisis Ekonomi
4 Temuan Penting di...
4 Temuan Penting di Tengah Kejatuhan IHSG Hampir 30% dan Rupiah Mendekati Rp18.000/USD
Rupiah Sentuh Rp17.883...
Rupiah Sentuh Rp17.883 per Dolar AS, Menkeu Purbaya: Belum Hambat Aktivitas Ekonomi
Antisipasi Krisis, Ini...
Antisipasi Krisis, Ini Isi Pertemuan Prabowo dan Tokoh Ekonomi Nasional di Istana
BPS: Jumlah UMKM di...
BPS: Jumlah UMKM di Indonesia Capai 59 Juta Usaha Tahun 2023
Pertumbuhan 5,6%, tetapi...
Pertumbuhan 5,6%, tetapi Mengapa Investor Masih Gelisah?
Rusia Intensifkan Serangan,...
Rusia Intensifkan Serangan, Sekjen NATO Justru Berkunjung ke Ukraina
Taiwan Luncurkan Robot...
Taiwan Luncurkan Robot Anjing Bersenjata untuk Berbagai Misi
Rekomendasi
Tarif Transjabodetabek...
Tarif Transjabodetabek Blok M-Bandara Soetta Disesuaikan, Pramono: Naik Transportasi Lain di Atas Rp100 Ribu
4 Fakta Pembunuhan WNI...
4 Fakta Pembunuhan WNI di Hokkaido, Tersangka Sudah Berniat Habisi Korban
Meta Akui Chatbot AI...
Meta Akui Chatbot AI Menyebabkan Ribuan Akun Instagram Diretas
Berita Terkini
Implementasi PP TUNAS...
Implementasi PP TUNAS Harus Bisa Jaga Daya Saing Generasi Muda di Ekonomi Digital
Bank Sentral China Borong...
Bank Sentral China Borong Emas 19 Bulan Berturut-turut, Ada Apa?
BKI dan ASDP Perkuat...
BKI dan ASDP Perkuat Sinergi Keselamatan Kerja Melalui Audit SMK3
Silmy Karim Dicopot...
Silmy Karim Dicopot dari Komisaris Telkom usai Tersangka KPK
DPR Ingatkan Potensi...
DPR Ingatkan Potensi Moral Hazard Penambahan Layer Rokok Ilegal
Merger BUMN Karya Mundur...
Merger BUMN Karya Mundur ke Kuartal IV-2026, BP BUMN Ungkap Alasannya
Infografis
7 Perang Besar di Selat...
7 Perang Besar di Selat Malaka, dari Jalur Rempah hingga Medan Tempur Kekuatan Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved