Investor Thailand Diajak Berinvestasi Hijau di Indonesia
Senin, 19 September 2022 - 18:02 WIB
loading...
A
A
A
Chanin Khaochan mengatakan bahwa Thailand mengadopsi model pertumbuhan ekonomi untuk pembangunan berkelanjutan di Thailand dengan potensi peningkatan nilai ekonomi dari USD 133 miliar (21% dari PDB) menjadi USD 145 miliar (24% dari PDB) dalam lima tahun dan menciptakan 16,5 juta lapangan kerja. Thailand berada di posisi yang tepat untuk menjadi tujuan investasi global bagi BCG, yang didukung oleh sektor pertanian, sumber daya alam, bioteknologi, sektor jasa, dan dukungan nyata dari Pemerintah Thailand.
Kerangka kerja BCG didukung oleh insentif pemerintah, termasuk dalam upaya mempromosikan investasi baik inbound maupun outbound investment. Hal ini yang dapat ditawarkan kepada Indonesia untuk memanfaatkan kebijakan ekonomi Thailand yang memprioritaskan ekonomi BCG.
Forum ini menghadirkan secara virtual Direktur Promosi Asia Timur, Asia Selatan dan Afrika pada Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal RI, Cahyo Purnomo dan Analis Potensi Investasi pada Jakarta Investment Center atau Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi DKI Jakarta, Leuserina Siagian. Cahyo Purnomo menyampaikan green and low carbon economy merupakan salah satu strategi transformasi ekonomi Indonesia dalam mewujudkan komitmen Indonesia pada sektor energi untuk 2050 Net Zero Emissions.
Strategi ini dilaksanakan dengan upaya memajukan pembangunan ekonomi hijau di Indonesia. Beberapa sektor ekonomi hijau yang diprioritaskan antara lain industri kendaraan listrik dan pembangunan zona industri hijau. Cahyo Purnomo menawarkan beberapa peluang investasi yang dapat dimanfaatkan investor Thailand untuk mendukung strategi Pemerintah Indonesia tersebut.
Sementara itu, Leuserina Siagian memaparkan dan mengajak calon investor Thailand untuk memperluas usaha dan menanamkan modalnya pada proyek kerja sama yang ditawarkan di ibukota Indonesia, antara lain pembangunan Sentra Primer Tanah Abang, perluasan Jakarta Industrial Estate Pulogadung, perluasan MRT Jakarta, pembangunan ecotourism di kawasan Pulau Seribu, peningkatan wisata kesehatan, peningkatan proyek pengolahan sampah, dan pembangunan sektor energi terbaharukan untuk electric bus, charging station, dan solar rooftop.
Antusiasme peserta dalam mendalami isu investasi di bidang ekonomi hijau di Indonesia terlihat pada sesi tanya jawab. Beberapa pertanyaan meminta penjelasan lebih lanjut mengenai kemudahan berinvestasi pada sektor infrastruktur energi hijau serta berbagai fasilitas yang ditawarkan pemerintah RI kepada investor yang ramah ekonomi hijau. Pertanyaan tersebut ditanggapi dengan penjelasan rinci dan ajakan untuk berinvestasi hijau di Indonesia, selain oleh narasumber, juga oleh Direktur Indonesia Investment Promotion Center (IIPC) di Singapura, Andria Buchara sebagai fasilitator kerja sama investasi Indonesia dengan negara-negara di kawasan Asia Tenggara.
Kerangka kerja BCG didukung oleh insentif pemerintah, termasuk dalam upaya mempromosikan investasi baik inbound maupun outbound investment. Hal ini yang dapat ditawarkan kepada Indonesia untuk memanfaatkan kebijakan ekonomi Thailand yang memprioritaskan ekonomi BCG.
Forum ini menghadirkan secara virtual Direktur Promosi Asia Timur, Asia Selatan dan Afrika pada Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal RI, Cahyo Purnomo dan Analis Potensi Investasi pada Jakarta Investment Center atau Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi DKI Jakarta, Leuserina Siagian. Cahyo Purnomo menyampaikan green and low carbon economy merupakan salah satu strategi transformasi ekonomi Indonesia dalam mewujudkan komitmen Indonesia pada sektor energi untuk 2050 Net Zero Emissions.
Strategi ini dilaksanakan dengan upaya memajukan pembangunan ekonomi hijau di Indonesia. Beberapa sektor ekonomi hijau yang diprioritaskan antara lain industri kendaraan listrik dan pembangunan zona industri hijau. Cahyo Purnomo menawarkan beberapa peluang investasi yang dapat dimanfaatkan investor Thailand untuk mendukung strategi Pemerintah Indonesia tersebut.
Sementara itu, Leuserina Siagian memaparkan dan mengajak calon investor Thailand untuk memperluas usaha dan menanamkan modalnya pada proyek kerja sama yang ditawarkan di ibukota Indonesia, antara lain pembangunan Sentra Primer Tanah Abang, perluasan Jakarta Industrial Estate Pulogadung, perluasan MRT Jakarta, pembangunan ecotourism di kawasan Pulau Seribu, peningkatan wisata kesehatan, peningkatan proyek pengolahan sampah, dan pembangunan sektor energi terbaharukan untuk electric bus, charging station, dan solar rooftop.
Antusiasme peserta dalam mendalami isu investasi di bidang ekonomi hijau di Indonesia terlihat pada sesi tanya jawab. Beberapa pertanyaan meminta penjelasan lebih lanjut mengenai kemudahan berinvestasi pada sektor infrastruktur energi hijau serta berbagai fasilitas yang ditawarkan pemerintah RI kepada investor yang ramah ekonomi hijau. Pertanyaan tersebut ditanggapi dengan penjelasan rinci dan ajakan untuk berinvestasi hijau di Indonesia, selain oleh narasumber, juga oleh Direktur Indonesia Investment Promotion Center (IIPC) di Singapura, Andria Buchara sebagai fasilitator kerja sama investasi Indonesia dengan negara-negara di kawasan Asia Tenggara.
Lihat Juga :