Proyek MRT Jakarta Fase 2 Bengkak Jadi Rp25,3 Triliun, Ini Penyebabnya
Selasa, 20 September 2022 - 15:00 WIB
loading...
A
A
A
Tak hanya itu, peningkatan anggaran juga terjadi lantaran terkadi kenaiakan biaya raw material dari 50 persen sejak tahun 2018 karena krisis rantai pasok dan permintaan tinggi terkait pemulihan pasca pandemi.
"Jadi memang ada supply chain problem juga yang kita ketahui bersama. Faktor perang di Eropa dan apalagi sekarang sudah ada isu krisis semi konduktor material," ujarnya.
Dia mengatakan bahwa proyek MRT menggunakan teknologi tinggi Adapun sistem persinyalan, telekomunikasi membutuhkan chip. Sehingga apabila terjadi masalah di semi konduktor berpengaruh terhadap peningkatan anggaran.
"Krisis ini bukan hanya bikin mahal, tapi waktu membuat bikin chip lebih lama. Karena rebutan dapatkan produk dan material tersebut," tambahnya.
Baca Juga: Lakukan Groundbreaking CP202 MRT, Anies: Diperkirakan Selesai 2028
"Jadi memang ada supply chain problem juga yang kita ketahui bersama. Faktor perang di Eropa dan apalagi sekarang sudah ada isu krisis semi konduktor material," ujarnya.
Dia mengatakan bahwa proyek MRT menggunakan teknologi tinggi Adapun sistem persinyalan, telekomunikasi membutuhkan chip. Sehingga apabila terjadi masalah di semi konduktor berpengaruh terhadap peningkatan anggaran.
"Krisis ini bukan hanya bikin mahal, tapi waktu membuat bikin chip lebih lama. Karena rebutan dapatkan produk dan material tersebut," tambahnya.
Baca Juga: Lakukan Groundbreaking CP202 MRT, Anies: Diperkirakan Selesai 2028
Lihat Juga :