Opsi-opsi Pembatasan BBM Subsidi Kembali Muncul: Skema Tertutup hingga CC Kendaraan
Selasa, 20 September 2022 - 15:08 WIB
loading...
Sejumlah opsi pembatasan BBM subsidi bermunculan. Foto/Antara
A
A
A
JAKARTA - Pemerintah diminta untuk segera mengundangkan revisi Peraturan Presiden (Perpres) No. 191 Tahun 2014 tentang Penyediaan, Pendistribusian, dan Harga Jual Eceran Bahan Bakar Minyak . Saat ini dibutuhkan landasan hukum agar BBM subsidi semakin tepat sasaran demi memberikan keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia.
Baca juga: Pembelian Pertalite dan Solar Dibatasi 120 Liter, Ini Kata Menteri ESDM
Anggota Komite Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Saleh Abdurrahman mengatakan, konsumsi BBM subsidi melonjak pada 2022 karena pemulihan ekonomi usai pandemi. Meskipun begitu, masih banyak masyarakat mampu yang lebih memilih BBM subsidi karena harganya lebih murah.
Saleh mengungkapkan, ada dua penyalahgunaan BBM subsidi. Pertama adalah penyalahgunaan BBM subsidi ke ranah pidana, dan kasus ini mengalami peningkatan dalam empat bulan terakhir.
"Kedua yang tidak tepat sasaran, itu yang banyak dibahas. Kalau data BPS dan Kementerian Keuangan (mengungkap) sekian persen itu tidak tepat sasaran. Artinya orang itu sebutlah tidak butuh subsidi, mampu beli, tetapi karena harganya (lebih murah) ya mereka pilih itu," ujar Saleh dalam keterangan tertulis, Selasa (20/09/2022).
Baca juga: Pembelian Pertalite dan Solar Dibatasi 120 Liter, Ini Kata Menteri ESDM
Anggota Komite Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Saleh Abdurrahman mengatakan, konsumsi BBM subsidi melonjak pada 2022 karena pemulihan ekonomi usai pandemi. Meskipun begitu, masih banyak masyarakat mampu yang lebih memilih BBM subsidi karena harganya lebih murah.
Saleh mengungkapkan, ada dua penyalahgunaan BBM subsidi. Pertama adalah penyalahgunaan BBM subsidi ke ranah pidana, dan kasus ini mengalami peningkatan dalam empat bulan terakhir.
"Kedua yang tidak tepat sasaran, itu yang banyak dibahas. Kalau data BPS dan Kementerian Keuangan (mengungkap) sekian persen itu tidak tepat sasaran. Artinya orang itu sebutlah tidak butuh subsidi, mampu beli, tetapi karena harganya (lebih murah) ya mereka pilih itu," ujar Saleh dalam keterangan tertulis, Selasa (20/09/2022).
Lihat Juga :