FFR Naik Lagi, BI Diprediksi Kian Agresif Naikkan Suku Bunga
Kamis, 22 September 2022 - 08:18 WIB
loading...
A
A
A
Jika gap ini semakin sempit, maka artinya investor asing bisa melakukan jual bersih terhadap instrumen keuangan di Indonesia.
"Yang kedua, juga dikhawatirkan terjadi pelemahan nilai tukar rupiah kalau BI tidak segera bertindak. Pelemahan rupiah bisa makin dalam, prediksinya di Rp15.500 per dolar AS (USD)," tuturnya.
Bhima menyebutkan, dari segi nilai tukar rupiah, penguatan USD dengan indeks USD menguat menyebabkan instrumen-instrumen yang berdenominasi dolar semakin favorit.
"Yang ketiga, suku bunga simpanan valas di dalam negeri selalu kecil, sementara dibandingkan dengan di Singapura, suku bunga simpanan valasnya naik terus. Itu bisa menyebabkan orang-orang kaya justru melarikan uangnya ke negara lain yang imbal hasilnya lebih tinggi," terang dia.
Baca juga: Proyeksi The Fed: Suku Bunga AS Bakal Tembus 4,6% di 2023
"Yang kedua, juga dikhawatirkan terjadi pelemahan nilai tukar rupiah kalau BI tidak segera bertindak. Pelemahan rupiah bisa makin dalam, prediksinya di Rp15.500 per dolar AS (USD)," tuturnya.
Bhima menyebutkan, dari segi nilai tukar rupiah, penguatan USD dengan indeks USD menguat menyebabkan instrumen-instrumen yang berdenominasi dolar semakin favorit.
"Yang ketiga, suku bunga simpanan valas di dalam negeri selalu kecil, sementara dibandingkan dengan di Singapura, suku bunga simpanan valasnya naik terus. Itu bisa menyebabkan orang-orang kaya justru melarikan uangnya ke negara lain yang imbal hasilnya lebih tinggi," terang dia.
Baca juga: Proyeksi The Fed: Suku Bunga AS Bakal Tembus 4,6% di 2023
Lihat Juga :