Berat, Ekonom Prediksi Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II Minus 5,1%

Jum'at, 03 Juli 2020 - 11:22 WIB
loading...
Berat, Ekonom Prediksi...
Pertumbuhan ekonomi di kuartal II/2020 diproyeksi bakal minus hingga 5,1%. Foto/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - Ekonom PT Bank CIMB Niaga Tbk (CIMB Niaga) memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal II/2020 -5,1%. Proyeksi tersebut merevisi perkiraan sebelumnya dimana pertumbuhan ekonomi di kuartal II/2020 diprediksi -1%.

Dengan proyeksi tersebut, maka pertumbuhan ekonomi di tahun 2020 secara keseluruhan (full-year) juga direvisi dari 1,8% (yoy) menjadi 0,1% (yoy).

Chief Economist PT Bank CIMB Niaga Tbk (CIMB Niaga) Adrian Panggabean mengatakan, pertumbuhan ekonomi 0,1% didasarkan pada asumsi bahwa pemerintah berhasil secara efektif mendorong perekonomian lewat stimulus fiskal di semester II/2020 dan merealisasikan target defisit fiskal mencapai paling tidak 5% dari Produk Domestik Bruto (PDB).

“Karena dorongan fiskal yang efektif sangat penting agar potensi pertumbuhan ekonomi di semester kedua dapat tetap berada pada zona yang positif,” kata Adrian dalam siaran pers yang diterima SINDOnews di Jakarta, Jumat (3/7/2020).

(Baca Juga: Jokowi Cemaskan Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II Minus)

Terkait nilai tukar (kurs) dolar Amerika Serikat (USD) terhadap rupiah (IDR) Adrian juga menyampaikan revisi dari rerata-tahunan Rp15.625 menjadi Rp14.550. Hal ini karena perubahan pandangannya terhadap USD Index.

“Kami melihat potensi pelemahan USD Index terjadi akibat masifnya intervensi bank sentral Amerika Serikat yang berpotensi mendorong pelemahan USD. Di balik asumsi ini adalah view kami bahwa kurs mata uang yuan (CNY) akan dijaga stabil oleh People's Bank of China (PBoC) di kisaran 7,04-7,07 per USD,” jelas Adrian.

Menurut Adrian, pertimbangan penting lainnya yang mendasari revisi pertumbuhan PDB Indonesia adalah volume perdagangan global. Dalam prediksi di rilis April 2020, Adrian mendasarkan dinamika ekspor-impor pada view bahwa volume perdagangan dunia akan kembali ke level tahun 2016. Namun, perkembangan data terakhir mengindikasikan bahwa volume perdagangan global di tahun 2020 akan mendekati level di tahun 2017.

“Di pasar aset, tampaknya kinerja aset obligasi negara akan tetap outperform aset saham. Hal ini lebih dipengaruhi oleh terjadinya perubahan perilaku investor terkait kecenderungan belanja, menabung, dan risk appetite,” tandasnya.
(fai)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Beban Berat Kelas Menengah...
Beban Berat Kelas Menengah di Tengah Kenaikan Pertamax jadi Rp16.250/Liter
Purbaya Targetkan Ekonomi...
Purbaya Targetkan Ekonomi Indonesia Tumbuh 6,5% di 2027
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
Menkeu Purbaya Tegaskan...
Menkeu Purbaya Tegaskan Fiskal Bukan Tumbal Agar Ekonomi RI Tumbuh Cepat
Optimisme Fiskal di...
Optimisme Fiskal di Tengah Warning Sign Ekonomi, Pemerintah Perlu Pulihkan Trust Market
Di Luar Prediksi, Ekonomi...
Di Luar Prediksi, Ekonomi Singapura Tumbuh 6% Kuartal I-2026
Wali Kota Tangsel Dorong...
Wali Kota Tangsel Dorong Koperasi Merah Putih Jadi Penggerak UMKM-Ekonomi Kerakyatan
Pertumbuhan 5,6%, tetapi...
Pertumbuhan 5,6%, tetapi Mengapa Investor Masih Gelisah?
Bantah The Economist,...
Bantah The Economist, Ekonom : Kondisi Indonesia Relatif Lebih Baik
Rekomendasi
Jadi Anak Pejabat, Okie...
Jadi Anak Pejabat, Okie Agustina Larang Kiesha Alvaro Flexing di Media Sosial
Jadwal Puasa Muharam...
Jadwal Puasa Muharam 1448 H Tahun 2026, Kapan Puasa Tasu'a dan Asyura Dilaksanakan?
Dunia Sambut Positif...
Dunia Sambut Positif Perdamaian AS dan Iran, Hanya Israel yang Marah
Berita Terkini
Bahlil Antisipasi Ledakan...
Bahlil Antisipasi Ledakan Subsidi Energi Tahun Depan, Segini Hitungannya dalam RAPBN 2027
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Jaring Talenta Pelaut Muda Perkuat Distribusi Energi Nasional
Bahlil Jamin Harga BBM...
Bahlil Jamin Harga BBM Pertalite dan LPG 3 Kg Tidak Naik
MNC Sekuritas Perluas...
MNC Sekuritas Perluas Jangkauan Literasi ke Kendari melalui Edukasi Cerdas Investasi Digital
IHSG Hari Ini Berakhir...
IHSG Hari Ini Berakhir Meroket 4,12% Tembus Level 6.254
Rupiah Tampil Perkasa...
Rupiah Tampil Perkasa di Awal Pekan, Hari Ini Sentuh Rp17.708 per Dolar AS
Infografis
Kaleidoskop 2025: 7...
Kaleidoskop 2025: 7 Peristiwa Ekonomi Paling Heboh di Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved