Dahsyatnya Belanda: Negeri Seuprit tapi Jadi Pengekspor Pangan Terbesar Kedua Dunia
Kamis, 22 September 2022 - 11:24 WIB
loading...
A
A
A
Luas wilayah Belanda hanya 41.543 km2 dengan jumlah penduduk 17,44 juta (2020 Bank Dunia). Masih kalah jauh dibanding Jawa Timur yang luasnya 47.800 km2 dengan jumlah penduduk 39,74 juta (2019).
Lantas apa yang membuat Belanda bisa begitu dahsyat di sektor pertanian? Riset dan teknologi jawabnya.
Knoema, sebuah perusahaan penyedia data global yang bermarkas di Amerika Serikat, mengungkap, luas lahan pertanian Belanda sejatinya terus mengalami penurunan. Di tahun 2018 luas lahan pertanian Belanda adalah 54,% dari total luas negara itu. Angka itu turun dibanding hampir lima dekade sebelumnya yang masih 65,5%.
Meski demikian, riset dan teknologi mampu mengompensasi penurunan luas lahan itu. Bayangkan, dengan luas lahan pertanian yang lebih dari setengah luas Belanda, sektor pertanian di sana hanya mempekerjakan 2% dari angkatan kerja.
Jumlah tenaga kerja yang minimalis itu karena kebanyakan aktivitas pertanian dilakukan secara mekanis. Mereka menggunakan robot untuk memetik buah lunak dan memiliki pemisah daging, serta pengolah kentang otomatis. Bahkan mereka menggunakan drone untuk memantau kebun tomat dan kentang.
Yang menarik, hampir sebagian besar wilayah Belanda ditutupi oleh teknologi "glass house". Teknologi itu melindungi tanaman dari panas dan dingin yang berlebihan, melindungi tanaman dari badai debu dan "blizzard", dan menolong mencegah hama. Selain itu, pengontrolan cahaya dan suhu dapat mengubah tanah tak subur menjadi subur.
Belanda juga terus mengurangi penggunaan air untuk sektor pertaniannya hingga 90%. Mereka juga hampir tak menggunakan pestisida sama sekali. Hasil dari semua itu? Belanda mampu memproduksi panen dua kali lipat dari rata-rata panen global.
Lantas apa yang membuat Belanda bisa begitu dahsyat di sektor pertanian? Riset dan teknologi jawabnya.
Knoema, sebuah perusahaan penyedia data global yang bermarkas di Amerika Serikat, mengungkap, luas lahan pertanian Belanda sejatinya terus mengalami penurunan. Di tahun 2018 luas lahan pertanian Belanda adalah 54,% dari total luas negara itu. Angka itu turun dibanding hampir lima dekade sebelumnya yang masih 65,5%.
Meski demikian, riset dan teknologi mampu mengompensasi penurunan luas lahan itu. Bayangkan, dengan luas lahan pertanian yang lebih dari setengah luas Belanda, sektor pertanian di sana hanya mempekerjakan 2% dari angkatan kerja.
Jumlah tenaga kerja yang minimalis itu karena kebanyakan aktivitas pertanian dilakukan secara mekanis. Mereka menggunakan robot untuk memetik buah lunak dan memiliki pemisah daging, serta pengolah kentang otomatis. Bahkan mereka menggunakan drone untuk memantau kebun tomat dan kentang.
Yang menarik, hampir sebagian besar wilayah Belanda ditutupi oleh teknologi "glass house". Teknologi itu melindungi tanaman dari panas dan dingin yang berlebihan, melindungi tanaman dari badai debu dan "blizzard", dan menolong mencegah hama. Selain itu, pengontrolan cahaya dan suhu dapat mengubah tanah tak subur menjadi subur.
Belanda juga terus mengurangi penggunaan air untuk sektor pertaniannya hingga 90%. Mereka juga hampir tak menggunakan pestisida sama sekali. Hasil dari semua itu? Belanda mampu memproduksi panen dua kali lipat dari rata-rata panen global.
Lihat Juga :