Arsari Tambang Bakal Bangun Pusat Riset Timah dan Logam Tanah Jarang di Bangka
Selasa, 12 Mei 2026 - 16:08 WIB
loading...
Direktur Utama Arsari Tambang, Aryo P. S. Djojohadikusumo dalam forum industri pertambangan dan metalurgi Met Connex 2026 di JCC, Jakarta, Selasa, (15/2026). FOTO/dok.SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Direktur Utama PT Arsari Tambang, Aryo P. S. Djojohadikusumo mengungkapkan terkait rencana perusahaan membangun pusat riset timah dan logam tanah jarang (rare earth elements/REE) di Bangka sebagai bagian dari strategi hilirisasi dan penguatan teknologi mineral Indonesia.
Menurut dia, keberadaan pusat riset menjadi kebutuhan mendesak untuk memperkuat daya saing industri timah nasional di tengah meningkatnya kebutuhan teknologi global.
"Bayangin, industri timah Indonesia sudah ada selama 150 tahun dan kita tidak punya pusat riset timah," kata Aryo dalam presentasinya saat menjadi pembicara dalam forum industri pertambangan dan metalurgi Met Connex 2026 di JCC, Jakarta, Selasa, (15/2026).
Baca Juga: Kelola Logam Tanah Jarang, Danantara Bentuk Perminas jadi BUMN Baru
Ia mengatakan, Arsari Tambang menargetkan pusat riset tersebut dapat menjadi basis pengembangan teknologi timah dan pengolahan logam tanah jarang yang selama ini masih terbatas di dalam negeri.
Menurut dia, keberadaan pusat riset menjadi kebutuhan mendesak untuk memperkuat daya saing industri timah nasional di tengah meningkatnya kebutuhan teknologi global.
"Bayangin, industri timah Indonesia sudah ada selama 150 tahun dan kita tidak punya pusat riset timah," kata Aryo dalam presentasinya saat menjadi pembicara dalam forum industri pertambangan dan metalurgi Met Connex 2026 di JCC, Jakarta, Selasa, (15/2026).
Baca Juga: Kelola Logam Tanah Jarang, Danantara Bentuk Perminas jadi BUMN Baru
Ia mengatakan, Arsari Tambang menargetkan pusat riset tersebut dapat menjadi basis pengembangan teknologi timah dan pengolahan logam tanah jarang yang selama ini masih terbatas di dalam negeri.
Lihat Juga :