Harga Mahal, APBD Kecil! Daerah Mengaku Berat Beralih ke Mobil Listrik

Kamis, 22 September 2022 - 14:16 WIB
loading...
Harga Mahal, APBD Kecil!...
Sejumlah daerah merasa berat jika harus menggunakan mobil listrik untuk kendaraan dinas. Foto/Ilustrasi
A A A
MALANG - Keluarnya instruksi presiden (inpres) mengenai penggunaan mobil listrik untuk kendaraan dinas pemerintah pusat dan daerah direspons beragam oleh kepala daerah . Beberapa kepala daerah di Malang Raya, Jawa Timur, mengaku masih belum mengetahui spesifikasi dan memiliki anggaran untuk belanja mobil listrik untuk kendaraan dinas.

Baca juga: Kewajiban Kendaraan Dinas Pakai Mobil Listrik Bentuk Komitmen Percepatan Transisi Energi

Wakil Bupati Malang Didik Gatot Subroto mengatakan, kendala utama saat ini berada di anggaran belanja unit mobil listrik yang cukup mahal. Makanya untuk APBD Pemkab Malang, pembelanjaan mobil listrik untuk kendaraan dinas dirasa sangat memberatkan.

"Kaitannya kemampuan anggaran, hampir semua daerah masih dengan APBD yang sangat terbatas. Itu semuanya masih belum sampai ke sana," ucap Didik Gatot Subroto ditemui di Malang, Kamis (22/9/2022).

Namun Didik mengaku ada opsi kedua yang bisa dilakukan dengan cara menyewa kepada pihak ketiga. Perhitungan sewa inilah yang dirasa pihaknya lebih realistis dan tidak memberatkan APBD.

"Dengan sewa, bekerja sama dengan pihak ketiga itu sebenarnya lebih efisien, mungkin pemda yang mungkin sewa. Ditentukan dengan pihak ketiga seperti Kota Surabaya, sehingga tidak ada beban. Pemerintah daerah sudah bisa menentukan, mengatur dalam kurun waktu tertentu efisiensinya bisa diatur," ungkap dia.

Keberatan yang sama juga disampaikan Wali Kota Malang Sutiaji yang mengaku menganggarkan mobil listrik untuk kendaraan dinas saat ini dirasa cukup memberatkan APBD Kota Malang. "Sebenarnya kalau uangnya ada ya siap, tapi kan gak nutup dengan anggaran kita. Kalau ada yang murah, ya mau saja," ungkap Sutiaji, secara terpisah.

Sutiaji mengaku sejauh ini telah memantau harga-harga mobil listrik di pasaran. Dari harga tersebut, mobil listrik termurah masih di harga Rp800 jutaan. Berkaca pada Kota Surabaya, pria kelahiran Lamongan ini yang memulai menganggarkan mobil listrik untuk kendaraan dinas tentu berbeda.

"Surabaya itu memungkinkan, kenapa? Karena APBD-nya sudah Rp11 triliun. Di kami maunya begitu, saya kemarin ngobrol-ngobrol kalau membikinkan di harga Rp500-600 jutaan itu kita mungkin akan beralih ke mobil listrik. Tapi kalau maunya Tesla yang computerize, Rp1,5 miliar itu yang biasa, yang autopilot, yang bagusan Rp2,2 miliar," paparnya.

Baca juga: Cerita Ibunda Soal Ari-ari dan Sepatu Bola Aditya Arya

Namun ia tak menghalangi jika ada masyarakat Kota Malang yang menggunakan mobil listrik, jika memiliki kemampuan. "Kalau mau monggo (silakan menggunakan mobil listrik), karena harganya yang tinggi, kedua masalah di charger," pungkasnya.

(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
MDLA Luncurkan Armada...
MDLA Luncurkan Armada Mobil Listrik, Dorong Transformasi Distribusi Rendah Emisi
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
Purbaya Tunda Insentif...
Purbaya Tunda Insentif Pajak Kendaraan Listrik Satu Bulan
Tinjauan ke Lampung,...
Tinjauan ke Lampung, Ali Masykur Musa Dorong Layanan infrastruktur EV Makin Andal
Resmikan SPKLU ke-5.000...
Resmikan SPKLU ke-5.000 di Priok, PLN Perkuat Infrastruktur Kendaraan Listrik
3 Opsi Sumber Pendapatan...
3 Opsi Sumber Pendapatan Daerah Potensial Selain Pajak Kendaraan Listrik
Kemendagri Percepat...
Kemendagri Percepat Penegasan Batas Desa di Tiga Kabupaten di Sultra
Geely EX5 Diperbarui...
Geely EX5 Diperbarui di China, Kini Lebih Bertenaga dengan Motor Belakang 329 HP
Kendaraan Listrik Siap...
Kendaraan Listrik Siap Menjadi Sumber Energi Baru bagi Amerika Serikat
Rekomendasi
Pasukan Elite AS Siapkan...
Pasukan Elite AS Siapkan Skenario Caplok Uranium Iran, tapi Kenapa Tidak Dilaksanakan?
Diseminasi Eksaminasi...
Diseminasi Eksaminasi Ungkap Dugaan Kekeliruan Penegakan Hukum dalam Kasus Eks Dirut Indofarma
3 Alasan Provinsi Alberta...
3 Alasan Provinsi Alberta Ingin Tinggalkan Kanada dan Bergabung dengan AS
Berita Terkini
Asprindo Dorong Skema...
Asprindo Dorong Skema Hybrid Pengelolaan Blok Andaman
20 Negara Pengimpor...
20 Negara Pengimpor Terbesar Produk China, Indonesia Peringkat Berapa?
Industri Diajak Bergerak...
Industri Diajak Bergerak Cepat Adopsi Energi Surya
Migrasi Pertamax ke...
Migrasi Pertamax ke Pertalite, Subsidi BBM Terancam Jebol Rp19,5 Triliun
Komitmen Perbaikan Tata...
Komitmen Perbaikan Tata Kelola Pengadaan Energi, Pertamina Patra Niaga Gelar FGD
Rupiah Menguat dalam...
Rupiah Menguat dalam Sepekan, Simak Prediksi Pekan Depan
Infografis
Harga 320 Rudal Katyusha...
Harga 320 Rudal Katyusha Hizbullah yang Diluncurkan ke Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved