Kemenparekraf Buka Pelatihan Sadar Wisata di Kawasan Danau Toba

Kamis, 22 September 2022 - 16:21 WIB
loading...
Kemenparekraf Buka Pelatihan...
Program Pelatihan Pengembangan Inovasi Produk Wisata dan Kapasitas Parekraf digelar untuk tahap I di Kawasan Danau Toba, 21-27 September 2022. Foto/Ist
A A A
JAKARTA - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) membuka tahap pertama program pelatihan bagi pelaku pariwisata di Kawasan Danau Toba yang menjadi bagian dari Kampanye Sadar Wisata 5.0.

Melalui pelatihan tersebut, Kemenparekraf mengajak semua pihak bekerja sama dan adaptif dalam menjawab berbagai perkembangan dan kebutuhan baru dalam mewujudkan pariwisata berkualitas dan berkelanjutan, termasuk yang terkait peningkatan kompetensi sumber daya manusia (SDM) yang ada di desa-desa wisata di sekitar kawasan Danau Toba.

Saat membuka program pelatihan sebelumnya, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno menyampaikan bahwa potensi desa wisata dapat digali melalui dua aspek, yakni produk wisata seperti potensi alam dan budaya, serta aspek SDM pariwisata.

Baca Juga: Kembali Dilanjutkan, Sosialisasi Sadar Wisata Disambut Positif

Sandiaga mengatakan, pihaknya mengambil peran strategis untuk menghadirkan desa wisata berbasis Sustainable Tourism (pariwisata berkelanjutan), dengan mengedepankan inovasi, adaptasi, dan kolaborasi. "Inovasi, adaptasi, dan kolaborasi menjadikan desa wisata menjadi mandiri, dan berdaya saing, dan dapat menjadi lokomotif kebangkitan ekonomi dari sektor parekraf dari wilayah pedesaan bukan hanya di perkotaan," papar Sandiaga.

Sejalan dengan ketiga konsep itu, pada pembukaan pelatihan tahap pertama di kawasan Destinasi Super Prioritas Danau Toba, meliputi Kabupaten Karo, Kabupaten Toba, dan Kabupaten Tapanuli Utara, Plt. Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan Kemenparekraf/Baparekraf Frans Teguh, menyoroti lebih jauh pentingnya adaptasi agar langkah yang diambil relevan dengan perkembangan pariwisata saat ini.

"Ada kebutuhan baru yang harus kita perhatikan agar pariwisata kita lebih berkualitas dengan produk yang lebih inovatif, kualitas pelayanan yang lebih prima, dan pengelolaan pariwisata yang lebih ramah lingkungan," jelas Frans, Rabu (21/9/2022).

Frans menegaskan, saat ini orientasi pengembangan sektor kepariwisataan lebih ditujukan untuk pengembangan pariwisata berkualitas, di mana sumber daya manusia memiliki andil besar dalam menghadirkan pengalaman terbaik bagi wisatawan melalui kompetensi yang dimiliki. "Kompetensi bagi para pelaku pariwisata, meliputi peningkatan skill, penambahan knowledge dan membangun professional attitude," jelasnya.

Program Pelatihan Pengembangan Inovasi Produk Wisata dan Kapasitas Parekraf digelar untuk tahap pertama di Kawasan Danau Toba, berlangsung 21-27 September 2022, melibatkan 90 pelaku pariwisata dari 6 desa wisata yaitu Desa Wisata Lumban Silintong, Siboruon, dan Silalahi Pagar Batu (Kabupaten Toba), Desa Wisata Papande (Kabupaten Tapanuli Utara), serta Desa Wisata Merek dan Tongging (Kabupaten Karo).

Koordinator Substansi Pemberdayaan Masyarakat Regional 1 Desty Murniati yang mewakili Direktorat Pengembangan SDM Pariwisata Kemenparekraf/Baparekraf saat pembukaan pelatihan meminta para peserta tidak menyianyiakan kesempatan ini untuk kemajuan desa wisata masing-masing.

"Para peserta harus dapat mengambil manfaat dari pelatihan, karena telah terpilih mewakili desa wisata yang menjadi sasaran kegiatan dari sekitar 1.365 desa wisata yang ada di seluruh Indonesia," kata Desty.

Dia menambahkan, para narasumber pelatihan yang terdiri dari para akademisi, praktisi dan pegiat langsung desa wisata yang telah melalui proses seleksi yang ketat. "Dari ribuan pendaftar, kami telah menyeleksi hingga menjadi sekitar 32-an trainer yang benar-benar berkualitas," terangnya.

Pelatihan menjadi tahap lanjutan dari rangkaian Program Kampanye Sadar Wisata 5.0 yang pada tahun 2022 menyasar 65 Desa Wisata dan 90 Desa Wisata pada tahun 2023. Pelatihan yang diberikan meliputi 3 paket, yakni: Pelatihan A, mengenai Pengembangan Inovasi Produk Pariwisata. Kemudian Pelatihan B terkait Paket Wisata, Homestay, Kuliner dan Cinderamata) dan Pelatihan C terkait Kewirausahaan dan Manajemen Bisnis.

Baca Juga: Tiket Pesawat Keluar Rusia Ludes Pasca Putin Umumkan Mobilisasi

Setelah tahap pelatihan, selanjutnya proyek pengembangan desa wisata yang telah dibuat oleh pelaku pariwisata terpilih akan dilakukan pendampingan, penilaian serta pemberian apresiasi bagi pelaku pariwisata terbaik yang mengimplementasikan program pengembangan desa wisata di tempat masing-masing.

Kepala Dinas Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga serta Pariwisata Kabupaten Karo, Sumatera Utara yang diwakili oleh Kepala Bidang Kelembagaan Rista Sinaga mengatakan dalam rangka meningkatkan kunjungan wisatawan ke daerah ini diperlukan kolaborasi kuat antara pemerintah, dunia usaha, serta masyarakat sebagai kekuatan inti penggerak pariwisata. "Pemerintah sebagai fasilitator, dunia usaha dan masyarakat sebagai pelaku utamanya," tuturnya.

Rista berharap upaya peningkatan sadar wisata bagi masyarakat di sekitar Danau Toba yang menjadi Destinasi Pariwisata Super Prioritas saat ini dapat menjadikan mereka tuan rumah yang lebih baik bagi wisatawan dan dapat mendukung peningkatan kesejahteraan bagi warga setempat.

"Selain meningkatkan masyarakat yang sadar wisata, juga menciptakan iklim kondusif bagi kepariwisataan, sekaligus masyarakat dapat mengambil manfaat dari kegiatan kepariwisataan, dengan menerapkan elemen Sadar Wisata, yakni Pelayanan Prima, Sapta Pesona, dan CHSE," imbuhnya.
(fai)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Industri Hotel Mewah...
Industri Hotel Mewah RI Lampaui Pemulihan Pasar, Bali Perkuat Branded Residence
Libur Lebaran, Serambi...
Libur Lebaran, Serambi MyPertamina Hadir di 19 Titik Jalur Wisata
KPIG Kebut Pengembangan...
KPIG Kebut Pengembangan Lido City, Proyek Pariwisata Terpadu Siap Jadi Mesin Pertumbuhan
Luhut Jengkel Dituding...
Luhut Jengkel Dituding Punya Saham Toba Pulp Lestari: Kampungan Itu
Jasaraharja Putera Dorong...
Jasaraharja Putera Dorong Penguatan Manajemen Risiko Pariwisata lewat FGD Pilot Project 2026
Sambut Libur Nataru...
Sambut Libur Nataru 2025/2026, Jalan Tol Kuala Tanjung-Tebing Tinggi-Parapat Siap Beroperasi
Dirjen Imigrasi Minta...
Dirjen Imigrasi Minta Rencana Perluasan Bebas Visa Ditinjau Kembali
Indonesia Raih Peringkat...
Indonesia Raih Peringkat 2 Dunia Destinasi Wisata Ramah Muslim Versi GMTI 2026
Meruorah Labuan Bajo...
Meruorah Labuan Bajo Siap Naik Kelas Lewat Sinergi Baru
Rekomendasi
Breaking News! Polisi...
Breaking News! Polisi Tangkap Taufik Hidayat Penyekap dan Penganiaya Sadis Wanita selama 3 Tahun di Kosan
SPI Jadi yang Pertama...
SPI Jadi yang Pertama Beri Naskah Analisis RUU Advokat ke Pemerintah
Disdik Depok Dukung...
Disdik Depok Dukung Penuh Liga Bintang Juara GTV, Jadi Wadah Prestasi Siswa SD
Berita Terkini
Damessa Perluas Layanan...
Damessa Perluas Layanan lewat Cabang Baru di Cileungsi
Membangun Revolusi Pembiayaan...
Membangun Revolusi Pembiayaan Sosial Nasional Tanpa Membebani APBN
SIG Sulap 60 Ton Sampah...
SIG Sulap 60 Ton Sampah Kelapa Jadi Pakan Ternak, Peternak di Aceh Hemat 60%
Kemenko PM Gelar Global...
Kemenko PM Gelar Global Talent Day, Buka Akses Kerja ke Jepang-Jerman
Selamatkan Petani, Peran...
Selamatkan Petani, Peran DSI dalam Tata Niaga Sawit Disebut Perlu Evaluasi Ulang
Purbaya Santai Tanggapi...
Purbaya Santai Tanggapi Risiko Pencucian Uang di Patriot Bond: Bisa Dipakai Bangun Ekonomi
Infografis
5 Negara Produsen Jet...
5 Negara Produsen Jet Tempur Terbesar di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved