Kehilangan Gas Rusia Mengancam Menjungkirbalikkan Lanskap Industri Eropa

Jum'at, 23 September 2022 - 23:58 WIB
loading...
Kehilangan Gas Rusia...
Volkswagen AG sedang menjajaki cara untuk mengatasi kekurangan gas alam, termasuk mengalihkan produksi di sekitar jaringan fasilitas globalnya. Foto/Dok
A A A
BERLIN - Volkswagen AG sedang menjajaki cara untuk mengatasi kekurangan gas alam, termasuk mengalihkan produksi di sekitar jaringan fasilitas globalnya. Hal ini menandakan bagaimana krisis energi yang dipicu oleh Perang Rusia Ukraina mengancam untuk menjungkirbalikkan lanskap industri Eropa.

Baca Juga: Gas Rusia Tak Tergantikan Bagi Industri Jerman, Ekonomi Terbesar Eropa Buntu

Volkswagen, produsen mobil terbesar di Eropa mengatakan, realokasi beberapa produksinya menjadi salah satu opsi yang tersedia dalam jangka menengah jika kekurangan gas berlangsung panjang hingga jauh melampaui musim dingin tahun ini.

Diketahui Volkswagen memiliki pabrik besar di Jerman, Republik Ceko dan Slovakia yang termasuk di antara negara-negara Eropa dengan ketergantungan tinggi kepada gas Rusia, serta mempunyai fasilitas di Eropa Selatan yang sumber energinya dari tempat lain.

“Sebagai alternatif jangka menengah, kami fokus pada lokalisasi yang lebih besar, relokasi kapasitas produksi, atau alternatif teknis, serupa dengan apa yang sudah menjadi praktik umum dalam konteks tantangan terkait kekurangan semikonduktor dan gangguan rantai pasokan baru-baru ini,” ujar Kepala pembelian Volkswagen, Geng Wu dalam sebuah pernyataan.

Keputusan Rusia membatasi pasokan gas ke Eropa telah menimbulkan kekhawatiran bahwa Jerman mungkin terpaksa menjatah bahan bakarnya. Berita terbaru bahwa tingkat penyimpanan gas Jerman sudah mencapai 90% lebih cepat dari jadwal untuk meredakan kekhawatiran krisis gas memasuki musim dingin kali ini.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Genderang Perang Dagang,...
Genderang Perang Dagang, Trump Ancam Tarif 100% yang Berani Pajaki Google, Meta, dan Apple!
Dikepung Sanksi Barat,...
Dikepung Sanksi Barat, Rusia Malah Cetak Rekor Hampir Semua Warganya Punya Kerjaan!
Badai PHK Guncang Inggris...
Badai PHK Guncang Inggris di Tengah Perang AS-Iran, Tembus Rekor Tertinggi 5 Tahun
Rubel Jadi Mata Uang...
Rubel Jadi Mata Uang Terkuat di Dunia, Sanksi Barat ke Rusia Tak Mempan
Eropa Diam-diam Borong...
Eropa Diam-diam Borong Gas Rusia hingga Tembus Rekor, Terjebak Skenario Krisis Energi?
Ekonomi Rusia Menyusut...
Ekonomi Rusia Menyusut tapi Rakyatnya Makin Kaya, Moskow Kebal Sanksi Barat?
Finlandia Izinkan Wilayahnya...
Finlandia Izinkan Wilayahnya Jadi Lokasi Pengerahan Senjata Nuklir NATO, Rusia Terancam
3 Alasan Denmark Larang...
3 Alasan Denmark Larang Mengumandangkan Azan, Tidak Ingin Seperti Islamabad
Rudal Ukraina Hancurkan...
Rudal Ukraina Hancurkan Pabrik Senjata Rusia
Rekomendasi
Silaturahmi di Lampung,...
Silaturahmi di Lampung, Jokowi: Aku Masih Seperti yang Dulu
Teknologi Chery Super...
Teknologi Chery Super Hybrid Bikin Biaya Mobilitas hanya Rp13 Ribuan Sehari
Jepang Gunakan Polisi...
Jepang Gunakan Polisi Wanita Berbasis AI untuk Memerangi Penipuan Identitas
Berita Terkini
Genderang Perang Dagang,...
Genderang Perang Dagang, Trump Ancam Tarif 100% yang Berani Pajaki Google, Meta, dan Apple!
Pacu Kinerja Bisnis,...
Pacu Kinerja Bisnis, Indo Artha Multitek Kenalkan Teknologi Layanan Haji
INDEF: Pemerintah Perlu...
INDEF: Pemerintah Perlu Evaluasi Kebijakan Ekonomi dan Perkuat Kolaborasi
Panaskan Mesin Ekonomi,...
Panaskan Mesin Ekonomi, Purbaya Tawarkan Bunga Kredit 4% untuk UKM Eksportir
BPS: Sensus Ekonomi...
BPS: Sensus Ekonomi 2026 Bukan untuk Penetapan Pajak Pribadi
Semarak HUT ke-58, BPJS...
Semarak HUT ke-58, BPJS Kesehatan Ajak Masyarakat Budayakan Hidup Sehat
Infografis
3 Alasan Greenland Jadi...
3 Alasan Greenland Jadi Kunci AS untuk Perang Nuklir Melawan Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved