KLHK Ajak Kadin Sukseskan Program Penyerapan Karbon Bersih 2030

Sabtu, 24 September 2022 - 17:30 WIB
loading...
KLHK Ajak Kadin Sukseskan...
Pemerintah terus berupaya mensukseskan program FoLU Net Sink 2030. FOTO/dok.Istimewa
A A A
JAKARTA - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mengajak Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia untuk mensukseskan program penyerapan karbon bersih di sektor kehutanan dan tata guna lahan atau FoLU Net Sink 2030.

Hal itu dikatakan Direktur Bina Pengolahan dan Pemasaran Hasil Hutan KLHK, Krisdianto dalam webinar New York Climate Week Dialogue : Regenerative Forest Business Sub Hub through Agroforesty, NTFP’S, and PES for Supporting the Indonesian FoLU Net Sink 2030 and NDC Commitments, yang digelar Kadin-Regenerative Forest Bussines Sub Hub (RFBSH) pada Jumat (23/9/2022).

Kegiatan serial webinar ini yang juga bertepatan dengan pekan dialog Iklim New York yang membahas mengenai Regenerative Forest Business Sub Hub melalui Agroforesty, Non-Timber Forest Products dan Payment for Ecosystem Services untuk mendukung FoLU Net Sink 2030 dan Komitmen NDC Indonesia.

"Model pelaksanaan multi usaha kehutanan kepada para pelaku usaha kehutanan Indonesia ini didasari oleh UU No 11 tahun 2020 yang memberikan peluang bagi pelaku usaha kehutanan untuk mendiversifikasikan bisnis mereka serta meningkatkan peran mereka terhadap kontribusi sosial, ekonomi, lingkungan hidup," kata Krisdianto.

Selanjutnya, secara khusus terhadap cita-cita Pemerintah Republik Indonesia tertuang di dalam Keputusan Menteri LHK No 168 tahun 2022 tentang FoLU Net Sink 2030 dan capaian Komitmen Nationally Determined Contribution (NDC) merupakan komitmen setiap negara pihak terhadap Persetujuan Paris terkait pengurangan emisi.

Dia menjelaskan terkait dengan pendekatan model RFBSH saat ini mengapa menjadi penting di dalam target untuk pencapaian Indonesia’s FOLU Net Sink dengan Komitmen NDC? Tentunya hal ini menjadi paradigma baru terkait dengan pengelolaan hutan yang lestari dengan menggunakan pendekatan public private collaboration untuk menjawab tercapainya environmental, social and governance (ESG). "Platform ESG menjadi salah satu pendekatan yang digunakan untuk mendukung multiusaha kehutanan yang inklusif," ujar Krisdianto.

Baca Juga: Menteri LHK: Upaya Indonesia Wujudkan Folu Net Sink 2030 Didukung AS

Pendekatan kolaborasi inklusi multi pihak dinilai dapat menjembatani hambatan dan tantangan pengusaha kehutanan dalam menguatkan bisnis regenerasi kehutanan seperti wanatani (agroforestry), imbal jasa lingkungan (PES) dan hasil hutan bukan kayu (NTFP’s).

Tentunya hal ini tidak hanya dibutuhkan dari kolaborasi multi pihak saja, namun juga berharap terdapat pendanaan melalui model public funding collaboration guna mewujudkan kemitraan antar sektor, baik sektor swasta, pemerintah dan masyarakat terkait dengan usaha pengelolaan bisnis kehutanan dalam rangka mendukung Indonesia’s FOLU Net Sink 2030 dan komitmen NDC di Indonesia dalam rangka mencapai target SDG’s Nasional.

Baca Juga: Indonesia-Uni Eropa Kerja Sama Berantas Pembalakan Liar

Pada kesempatan yang sama, Wakil Ketua Umum Bidang Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kadin Indonesia, Silverius Oscar Unggul mengungkapkan pihaknya bersedia untuk menjembatani antara pemerintah Indonesia dengan para pengusaha.

"Kesiapan kapasitas perusahaan kehutanan melalui peningkatan pengetahuan tentang multi usaha kehutanan, dialog dengan pemerintah dan pihak terkait lainnya serta kesiapan implementasi guna menghasilkan multi usaha kehutanan yang efektif dan efisien," kata Oscar.

(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
EPI Clean Energy Day...
EPI Clean Energy Day Catat Penghematan Emisi Lebih dari 710 Kg CO2e
Pangkas 79 Ton Emisi...
Pangkas 79 Ton Emisi per Tahun, Pertamina Perluas Penggunaan Energi Bersih di Kapal Tanker
Mendorong Standar Baru...
Mendorong Standar Baru Hilirisasi Nikel Berkelanjutan Tengah Tuntutan Global
Kadin Ungkap Nilai Dagang...
Kadin Ungkap Nilai Dagang Indonesia-Prancis Tembus USD1 Miliar di Kuartal I-2026
EV dan SPKLU, Infrastruktur...
EV dan SPKLU, Infrastruktur Penting untuk Mendukung Mobilitas Rendah Emisi
3 Opsi Sumber Pendapatan...
3 Opsi Sumber Pendapatan Daerah Potensial Selain Pajak Kendaraan Listrik
Blok M Jadi Lokasi Awal...
Blok M Jadi Lokasi Awal Penerapan Kawasan Rendah Emisi Jakarta
Jumhur Dorong Penanaman...
Jumhur Dorong Penanaman Bambu untuk Serap Emisi dan Tingkatkan Penghasilan Warga
Salurkan Hewan Kurban...
Salurkan Hewan Kurban ke Seluruh Indonesia, AYP: Bukti Kepedulian Kadin ke Sesama
Rekomendasi
Norwegia Siap Laporkan...
Norwegia Siap Laporkan FIFA, Protes Campur Tangan Trump dalam Kasus Kartu Merah Balogun
PSHKP Resmi Diluncurkan,...
PSHKP Resmi Diluncurkan, Siap Perkuat Tata Kelola Hukum dan Keuangan Publik
Trisno Pas Band Abaikan...
Trisno Pas Band Abaikan Kaki Bengkak sebelum Divonis Gagal Ginjal Kronis
Berita Terkini
Permintaan Hunian Tetap...
Permintaan Hunian Tetap Tinggi, Alam Sutera Kembangkan Kawasan Residensial Baru
Tak Hanya di Bali, PFII...
Tak Hanya di Bali, PFII Juga Akan Dibangun di Jakarta
SPKS Dorong Riset BPDP...
SPKS Dorong Riset BPDP Hasilkan Teknologi Murah untuk Petani Sawit
Transformasi IFG Tak...
Transformasi IFG Tak Hanya Streamlining, Tapi Perkuat Tata Kelola Investasi
Danantara Pangkas Ribuan...
Danantara Pangkas Ribuan BUMN Jadi 200-300 Entitas, Langkah Rasional Selamatkan Aset Negara
Laba Bank Mandiri Naik...
Laba Bank Mandiri Naik 25% Jadi Rp28,5 Triliun di Semester I-2026
Infografis
Inovasi Program Makan...
Inovasi Program Makan Siang Gratis, Berikut Manfaat Susu Ikan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved