Stabilisasi Harga Ayam Hidup, Swasta dan BUMN Didorong Serap Hasil Peternak Mandiri Kecil
Minggu, 25 September 2022 - 12:35 WIB
loading...
A
A
A
Berdasarkan data yang diterima, CPI telah melakukan penyerapan 3.920 ekor ayam hidup dengan bobot total sekitar 6.008 kg di peternakan yang berlokasi di Bogor. Sedangkan Malindo Feedmill menyerap 1.280 ekor ayam hidup atau dengan bobot total sekitar 2.688 kg di peternakan yang berlokasi di Gunung Kidul, Yogyakarta.
Arief menjelaskan, apabila melihat harga ayam hidup dalam 1-2 minggu terakhir, trennya sudah mulai naik. “Berdasarkan data Panel Harga Pangan NFA pada 11 September lalu harga terendah berada di Rp 17.000/kg, per 23 September ini ada kenaikan menjadi Rp17.250. Artinya ada kenaikan dan ini bagus untuk keberlangsungan usaha para peternak,” jelasnya.
Proses penyerapan ayam hidup peternak mandiri mikro dan kecil ini, menurut Arief, akan terus berlangsung sampai harga ayam hidup di tingkat peternak sesuai HAP.
Aksi penyerapan ayam hidup ini merupakan bentuk tindak lanjut dari penadatanganan Nota Kesepahaman Penyerapan Live Bird antara NFA bersama 10 perusahaan yang terdiri dari BUMN dan swasta, antara lain PT Berdikari sebagai member Holding BUMN Pangan, CPI, Japfa, Super Unggas Jaya, Malindo Feedmil, New Hope Indonesia, Intertama Trikecana, Cibadak Indah Sari Farm, Wonokoyo Jaya Corp, dan Sreeya Sewu. Penandatanganan nota kesepahaman tersebut juga turut melibatkan perwakilan Kemenko Perekonomian, Kementerian Pertanian, dan Satuan Tugas Pangan Polri.
“Melalui nota kesepahaman tersebut perusahan terdaftar akan terus kami dorong dan fasilitasi untuk melakukan penyerapan ayam hidup peternak mandiri kecil dengan harga sesuai dengan Harga Acuan Pembelian/Penjualan (HAP) yang telah disepakati sebelumnya, yaitu Rp21-23 ribu per kg. Volume minimum penyerapan rata-rata 1-3 truk per hari untuk tahap awal," bebernya.
"Untuk Japfa 18 truk di tahap awal. Selain itu, waktu dan lokasi penyerapan juga telah disepakati bersama. Dalam hal pendataan peternak, NFA bekerjasama dengan asosiasi Pinsar (Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia) dan Gopan (Gabungan Organisasi Peternak Ayam Nasional),” ujarnya.
Arief menjelaskan, apabila melihat harga ayam hidup dalam 1-2 minggu terakhir, trennya sudah mulai naik. “Berdasarkan data Panel Harga Pangan NFA pada 11 September lalu harga terendah berada di Rp 17.000/kg, per 23 September ini ada kenaikan menjadi Rp17.250. Artinya ada kenaikan dan ini bagus untuk keberlangsungan usaha para peternak,” jelasnya.
Proses penyerapan ayam hidup peternak mandiri mikro dan kecil ini, menurut Arief, akan terus berlangsung sampai harga ayam hidup di tingkat peternak sesuai HAP.
Aksi penyerapan ayam hidup ini merupakan bentuk tindak lanjut dari penadatanganan Nota Kesepahaman Penyerapan Live Bird antara NFA bersama 10 perusahaan yang terdiri dari BUMN dan swasta, antara lain PT Berdikari sebagai member Holding BUMN Pangan, CPI, Japfa, Super Unggas Jaya, Malindo Feedmil, New Hope Indonesia, Intertama Trikecana, Cibadak Indah Sari Farm, Wonokoyo Jaya Corp, dan Sreeya Sewu. Penandatanganan nota kesepahaman tersebut juga turut melibatkan perwakilan Kemenko Perekonomian, Kementerian Pertanian, dan Satuan Tugas Pangan Polri.
“Melalui nota kesepahaman tersebut perusahan terdaftar akan terus kami dorong dan fasilitasi untuk melakukan penyerapan ayam hidup peternak mandiri kecil dengan harga sesuai dengan Harga Acuan Pembelian/Penjualan (HAP) yang telah disepakati sebelumnya, yaitu Rp21-23 ribu per kg. Volume minimum penyerapan rata-rata 1-3 truk per hari untuk tahap awal," bebernya.
"Untuk Japfa 18 truk di tahap awal. Selain itu, waktu dan lokasi penyerapan juga telah disepakati bersama. Dalam hal pendataan peternak, NFA bekerjasama dengan asosiasi Pinsar (Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia) dan Gopan (Gabungan Organisasi Peternak Ayam Nasional),” ujarnya.
Lihat Juga :