Mendag Zulhas: Produk Tak Penuhi SNI Bisa Matikan Industri

Minggu, 25 September 2022 - 21:24 WIB
loading...
Mendag Zulhas: Produk...
Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan mengungkapkan, bahwa barang-barang yang tidak memenuhi standar menyebabkan kerugian besar untuk konsumen dan bisa mematikan industri. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Menteri Perdagangan atau Mendag Zulkifli Hasan mengungkapkan, bahwa barang-barang yang tidak memenuhi standar menyebabkan kerugian besar untuk konsumen. Selain itu dia juga menyebutkan bahwa penyebaran barang-barang tidak memenuhi standar nasional Indonesia (SNI) akan menghancurkan industri dalam neger i.

"Karena gak standar harganya murah, ilegal, bisa mematikan industri garmen kita, bisa mengganggu industri baja kita dan lain-lain," ujar Mendag Zulhas dalam acara Kinerja 100 Hari Kerja Menteri Perdagangan di Auditorium Kemendag, Minggu (25/9/2022).

Baca Juga: 100 Hari Jabat Menteri Perdagangan, Zulhas: Ekspor Naik, Harga Pangan Stabil

Sebelumnya pada awal Agustus lalu, Mendag Zulhas mengamankan mengamankan sementara produk baja yang diduga tidak memenuhi persyaratan mutu Standar Nasional Indonesia (SNI) senilai Rp41,68 miliar. Setelah diuji, produk-produk tersebut dinyatakan tidak memenuhi ketentuan SNI, yakni SNI 07-2053-2006 dan SNI 4096:2007.

Baca Juga: Soal Impor Baja Ilegal, Mendag Zulhas: Kita Akan Sikat!

Ditekankan oleh Mendag bahwa dirinya dan jajaran Kemendag sekuat tenaga berusaha melakukan pemusnahan barang-barang yang tidak memenuhi standar. "Seperti kemarin di Surabaya itu elektronik, alat masak, rice cooker. Masak tapi sore bisa basi, kan rugi konsumennya," ujar Mendag.

Selain alat elektronik, pakaian bekas yang yang tidak memenuhi standar juga turut akan dimusnahkan. "Ini kita musnahkan beberapa waktu lalu pakaian bekas, pakaian bekas sudah berjamur, itukan bahaya," papar dia.

Kemudian salah satu industri yang juga turut jadi perhatian adalah industri baja, sebab Kemendag juga menemukan baja yang tidak memenuhi standar yang akan membahayakan jika digunakan. "Yang besar baja, itu kemarin 3.000 ton hampir di satu lapangan bola banyaknya," jelasnya.

(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Hasil Seleksi Pelatihan...
Hasil Seleksi Pelatihan Vokasi Batch 2 Diumumkan 18 Juni 2026, Begini Cara Aksesnya
Dorong Penguatan Pendidikan...
Dorong Penguatan Pendidikan Vokasi Ganda, Endress+Hauser Gelar Education Forum 2026
Kenaikan Kurs Dolar...
Kenaikan Kurs Dolar dan Harga Energi Hantam Industri Galangan Kapal Nasional
Koelnmesse dan AMARA...
Koelnmesse dan AMARA Expo Jalin Kemitraan, Dorong Pertumbuhan Pameran Dagang di Indonesia
Industri AMDK di Antara...
Industri AMDK di Antara Tekanan Energi dan Logistik, Menunggu Keberpihakan Negara
Industri Tekstil Kena...
Industri Tekstil Kena Efek Perang, Harga Bahan Baku Melonjak 40%
Partai Perindo NTT Gandeng...
Partai Perindo NTT Gandeng GMIT, Dorong SNI agar UMKM Naik Kelas
SNI Bukan Sekadar Regulasi,...
SNI Bukan Sekadar Regulasi, Mahasiswa IPB Diajak Memahami Budaya Mutu di Industri Pangan
SNI Jadi Benteng Produk...
SNI Jadi Benteng Produk Lokal dan Jalan IKM Tembus Ekspor
Rekomendasi
Anggota Polri dan TNI...
Anggota Polri dan TNI Gugur saat Selamatkan Anak Tenggelam di Pantai Maluku Tenggara
Quick Marriage with...
Quick Marriage with Twins: A Dazzling Mom's Tale di V+Short, Kisah Ibu Tangguh yang Menemukan Cinta Lamanya
MLSC All-Stars 2026:...
MLSC All-Stars 2026: 12 Tim Terbaik Siap Berebut Gelar Juara di Kudus
Berita Terkini
Perkuat Layanan Digital...
Perkuat Layanan Digital melalui Care+, LGI Hadirkan Fitur Wellness
Pasokan Seret Batu Bara...
Pasokan Seret Batu Bara Picu Pemadaman Listrik, Legislator Soroti Lambannya Persetujuan RKAB
MyPertamina Gelar Program...
MyPertamina Gelar Program Pesta Bola, Tingkatkan Engagement melalui Ekosistem Digital
Dorong Ekonomi Desa...
Dorong Ekonomi Desa Binaan, Program Genera-Z Berbakti BCA Siap Masuki Fase Implementasi
Insentif Motor Listrik...
Insentif Motor Listrik Ditunda Satu Bulan, Menko Airlangga: Masih Dikaji
Tokocrypto Resmi Bergabung...
Tokocrypto Resmi Bergabung ke Ekosistem ICEX Group, Proses Migrasi Lima PAKD Selesai
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved