Joss, Ditemukan Harta Karun Migas Baru dari Sumatera hingga Ujung Papua

Senin, 26 September 2022 - 08:36 WIB
loading...
Joss, Ditemukan Harta...
Hingga September 2022, eksplorasi PHE telah menemukan cadangan migas (minyak dan gas bumi) baru dari delapan sumur yang berasal dari Sumatera, Jawa, Kalimantan, hingga ujung Papua. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - PT Pertamina Hulu Energi (PHE) Subholding Upstream Pertamina menjadi perusahaan hulu yang paling aktif mencari cadangan minyak dan gas bumi (migas) sebagai komitmen menjaga ketahanan energi nasional melalui beragam metode teknologi eksplorasi mutakhir.

Baca Juga: Siapa Bilang Harta Karun Migas RI Sudah Habis, Nih Buktinya

PHE dalam melakukan aktivitas eksplorasi memiliki tiga strategi inisiatif, yaitu pengelolaan aset WK eksisting di mana kontribusi eksplorasi dibutuhkan dalam mempertahankan dan meningkatkan produksi migas eksisting. Selanjutnya strategi New Ventures yang mana Subholding Upstream Pertamina mencari potensi eksplorasi yang baru.

“Dan yang terakhir strategi partnership untuk sharing risk & cost serta technology & knowledge transfer melalui akselerasi proses kerja sama dan joint bidding domestic serta luar negeri,” kata Muadz Abdurrahman Rifqi, Geoscientist Overseas Asset Exploration PHE dalam keterangannya di Jakarta, Senin (26/9/2022).

Baca Juga: Harta Karun Migas RI Kembali Ditemukan, Siap-siap Digarap Asing

Rifqi mengatakan, hingga September 2022, eksplorasi PHE telah menemukan cadangan migas baru dari delapan sumur yang berasal dari Sumatera, Jawa, Kalimantan, hingga ujung Papua. Dengan realisasi pengeboran yang ada hingga kini, PHE sukses mencetak success ratio mencapai 68 persen.

"Ini angka realisasi success ratio yang tinggi di industri hulu migas," kata Rifqi saat berbicara di booth PHE di ajang 46th IPA Exhibition and Convention di Jakarta Convention Center.

Tidak berhenti melakukan eksplorasi yang masif dan agresif di existing asset, Direktorat Eksplorasi PHE juga gencar melakukan aktivitas eksplorasi New Ventures di area terbuka melalui kegiatan Komitmen Kerja Pasti Jambi Merang (KKP JM).

Salah satu kegiatan pencarian ' harta karun ' minyak dilakukan PT Pertamina Hulu Energi Jambi Merang (PHE Jambi Merang), bagian dari Regional 1 Sumatera Subholding Upstream Pertamina. Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) PHE Jambi Merang melakukan survei seismik 2D lepas pantai yang merupakan aktivitas eksplorasi terbesar selama satu dekade terakhir karena melewati perairan Bangka hingga Seram.

Seismik 2D ini menggunakan teknologi 2D seismic marine broadband dan dikerjakan oleh single operator, yaitu Kapal Elsa Regent milik PT Elnusa Tbk, anak usaha PHE.

"Broadband seismik, low frequency data memberikan detail image reservoir. Survei sudah melewati 35 basin. sejauh 32 ribu km," ujar M Syahdan Kubbhi, Geoscientist New Venture-Domestic.

Syahdan mengatakan PHE Jambi Merang bekerja sama dengan Elnusa juga melakukan survei seismik 2D vibroseis. Survei tersebut menggunakan kendaraan khusus yang menjadi sumber vibro atau getaran yang akan mengeluarkan gelombang.

Pelaksanaan survei dan pengolahan data yang akan berjalan sepanjang 1.000 Km di sepanjang area sub vulkanik Pulau Jawa, dimulai dari Jawa Barat, Jawa Tengah dan akan berakhir di Jawa Timur. Menurut Syahdan, gelombang yang dihasilkan tersebut ditangkap oleh alat penerima gelombang bernama Smartsolo yang dipasang di sepanjang lintasan area survei.

Kegiatan eksplorasi PHE berikutnya, tambah Syahdan, adalah survei geofisika menggunakan teknologi enhanced Full Tensor Gradiometry (eFTG) di Cekungan Bintuni dan Salawati, Papua Barat.

Survei ini dilakukan sepanjang 23.000 Km dan mencakup area seluas 45.000 Km2. Dalam melakukan survei tersebut, PHE Jambi Merang menjalin mitra dengan PT Mahakarya Geo Survey yang berkolaborasi dengan AustinBridgeporth. Kegiatan survei dilakukan dengan pesawat DC3 Turbo Prop yang dimodifikasi dan dimodernisasi, dilengkapi dengan serangkaian teknologi termasuk eFTG dengan gravimeter scalar terintegrasi, magnetometer, dan sistem LiDAR VUX1-LR.

Selain Cekungan Bintuni-Salawati, lanjut Syahdan, PHE juga sedang melakukan survei FTG terbesar di Indonesia di cekungan frontier lain di Papua dengan panjang lebih dari 31.000 km dan mencakup area seluas 60.000 km2. Kemajuan survei yang dilakukan bersama Rubotori Indonesia dan Bell Geospace ini mencapai lebih dari 50%.

(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pertamina EP Bukukan...
Pertamina EP Bukukan Produksi Migas 205 Ribu MBOEPD Sepanjang 2025
PHE Catat Produksi Migas...
PHE Catat Produksi Migas 1,03 Juta BOEPD di 2025, Kuasai 65% Lifting Minyak RI
Menimbang Kemampuan...
Menimbang Kemampuan BUMD Mengelola Cadangan Migas di Blok Ganal
PHE ONWJ Kenalkan Teknologi...
PHE ONWJ Kenalkan Teknologi Perpipaan Migas ke Mahasiswa
Peran Perempuan Kian...
Peran Perempuan Kian Strategis di Industri Migas
Catat Produksi Minyak...
Catat Produksi Minyak 1 Juta Barel, PHE Perkuat Peran Strategis Jaga Ketahanan Energi
IAFMI Factory Visit...
IAFMI Factory Visit ke Kawasan Industri Krakatau Steel Cilegon
Logam Aneh dari Luar...
Logam Aneh dari Luar Angkasa Ditemukan di Tumpukan Harta Karun Kuno
China Temukan Deposit...
China Temukan Deposit Emas Bawah Laut Terbesar
Rekomendasi
Iran Tegaskan Pengelolaan...
Iran Tegaskan Pengelolaan Selat Hormuz akan Disepakati Melalui Dialog Regional
Waka BGN Sony Sonjaya...
Waka BGN Sony Sonjaya Ajukan Justice Collaborator, Kejagung Bakal Periksa Pekan Depan
Perlukah Melakukan Resolusi...
Perlukah Melakukan Resolusi Hidup di Tahun Baru Islam?
Berita Terkini
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan...
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan China, Ekspor Minyak Iran Merosot 80%
SIG Resmikan Fasilitas...
SIG Resmikan Fasilitas Ekspor Tuban, Bidik 450.000 Ton Semen ke AS
Penguatan IHSG dan Rupiah...
Penguatan IHSG dan Rupiah Berlanjut, Pasar Respons Positif Kepastian Posisi Menkeu
Perdana, Danantara Terbitkan...
Perdana, Danantara Terbitkan Obligasi Global Senilai USD1,5 Miliar
Sucofindo Gelar ENSIA...
Sucofindo Gelar ENSIA 2026, Dorong Inovasi Berkelanjutan
Kajian 13 Proyek Hilirisasi...
Kajian 13 Proyek Hilirisasi Rampung Juli, Nilainya Ditaksir Capai Rp239 Triliun
Infografis
7 Perang Besar di Selat...
7 Perang Besar di Selat Malaka, dari Jalur Rempah hingga Medan Tempur Kekuatan Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved