Dirut Garuda Indonesia Ungkap Pengelolaan Bisnis ke Depan

Senin, 26 September 2022 - 19:00 WIB
loading...
Dirut Garuda Indonesia...
Dirut Garuda Indonesia Irfan Setiaputra. FOTO/dok.SINDOnews
A A A
JAKARTA - Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra menyampaikan bahwa pihaknya terus melakukan berbagai upaya agar perusahaan dapat memperbaiki keuangan perusahaan, seperti melaksanakan program restrukturisasi secara komperensif hingga membuat roadmap bisnis ke depan.

Optimalisasi jumlah pesawat juga terus dilakukan dibarengi dengan penurunan tarif sewa pesawat, pemberlakuan mekanisme power by the hour, inisiatif rute untuk meningkatkan profitabilitas, dan peningkatan ancillary revenue dengan mengimplementasikan inisiatif-inisiatif dalam business plan tersebut. Selama ini masalah yang terjadi di Garuda Indonesia adalah biaya sewa pesawat yang tinggi serta pengelolaan rute yang ridak maksimal.

"Masalah Garuda terjadi karena biaya sewa pesawat yang tinggi dan di atas rata-rata pasar, dan pengelolaan rute yang tidak maksimal karena terbang ke banyak tempat dan waktu tidak terdefinisi dengan baik, dan diperparah kondisi covid," ujar Irfan, dalam rapat dengan Komisi XI DPR, Senin (26/9/2022).

Baca Juga: Suntik Modal Garuda hingga Bank Tanah, Sri Mulyani Minta Tambahan PMN Rp15,5 Triliun

"Secara fix cost kita sangat tinggi, sementara dari segi pendapatan sangat turun drastis. Oleh sebab itu, upaya kita selama satu tahun kita mencoba negosiasi dengan para kreditur, namun demikian dalam perjalanannya kami memahami bahwa program reskturisasi secara komperensif ini menjadi sangat kritikal," imbuhnya.

Irfan mengungkapkan bahwa pihaknya akan melakukan pengurangan jumlah pesawat di rute yang tidak mengalami keuntungan ataupun sepi penumpang, dari semula 172 rute, hanya akan menjadi 70-an rute.

Baca Juga: Dirut Garuda Indonesia Irfan Setiaputra: Garuda Siap Mengembalikan Kepercayaan Publik

Terkait bisnis plan dibutuhkan PMN Rp 7,5 triliun melalui rights issue dan perubahan struktur kepemilikan karena konversi utang kreditur dalam skema PKPU, Garuda Indonesia membutuhkan dukungan Komisi XI, PMN dan rights issue paska PKPU.

(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Raih Predikat Tertinggi...
Raih Predikat Tertinggi IRCA Dua Kali Berturut-turut, GDPS Tegaskan Budaya Kepatuhan
Pastikan Kelancaran...
Pastikan Kelancaran Pemulangan Jemaah Haji, Garuda Indonesia Intensif Koordinasi dengan Arab Saudi
Setelah Arab, GDPS Kembali...
Setelah Arab, GDPS Kembali Kirim Tenaga Profesional untuk Proyek MRO di Korsel
Harga Tiket Pesawat...
Harga Tiket Pesawat Garuda Indonesia Resmi Naik, Begini Penjelasan Dirutnya
Garuda Indonesia Tatap...
Garuda Indonesia Tatap Fase Turnaround 2026: Suntikan Modal Rp23,7 Triliun Jadi Amunisi
Perluas Kerja Sama,...
Perluas Kerja Sama, GDPS Berangkatkan Tenaga Profesional Aviasi ke Arab Saudi
Alasan Utama Maskapai...
Alasan Utama Maskapai BUMN Ini Migrasi ke SAP Cloud ERP Private
Garuda Indonesia Turun...
Garuda Indonesia Turun Kelas: Skytrax Pangkas Status dari Bintang 5 ke Bintang 4
Garuda Hibahkan Pesawat...
Garuda Hibahkan Pesawat untuk Aceh, Wamenhaj: Permudah Jemaah Manasik Haji
Rekomendasi
The Banjoemas, Diplomasi...
The Banjoemas, Diplomasi Identitas Banyumas di Pusat Budaya Ibu Kota
Tersangka Kasus Ijazah...
Tersangka Kasus Ijazah Jokowi Desak Polisi Buat Kepastian Hukum
Dibully Sampai Hidupnya...
Dibully Sampai Hidupnya Hancur, Ini Balas Dendam Anna di Microdrama V+Short She Was Never Gone
Berita Terkini
Binus School dan Damai...
Binus School dan Damai Indah Golf Sinergi Perkuat Pengembangan Soft Skill Siswa
Permintaan Minyak Dunia...
Permintaan Minyak Dunia Diramal Turun 1,1 Juta Barel per Hari di 2026
Centrepark Perkuat Penerapan...
Centrepark Perkuat Penerapan Parkir Cashless di Properti Komersial Indonesia
Industri Aset Digital...
Industri Aset Digital Dorong Penguatan Ekosistem Hospitality Bandara
Solusi Atasi Sampah...
Solusi Atasi Sampah Laut, Komut Pertamina Mochamad Iriawan Hadirkan Kapal Pintar ke Pesisir Bali
Antam Tebar Dividen...
Antam Tebar Dividen Jumbo Rp5,04 Triliun, 70% dari Laba Bersih di 2025
Infografis
Trade Misinvoicing dan...
Trade Misinvoicing dan Upaya Penguatan Integritas Perdagangan Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved