Tingkatkan Nilai Produk Kakao, Kemendag Jajaki Kerja Sama dengan Italia

Senin, 26 September 2022 - 20:45 WIB
loading...
Tingkatkan Nilai Produk...
Pemerintah terus berupaya meningkatkan nilai produk Kakao. FOTO/dok.SINDOnews
A A A
JAKARTA - Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) bekerja sama dengan program Arise+ Indonesia mengembangkan dan memperluas produk-produk Indikasi Geografis (IG) Indonesia. Salah satunya dengan melakukan kunjungan kerja ke Modica, Italia dalam rangka misi pembelajaran (study mission) pada 21-23 September 2022 untuk mendalami cara-cara mengembangkan cokelat Modica sebagai produk IG negara tersebut.

"Dari kunjungan ini, delegasi Indonesia mempelajari cara Italia mengembangkan cokelat Modica sebagai produk IG hingga mampu berkembang pesat dan menumbuhkan industri makanan yang maju dan dibanggakan," ujar Direktur Pengembangan Ekspor Produk Manufaktur Ni Made Ayu Marthini, Senin (26/9/2022).

Baca Juga: Mengembalikan Kejayaan Daerah Penghasil Kakao Terbesar di Indonesia

Dalam kunjungan kerja tersebut, Delegasi Indonesia melakukan dialog dengan Pemerintah Daerah Modica, Consortium Chocolate Modica, Sekolah Gastronomi Modica, Museum cokelat, butik dan pabrik cokelat, serta retailer produk Kakao Modica.

“Pembelajaran penting yang kami dapat dari Modica adalah sinergi seluruh pemangku kepentingan dalam memajukan produk IG coklat Modica. Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis (MPIG/konsorsium) menjaga tradisi dan kualitas produk, pemerintah daerahnya melakukan promosi dan pemasaran, serta bersama pemerintah pusat membentuk kelembagaan dan mekanisme agar IG yang terdaftar terlindungi,” ungkap Made.

Sebagai negara yang memiliki PGI paling besar di Eropa, Italia memiliki 879 produk IG dari total 3310 produk IG yang terdaftar di Uni Eropa. Perlindungan ini tidak hanya meningkatkan kesejahteraan para petani dan artisan pemilik IG, tetapi juga menjaga kualitas produk, originalitas, keunikan, dan tradisi.

Cokelat Modica merupakan salah satu cokelat yang mendapat perlindungan IG di Italia. Keunikannya adalah terjaganya tradisi ratusan tahun sejak 1746, dimana tradisi coklat diperkenalkan oleh Spanyol yang membawanya dari Amerika Latin. Proses pembuatan cokelat Modica memadukan kakao murni dengan gula dengan persentase 50:50 sampai 99:1.

Selain itu, cokelat Modica diproses dalam keadaan dingin tanpa menggunakan lemak tambahan, hanya lemak cocoa (cocoa butter) yang secara alami terdapat pada biji kakao.

“Tradisi pengolahan sejak ratusan tahun dan komposisi unik inilah yang menjadi kekuatan narasi atau cerita yang bernilai tinggi dari cokelat cokelat Modica tersebut, sehingga layak didaftarkan dan dilindungi di Italia atau PGI," imbuh Made.

Perkembangan cokelat Modica juga sangat pesat dan berkontribusi besar bagi industri ekonomi wisata. Hanya dalam jangka waktu 10 tahun, di Modica berkembang menjadi 750 penginapan dari sebelumnya hanya terdapat 56 penginapan kecil (hotel bed & breakfast). Hal ini karena cokelat modica menjadi salah satu atraksi menarik bagi turis yang datang ke Modica.

Baca Juga: Kakao dari Perkebunan Rakyat di Bali Didorong Jadi Produk Unggulan Ekspor

Dewan Kakao Indonesia dan MPIG Kakao Berau berharap, dari misi kunjungan terjalin kemitraan lebih luas antara cokelat Modica dengan MPIG Kakao Berau yang saling menguntungkan. Beberapa artisan cokelat Modica saat ini telah menggunakan Kakao dari Berau, Kalimantan Timur, yang menghasilkan cokelat prima.

“Kami berharap ekspor Kakau Berau akan semakin tinggi ke Italia, dan industri coklat Indonesia juga berkembang luas," pungkas Made.

Sebagai informasi, hingga saat ini terdapat total 120 produk yang terdaftar sebagai IG di Indonesia yaitu 105 produk IG domestik dan 15 produk luar negeri. Misalnya, Kopi Gayo, Kopi Kintamani, Kopi Manggarai, Gula Kelapa Kulonprogo, Lada Munthok, Vanila Alor, dan Kakao Berau.

(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ini Jenis Produk Sawit...
Ini Jenis Produk Sawit dan Batu Bara yang Ekspornya Diatur Lewat PT DSI
Pemerintah Pastikan...
Pemerintah Pastikan Harga MinyaKita Naik, Ini Sebabnya
Pemerintah Godok Aturan...
Pemerintah Godok Aturan Baru Kenaikan HET MinyaKita
Bahan Baku Plastik Langka,...
Bahan Baku Plastik Langka, Indonesia Sibuk Cari Sumber Pasokan Alternatif ke 3 Negara
China dan Indonesia...
China dan Indonesia Makin Mesra, Nilai Ekspor Nasional Tembus Rp1.000 Triliun
BPS dan Kemendag Perkuat...
BPS dan Kemendag Perkuat Sinergi Penyediaan Data Harga Bahan Pokok
Prihatin Harga Telur...
Prihatin Harga Telur Anjlok, Sarifah DPR Dorong Kemendag Gandeng BGN
Kemendagri dan KEPP...
Kemendagri dan KEPP Otsus Papua Dorong Pengembangan Komoditas Kakao di Yapen, Jayapura, Mansel
JETRO Jakarta dan Kementerian...
JETRO Jakarta dan Kementerian Perdagangan RI Gelar Business Matching Perusahaan Jepang–Indonesia
Rekomendasi
Taufik Hidayat Pelaku...
Taufik Hidayat Pelaku Penganiayaan Sadis Ditangkap di Majalaya
Putusan PTUN Tegaskan...
Putusan PTUN Tegaskan Keabsahan SK Menkum, Kepemimpinan Mardiono sebagai Ketum PPP Sah
Taufik Hidayat Penyekap...
Taufik Hidayat Penyekap dan Penganiaya Sadis Pacar Tertawa saat Digiring ke Polda Jabar
Berita Terkini
Damessa Perluas Layanan...
Damessa Perluas Layanan lewat Cabang Baru di Cileungsi
Membangun Revolusi Pembiayaan...
Membangun Revolusi Pembiayaan Sosial Nasional Tanpa Membebani APBN
SIG Sulap 60 Ton Sampah...
SIG Sulap 60 Ton Sampah Kelapa Jadi Pakan Ternak, Peternak di Aceh Hemat 60%
Kemenko PM Gelar Global...
Kemenko PM Gelar Global Talent Day, Buka Akses Kerja ke Jepang-Jerman
Selamatkan Petani, Peran...
Selamatkan Petani, Peran DSI dalam Tata Niaga Sawit Disebut Perlu Evaluasi Ulang
Purbaya Santai Tanggapi...
Purbaya Santai Tanggapi Risiko Pencucian Uang di Patriot Bond: Bisa Dipakai Bangun Ekonomi
Infografis
Rencana Trump untuk...
Rencana Trump untuk Gaza Sama dengan Pembersihan Etnis
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved