Hipmi Ungkap Dampak Besar Jika Sektor UMKM Terdampak Suku Bunga
Selasa, 27 September 2022 - 14:38 WIB
loading...
Pengusaha cilik bakal kian tercekik dengan kenaikan suku bunga bank. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Wakil Ketua Umum BPP Himpunan Pengusaha Muda Indonesia ( Hipmi ) Anggawira mengatakan, UMKM merupakan sektor yang paling terdampak dari naiknya suku bunga Bank Indonesia sebesar 50 basis poin (bps).
Baca juga: 27 BPD Sepakat Munas XVII HIPMI Digelar di Surabaya Jawa Timur
"Semua sektor usaha terdampak, tapi yang paling berasa adalah UMKM karena mereka banyak memanfaatkan pembiayaan dari perbankan. Jadi kalau suku bunganya naik, imbasnya ke mereka juga," ujar Anggawira dalam program Market Review IDX Channel, Selasa (27/9/2022).
Hipmi meminta pemerintah untuk memperluas program kredit usaha rakyat (KUR) sehingga mendorong semangat para pelaku UMKM untuk terus melanjutkan usahanya. Jika sektor UMKM terganggu, maka akan berdampak ke perekonomian secara lebih luas.
"Saya rasa program KUR yang saat ini sudah ada mungkin bisa diperluas atau mungkin ada strategi yang bisa dilakukan perbankan sehingga tetap memberikan suatu optimisme kepercayan diri kepada pelaku usaha kecil. Kalau (UMKM) sampai down, juga bisa mengakibatkan pelemahan dalam agresivitas ekonomi kita ke depan," kata Anggawira.
Baca juga: 27 BPD Sepakat Munas XVII HIPMI Digelar di Surabaya Jawa Timur
"Semua sektor usaha terdampak, tapi yang paling berasa adalah UMKM karena mereka banyak memanfaatkan pembiayaan dari perbankan. Jadi kalau suku bunganya naik, imbasnya ke mereka juga," ujar Anggawira dalam program Market Review IDX Channel, Selasa (27/9/2022).
Hipmi meminta pemerintah untuk memperluas program kredit usaha rakyat (KUR) sehingga mendorong semangat para pelaku UMKM untuk terus melanjutkan usahanya. Jika sektor UMKM terganggu, maka akan berdampak ke perekonomian secara lebih luas.
"Saya rasa program KUR yang saat ini sudah ada mungkin bisa diperluas atau mungkin ada strategi yang bisa dilakukan perbankan sehingga tetap memberikan suatu optimisme kepercayan diri kepada pelaku usaha kecil. Kalau (UMKM) sampai down, juga bisa mengakibatkan pelemahan dalam agresivitas ekonomi kita ke depan," kata Anggawira.
Lihat Juga :