Para Menteri Pertanian Dunia Kumpul di Bali, Intip Agendanya
Selasa, 27 September 2022 - 23:22 WIB
loading...
A
A
A
AMM akan diawali oleh side event Global Forum pada hari pertama. Global Forum menjadi wadah diskusi untuk membahas secara spesifik tentang peningkatan partisipasi dan kapasitas perempuan dan pemuda dalam implementasi pertanian digital. Panel diskusi yang terbagi ke dalam beberapa sesi akan diisi oleh Direktur Jenderal FAO, menteri pertanian dari beberapa negara G20, organisasi internasional bidang pertanian, serta sejumlah perusahaan start up dan global company.
"Beberapa perusahaan start up yang sudah dijadwalkan mengisi panel adalah PT Bali Organik Subak dari Indonesia, Pinduoduo dari Cina, dan AgUnity dari Australia," ujar Kuntoro.
Pada hari kedua, AMM akan memasuki agenda utama, yaitu Pertemuan tingkat menteri Kelompok Kerja (Pokja) Pertanian. Pertemuan akan dibagi menjadi empat sesi. Setiap sesi di tiga sesi pertama berfokus pada penyampaian pernyataan oleh delegasi terkait satu dari tiga isu prioritas utama yang diangkat oleh Pokja Pertanian Presidensi G20 Indonesia.
"Lalu pada sesi keempat diharapkan akan dikeluarkan komunike sebagai komitmen bersama semua negara yang hadir. Komunike tersebut kemudian disampaikan kepada Presidensi G20 Indonesia untuk menjadi masukan pada KTT G20 mendatang, November 2022 di Bali," sebut Kuntoro.
Selain rangkaian sidang dan diskusi, Kuntoro juga menyebutkan Kementan akan memfasilitasi pertemuan bilateral antar menteri pertanian negara-negara G20 di sela rangkaian kegiatan AMM.
"Sejumlah negara sudah mengajukan permintaan untuk mengadakan pertemuan bilateral, baik dengan Menteri Pertanian RI maupun negara lain. Fasilitasi ini sangat penting dan memiliki peran strategis dalam memperkuat sinergi antar negara," imbuhnya.
"Beberapa perusahaan start up yang sudah dijadwalkan mengisi panel adalah PT Bali Organik Subak dari Indonesia, Pinduoduo dari Cina, dan AgUnity dari Australia," ujar Kuntoro.
Pada hari kedua, AMM akan memasuki agenda utama, yaitu Pertemuan tingkat menteri Kelompok Kerja (Pokja) Pertanian. Pertemuan akan dibagi menjadi empat sesi. Setiap sesi di tiga sesi pertama berfokus pada penyampaian pernyataan oleh delegasi terkait satu dari tiga isu prioritas utama yang diangkat oleh Pokja Pertanian Presidensi G20 Indonesia.
"Lalu pada sesi keempat diharapkan akan dikeluarkan komunike sebagai komitmen bersama semua negara yang hadir. Komunike tersebut kemudian disampaikan kepada Presidensi G20 Indonesia untuk menjadi masukan pada KTT G20 mendatang, November 2022 di Bali," sebut Kuntoro.
Selain rangkaian sidang dan diskusi, Kuntoro juga menyebutkan Kementan akan memfasilitasi pertemuan bilateral antar menteri pertanian negara-negara G20 di sela rangkaian kegiatan AMM.
"Sejumlah negara sudah mengajukan permintaan untuk mengadakan pertemuan bilateral, baik dengan Menteri Pertanian RI maupun negara lain. Fasilitasi ini sangat penting dan memiliki peran strategis dalam memperkuat sinergi antar negara," imbuhnya.
Lihat Juga :