Krisis Utang Hantam Afrika, Ketua G20 Menyerukan Aksi Global

Jum'at, 11 Juli 2025 - 07:28 WIB
loading...
Krisis Utang Hantam...
Presiden Afrika Selatan (Afsel) menyerukan tindakan global yang mendesak dan kolektif untuk mengatasi beban utang yang semakin besar yang menghancurkan banyak negara berkembang, terutama di Afrika. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Presiden Afrika Selatan (Afsel), Cyril Ramaphosa telah menyerukan tindakan global yang mendesak dan kolektif untuk mengatasi beban utang yang semakin besar yang menghancurkan banyak negara berkembang , terutama di Afrika . Ia menekankan perlunya pendanaan yang berkelanjutan dan terjangkau untuk mencapai Sustainable Development Goals (SDGs) pada tahun 2030.

Setelah Konferensi Pembiayaan untuk Pengembangan ke-4 yang diadakan di Sevilla, Spanyol, Ramaphosa mengatakan bahwa dunia menghadapi "tantangan yang lebih menakutkan daripada yang pernah terjadi sebelumnya,". Tantangan yang dimaksud di antaranya termasuk krisis iklim, kemiskinan, dan ketidakstabilan ekonomi.

Baca Juga: Ketergantungan Afrika Selatan pada Batu Bara Membahayakan Ekonomi

Ia juga menyoroti kekurangan pendanaan yang sangat besar yang dihadapi dunia: "Diperkirakan bahwa dunia memerlukan tambahan USD4 triliun per tahun untuk mencapai target SDGs PBB pada tahun 2030, sebuah kekurangan yang hanya bisa ditutup melalui pembiayaan berkelanjutan jangka panjang yang lebih terjangkau," ungkapnya seperti dilansir RT.

Ditekankan juga olehnya bahwa tantangan semakin besar akibat pembayaran utang, Ia mencatat bahwa kini ada sekitar 3,4 miliar orang yang tinggal di negara-negara yang menghabiskan lebih banyak uangnya untuk pembayaran bunga kepada kreditur dibandingkan kesehatan dan pendidikan.

Mengutip Komisi Jubilee oleh mendiang Paus Fransiskus, Ramaphosa mengatakan: "Beberapa negara telah gagal membayar utang mereka, mereka juga gagal memenuhi kebutuhan rakyat mereka, lingkungan, dan masa depan mereka."
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Panda Bond Bakal Dinilai...
Panda Bond Bakal Dinilai Lembaga Rating China, Purbaya Tak Peduli Hasil S&P dan Moody's
Utang Luar Negeri Indonesia...
Utang Luar Negeri Indonesia Bengkak Tembus Rp7.795 Triliun
Terancam Bangkrut? 27...
Terancam Bangkrut? 27 Negara Panik Amankan Dana Darurat Bank Dunia
Utang Dunia Tembus Rekor...
Utang Dunia Tembus Rekor Gila Rp6.168 Kuadriliun! Investor Mulai Buang AS?
Purbaya Ungkap Administrasi...
Purbaya Ungkap Administrasi di Danantara Hambat Restrukturisasi Utang Whoosh
Utang Pemerintah Tembus...
Utang Pemerintah Tembus Rp9.920 Triliun, Purbaya: Kita Paling Hati-hati di Dunia
TERUNGKAP! Dokter Tifa...
TERUNGKAP! Dokter Tifa Terjerat Utang Ratusan Juta, Apartemen Disita PN Jakarta Selatan
Tanda-tanda Lempeng...
Tanda-tanda Lempeng Tektonik Baru Lahir di Afrika Ditemukan
Dibantu Tentara Rusia,...
Dibantu Tentara Rusia, Mali Sukses Gagalkan Kudeta Militer
Rekomendasi
Bibit Siklon Tropis...
Bibit Siklon Tropis 96W, BMKG Ingatkan Potensi Hujan dan Gelombang Tinggi
Apakah Gerakan Amal...
Apakah Gerakan Amal Bisa Menggantikan Hizbullah?
Nafkah Setelah Cerai...
Nafkah Setelah Cerai dalam Islam: Hak Mantan Istri dan Anak yang Wajib Dipenuhi
Berita Terkini
KTM Growth Forum 2026,...
KTM Growth Forum 2026, Bahas Kesiapan Talenta dan Suksesi Kepemimpinan
Kabar Buruk, Perusahaan...
Kabar Buruk, Perusahaan Rokok Raksasa Ini Bakal PHK 9.000 Karyawan
Harga Emas Antam Turun...
Harga Emas Antam Turun Rp15.000 Jadi Rp2,63 Juta per Gram Hari Ini
QuickPro Ajak Trader...
QuickPro Ajak Trader Emas Bangun Kemandirian Analisa
Topremit Catat 300.000...
Topremit Catat 300.000 Pengguna, Remitansi Digital Kian Digemari
IHSG Pagi Ini Anjlok...
IHSG Pagi Ini Anjlok Lebih 1%, Balik ke Level 5.700-an
Infografis
10 Negara Berkembang...
10 Negara Berkembang Alami Krisis Ekonomi Akibat Utang Menumpuk
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved