Penyaluran BLT Pengalihan Subsidi BBM di Provinsi Kepri Dekati 100%
Rabu, 28 September 2022 - 11:08 WIB
loading...
A
A
A
Sementara itu Lurah Dompak, Tanjungpinang, Honggo Zulfika, menyebutkan BLT BBM di Kelurahan Dompak diberikan kepada 141 KPM. “Alhamdulillah sudah tersalurkan 100%. Kami sebagai perangkat kelurahan selalu mengimbau kepada penerima agar bantuan dimanfaatkan sebaik mungkin untuk membantu kebutuhan keluarga, tidak dipergunakan untuk membeli rokok, minuman keras, atau pulsa,” jelas Honggo.
Para penerima bantuan merasa sangat terbantu karena 60% warga Tanjungpinang merupakan nelayan, sisanya buruh harian lepas, ASN, dan tidak bekerja karena tua atau sakit. “Ada beberapa masyarakat yang belum dapat bantuan. Kami telah sampaikan dan diverifikasi oleh Dinas Sosial agar tidak menimbulkan kecemburuan sosial. Sejauh ini aman-aman saja,” katanya.
(Baca juga:Merasa Mampu, Petani di Sleman Kembalikan Bantuan Langsung Tunai)
Honggo berterima kasih karena Pos Indonesia menyalurkan BLT BBM hingga ke tingkat kelurahan. Cara itu dinilainya sangat efektif. “Pembagian BLT sekarang di setiap kelurahan lebih efektif. Kalau dulu menjadi satu di kantor pos, berdesakan dan potensi ricuh. Dengan adanya bantuan ini dapat membantu mengurangi beban masyarakat, membantu meningkatkan taraf hidup sehingga nanti berhasil dan tidak perlu menerima bantuan lagi, untuk dialihkan kepada masyarakat tidak mampu lainnya,” ucapnya.
Petugas juru bayar menjadi ujung tombak penyaluran bantuan hingga ke tangan penerima. Tantangan yang dihadapi mereka cukup beragam. Hal ini diungkapkan oleh Noor Shinta, petugas juru bayar dari Kantor Pos Tanjungpinang.
“Kondisi geografis di Tanjungpinang secara umum berupa perkotaan. Namun untuk penyaluran ke rumah KPM, kami harus melalui jalan berbatu, dan tanah. Ada juga yang rumahnya di atas laut. Kendalanya jika ada warga yang pindah rumah tanpa memberi tahu kepada aparat RT/RW sehingga kami sulit melacak, atau KPM sedang ada di luar kota. Saat menyalurkan bantuan, kami dibantu oleh perangkat pemerintahan setempat. Kami dibantu petugas RT/RW mencari rumah KPM yang sedang sakit ataupun lansia,” ujar Noor.
Para penerima bantuan merasa sangat terbantu karena 60% warga Tanjungpinang merupakan nelayan, sisanya buruh harian lepas, ASN, dan tidak bekerja karena tua atau sakit. “Ada beberapa masyarakat yang belum dapat bantuan. Kami telah sampaikan dan diverifikasi oleh Dinas Sosial agar tidak menimbulkan kecemburuan sosial. Sejauh ini aman-aman saja,” katanya.
(Baca juga:Merasa Mampu, Petani di Sleman Kembalikan Bantuan Langsung Tunai)
Honggo berterima kasih karena Pos Indonesia menyalurkan BLT BBM hingga ke tingkat kelurahan. Cara itu dinilainya sangat efektif. “Pembagian BLT sekarang di setiap kelurahan lebih efektif. Kalau dulu menjadi satu di kantor pos, berdesakan dan potensi ricuh. Dengan adanya bantuan ini dapat membantu mengurangi beban masyarakat, membantu meningkatkan taraf hidup sehingga nanti berhasil dan tidak perlu menerima bantuan lagi, untuk dialihkan kepada masyarakat tidak mampu lainnya,” ucapnya.
Petugas juru bayar menjadi ujung tombak penyaluran bantuan hingga ke tangan penerima. Tantangan yang dihadapi mereka cukup beragam. Hal ini diungkapkan oleh Noor Shinta, petugas juru bayar dari Kantor Pos Tanjungpinang.
“Kondisi geografis di Tanjungpinang secara umum berupa perkotaan. Namun untuk penyaluran ke rumah KPM, kami harus melalui jalan berbatu, dan tanah. Ada juga yang rumahnya di atas laut. Kendalanya jika ada warga yang pindah rumah tanpa memberi tahu kepada aparat RT/RW sehingga kami sulit melacak, atau KPM sedang ada di luar kota. Saat menyalurkan bantuan, kami dibantu oleh perangkat pemerintahan setempat. Kami dibantu petugas RT/RW mencari rumah KPM yang sedang sakit ataupun lansia,” ujar Noor.
Lihat Juga :