alexametrics

Menkop UKM Pede Warung Tradisional Bisa Bersaing dengan Ritel Modern

loading...
Menkop UKM Pede Warung Tradisional Bisa Bersaing dengan Ritel Modern
Menkop UKM Teten Masduki yakin warung tradisional bisa bersaing dengan ritel modern. Foto/Dok Kemenkop UKM
A+ A-
JAKARTA - Kementerian Koperasi dan UKM terus mensosialisasikan Belanja di Warung Tetangga yang diinisiasi Kementerian Koperasi dan UKM bersama BUMN Pangan.

Menteri Koperasi dan UKM (Menkop UKM) Teten Masduki yakin warung tradisional bisa bersaing dengan retail modern. Jika selama ini warung tradisional selalu kalah bersaing dengan retail modern, hal ini antara lain karena mereka tidak memiliki akses membeli barang dengan harga yang kompetitif.

"Kini dengan Program Belanja di Warung Tetangga dimana melibatkan sejumlah kluster BUMN Pangan, warung-warung itu bisa mendapatkan akses barang yang kompetitif. Ditambah dengan sentuhan teknologi, warung tradisional kini memiliki daya saing tinggi," ujar Teten saat meninjau warung sembako di Kelurahan Baru, Kecamatan Pasar Rebo, Jakarta Timur, Jumat (3/7/2020). (Baca : Pastikan Aplikasi Warung Pangan Berjalan, Menkop Lakukan 'Sidak')

Pada kesempatan itu, Teten menyambangi Warung Kuning milik warga bernama Dwi Sayekti, 38, yang merupakan salah satu peserta toko tradisional yang dilibatkan dalam kampanye "Belanja di Warung Tetangga".



"Ini baru pilot project atau tahap uji coba, di mana dalam bulan Juli ini ditargetkan akan melibatkan seribu warung tradisional. Mereka tak hanya bisa berbelanja bahan sembako dengan harga kompetitif, tetapi juga dibantu dalam manajemen barang dan IT, karena BUMN Pangan juga menyediakan aplikasi untuk belanja sehingga sangat efisien," kata Teten.

Dia pun menargetkan pada 2020 akan ada 15.000 warung tradisional yang terlibat dalam Program Belanja di Warung Tetangga. "Warung-warung tradisional semacam ini jumlahnya mencapai 3,5 juta di seluruh Indonesia. Kalau itu semua bisa kita modernisasi dan terlibat dalam kampanye program ini, saya kira menjadi kekuatan yang luar biasa di sektor ritel," tegas Teten.



Dia juga menjelaskan, kerja sama dengan sejumlah BUMN Pangan itu sekaligus menghubungkan warung tradisional dengan platform online. “Kami berkolaborasi dengan BUMN Pangan untuk distribusi bahan pangan masyarakat dan kebutuhan bahan baku melalui platform online,” katanya.

Teten berharap melalui program tersebut dapat dipastikan stok bahan pokok tersedia dan dekat dengan masyarakat. Sekaligus memperkuat ekonomi pelaku UMKM, khususnya warung tradisional.

“Ini juga untuk menghubungkan warung tradisional yang belum terhubung dengan platform online, sehingga mengurangi mobilitas fisik, pemesanan dan pengantaran via jasa antar,” pungkas Teten.

Kerja sama Kementerian Koperasi dan UKM dengan BUMN Pangan ini dinilai strategis, karena mempunyai gudang di berbagai daerah di Indonesia. Sehingga jika proyek percontohan ini berhasil akan diimplementasikan di seluruh Indonesia.

Pada tahap uji coba ini, Program Belanja di Warung Tetangga menyediakan sembako seperti beras, telur, minyak, gula, sarden, kurma dan tepung. Tahap selanjutnya diperluas pada kebutuhan lauk pauk seperti ikan dan daging.
(ind)
Ikuti Kuis Berhadiah Puluhan Juta Rupiah di SINDOnews
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak
Top