Bapanas Sebut Stok Telur, Daging hingga Minyak Goreng Masih Surplus

Sabtu, 01 Oktober 2022 - 15:58 WIB
loading...
Bapanas Sebut Stok Telur,...
Dialog MNC Trijaya soal Krisis Pangan, Sabtu (1/10/2022). FOTO/Tangkapan Layar/MPI
A A A
JAKARTA - Badan Pangan Nasional (Bapanas) mengungkapkan stok komoditas pangan, seperti telur, daging ayam, jagung hingga minyak goreng di dalam negeri masih surplus.

"Secara prinsip kita ini dalam posisi surplus, meskipun memang ada beberapa hal yang kita masih ketergantungan dengan impor," ujar Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, I Gusti Ketut Astawa dalam dialog di MNC Trijaya, Sabtu (1/10/2022).

Dia mengungkapkan, beberapa komoditas pangan yang asih diimpor karena stoknya yang terbatas, antara lain kacang kedelai, daging sapi, dan gula. Saat ini, hampir 80 persen kedelai diimpor. Meskipun masih bergantung impor, berdasarkan data prognosa NFA, tiga komoditas tersebut masih mengalami surplus.

Baca Juga: NFA Pastikan Pangan Tersedia dan Aman, Ini Daftar Komoditas yang Surplus

Namun demikian, ia mengingatkan semua pihak harus tetap waspada karena ke depan akan ada faktor-faktor yang mempengaruhi produksi. "Sehingga kita harus bergandengan tangan supaya produksi kita selalu diperkuat agar bisa menjaga kestabilan harga di tingkat hulunya juga. Kemudian itu juga bisa menjaga ditingkat hilirnya," kata dia.

Saat ini, lanjutnya, NFA sedang melakukan penguatan regulasi cadangan pangan. Sebab, cadangan pangan yang dipegang oleh pemerintah baru beras, maka dari itu kita akan memperkuat cadangan yang lain.

"Cadangan yang dipegang oleh pemerintah baru beras. Beras ini ada sekitar 800 ribu ton sehingga kita harus perkuat supaya diharapkan sampai 1,2 juta ton. Sementara secara cadangan pangan nasional, beras kita ada 7 juta ton. Jumlah ini sangat banyak mungkin bisa cukup untuk sekitar 3-4 bulan atau bisa lebih," kata Ketut.

Baca Juga: Stabilkan Harga Telur, Bapanas Guyur Subsidi Distribusi

Pihaknya sedang menyiapkan Perpres revisi 48 tentang cadangan pangan pemerintah sehingga tahap pertama kita harus memperkuat cadangan lainnya seperti, jagung, dan kedelai. Perpres tersebut sedang dibahas dan diharapkan dalam dua minggu ke depan hasilnya bisa keluar, karena saat ini masih ada beberapa perbaikan.

"Mudah-mudahan dalam dua minggu ini bisa keluar karena masih ada perbaikan perbaikan sedikit, dapat masukan dari beberapa pihak. Kita harapkan dengan Perpres cadangan pangan ini kita memiliki regulasi yang jelas soal cadangan pangan ke depan seperti apa," tuturnya.

(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Puasa Belum Satu Pekan,...
Puasa Belum Satu Pekan, Ada Temuan Minyakita Dijual di Atas HET
Bapanas Ancam Pemain...
Bapanas Ancam Pemain di Balik Kelangkaan Minyak Goreng
Beras SPHP 2026 Mulai...
Beras SPHP 2026 Mulai Disalurkan Februari, Masyarakat Bisa Beli hingga 25 Kg
Program SPHP Beras Dipastikan...
Program SPHP Beras Dipastikan Berlanjut di 2026, Stok Beras Bulog 3,2 Juta Ton
Stok Beras di Awal 2026...
Stok Beras di Awal 2026 Sentuh 12,5 Juta Ton, Bapanas: Kita Patut Bersyukur
Zulhas Sidak ke Pasar...
Zulhas Sidak ke Pasar Kramat Jati: Harga dan Stok Pangan Aman Terkendali
Presiden Prabowo: Indonesia...
Presiden Prabowo: Indonesia Kini Dihormati Dunia karena Berhasil Swasembada Pangan
Prabowo Perintahkan...
Prabowo Perintahkan Harga-harga Tidak Boleh Naik saat Ramadan
Anggota Komisi VI Desak...
Anggota Komisi VI Desak Mendag Kendalikan Harga Pangan Jelang Nataru
Rekomendasi
Meta Akui Kesalahan...
Meta Akui Kesalahan dalam Restrukturisasi AI
5 Fakta Menarik Timnas...
5 Fakta Menarik Timnas Belgia Ditahan Imbang Mesir di Piala Dunia 2026
KPU Kaji Penerapan E-Voting...
KPU Kaji Penerapan E-Voting untuk Pemilu di Luar Negeri, Ini Alasannya
Berita Terkini
Sambut Kabar Damai AS-Iran,...
Sambut Kabar Damai AS-Iran, Harga Bitcoin Melesat Tembus USD65.900
Kapal Tanker India Lintasi...
Kapal Tanker India Lintasi Selat Hormuz, Tandai Pulihnya Jalur Strategis usai Kesepakatan Damai AS-Iran
Ini Prinsip Dasar Manajemen...
Ini Prinsip Dasar Manajemen Risiko yang Wajib Dipahami Setiap Trader Forex
Kebut Program Motor...
Kebut Program Motor dan Kompor Listrik Tahun Depan, Bahlil Anggarkan Rp1,45 Triliun
Hasil Seleksi Pelatihan...
Hasil Seleksi Pelatihan Vokasi Batch 2 Diumumkan 18 Juni 2026, Begini Cara Aksesnya
Harga Tiket Whoosh Pakai...
Harga Tiket Whoosh Pakai Skema Dinamis Sambut Libur Sekolah Plus Long Weekend, Termurah Rp250 Ribu
Infografis
Hingga Juli 2024 14...
Hingga Juli 2024 14 Bank Bangkrut, OJK Sebut Bakal Berlanjut
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved