BI Ramal Inflasi September 2022 Tembus 5,88%, Ini Penyebabnya!
Minggu, 02 Oktober 2022 - 20:00 WIB
loading...
A
A
A
Inflasi Indonesia, sebut dia, masih condong berasal dari gejolak harga pangan (volatile foods) dan harga yang diatur pemerintah (administered prices). Sehingga, keputusan kenaikan suku bunga BI pekan lalu dinilai sudah tepat.
Baca juga: Kemenag Lakukan Sinkronisasi Data Penerima Dana BOS dan PIP Pesantren Tahap 2
"Maka itu kenaikan suku bunga acuan menjadi 4,25% sudah sekaligus menjangkar ekspektasi inflasi ke depan, dan kami yakin inflasi akan kembali ke perkiraan sasaran 3±1% di pertengahan tahun depan. Ini akan dicapai dengan memperkuat koordinasi antara Tim Pengendali Inflasi Pusat (TPIP) dan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID)," pungkas Wahyu.
Baca juga: Kemenag Lakukan Sinkronisasi Data Penerima Dana BOS dan PIP Pesantren Tahap 2
"Maka itu kenaikan suku bunga acuan menjadi 4,25% sudah sekaligus menjangkar ekspektasi inflasi ke depan, dan kami yakin inflasi akan kembali ke perkiraan sasaran 3±1% di pertengahan tahun depan. Ini akan dicapai dengan memperkuat koordinasi antara Tim Pengendali Inflasi Pusat (TPIP) dan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID)," pungkas Wahyu.
(uka)
Lihat Juga :