Wall Street Tancap Gas, IHSG Diramal Bakal Ketularan Bangkit
Selasa, 04 Oktober 2022 - 08:17 WIB
loading...
IHSG diprediksi menguat imbas kenaikan bursa saham AS. FOTO/dok.SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini berpotensi menguat didorong kenaikan indeks Wall Street setelah sebulan mengalami penurunan. Adapun indeks saham diproyeksikan akan berada di rentang 6.987 - 7.093.
"Jika penguatan cukup tajam Indeks DJIA dikombinasikan dengan naiknya EIDO, serta reboundnya harga beberapa komoditas berpotensi menjadi sentimen positif pendorong IHSG ditutup menguat dalam perdagangan Selasa ini," ujar Penasihat Asosiasi Analis Efek Indonesia (AAEI) sekaligus analis MNC Sekuritas, Edwin Sebayang dalam risetnya, Selasa (4/10/2022).
Baca Juga: Finish di Zona Merah, IHSG Hari Ini Ditutup Merosot ke 7.009
Edwin memproyeksikan IHSG bakal terbawa angin segar Wall Street semalam, ditambah dengan rebound-nya harga beberapa komoditas. Diketahui, indeks Dow Jones melemah sebesar 2,66% diiringi naiknya EIDO sebesar 1,03% padahal kemarin IHSG ditutup turun 0,44%.
Hal itu seiring turunnya yield Obligasi AS tenor 10 tahun sebesar 4,86% ke level 3.643% sebagai dampak mengecewakannya data manufacturing September 2022 yang tumbuh terlemah selama 2,5 tahun terakhir akibat kontraksi New Orders. Itu terjadi ditengah rebound harga beberapa komoditas seperti: Oil 4,88%, Gold 2,01%, CPO 0,32% dan Timah 0,54%.
"Jika penguatan cukup tajam Indeks DJIA dikombinasikan dengan naiknya EIDO, serta reboundnya harga beberapa komoditas berpotensi menjadi sentimen positif pendorong IHSG ditutup menguat dalam perdagangan Selasa ini," ujar Penasihat Asosiasi Analis Efek Indonesia (AAEI) sekaligus analis MNC Sekuritas, Edwin Sebayang dalam risetnya, Selasa (4/10/2022).
Baca Juga: Finish di Zona Merah, IHSG Hari Ini Ditutup Merosot ke 7.009
Edwin memproyeksikan IHSG bakal terbawa angin segar Wall Street semalam, ditambah dengan rebound-nya harga beberapa komoditas. Diketahui, indeks Dow Jones melemah sebesar 2,66% diiringi naiknya EIDO sebesar 1,03% padahal kemarin IHSG ditutup turun 0,44%.
Hal itu seiring turunnya yield Obligasi AS tenor 10 tahun sebesar 4,86% ke level 3.643% sebagai dampak mengecewakannya data manufacturing September 2022 yang tumbuh terlemah selama 2,5 tahun terakhir akibat kontraksi New Orders. Itu terjadi ditengah rebound harga beberapa komoditas seperti: Oil 4,88%, Gold 2,01%, CPO 0,32% dan Timah 0,54%.
Lihat Juga :