Utang Jumbo BUMN Karya Jadi Sorotan Wamen Kartika

Selasa, 04 Oktober 2022 - 11:42 WIB
loading...
Utang Jumbo BUMN Karya...
Wakil Menteri (Wamen) BUMN II, Kartika Wirjoatmodjo menyoroti, utang jumbo yang masih menjadi tantangan para BUMN Karya atau yang bergerak di di sektor konstruksi. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Wakil Menteri (Wamen) BUMN II, Kartika Wirjoatmodjo menyoroti, utang jumbo yang masih menjadi tantangan para BUMN Karya atau yang bergerak di di sektor konstruksi. Tantangan ke depanya yakni pinjaman atau utang yang tinggi hingga jumlah kontrak baru yang menurun.

Baca Juga: Waduh! Utang BUMN Karya Diramal Ciptakan Mega-Krisis BUMN

Dua isu diingatkan oleh Wamen BUMN II , Tiko yang menurutnya perkara pinjaman dan menurunnya kontrak baru menjadi sebab utama BUMN Karya masih akan menghadapi tantangan dalam jangka menengah.

"Memang yang masih tantangan jangka menengah adalah sektor karya atau konstruksi karena pasca Covid-19, ada dua isu. Pertama dari sisi leverage utang mereka yang tinggi, yang kedua karena jumlah kontrak-kontrak baru menurun," ungkap Tiko dikutip Selasa (4/10/2022).

Baca Juga: PTPP Menangi Proyek IKN Nusantara Sebesar Rp1,5 Triliun

Adapun daftar BUMN Karya yang masih mencatatkan utang dan kerugian dengan nilai jumbo:

- Waskita Karya

Utang PT Waskita Karya Tbk hingga 2022 diperkirakan mencapai Rp79,12 triliun. Angka ini dicatatkan dalam Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) 2022.Direktur Utama Waskita Karya, Destiawan Soewardjono menyebut, beban bunga perusahaan masih cukup besar dan memberatkan.

Adapun utang Waskita Karya hingga akhir 2021 mencapai Rp88,1 triliun. Dengan pokok pinjaman dan bunga utang itu, pada tahun ini emiten konstruksi pelat merah ini diperkirakan masih akan mencatatkan rugi sebesar Rp1,11 triliun.

"Beban bunga masih cukup besar karena adanya beban utang sehingga rugi bersih sebesar Rp 1,11 triliun (RKAP 2022). Total utang mengalami penurunan menjadi Rp79,12 triliun," ujar Destiawan dalam rapat dengar pendapat (RDP) bersama Komisi VI DPR RI Juni lalu.

- Hutama Karya

PT Hutama Karya (Persero) mencatatkan rugi bersih senilai Rp671,34 miliar di semester I-2022. Capaian itu menyusut 45,67% dibandingkan periode sama tahun lalu senilai Rp1,23 triliun.

Hal itu terjadi akibat adanya pertumbuhan pendapatan usaha perusahaan konstruksi plat merah itu sebesar 1,90% menjadi Rp8,13 triliun dari paruh pertama tahun lalu senilai Rp7,98 triliun.Di lain sisi, perseroan berencana melepas atau mendivestasikan tiga ruas jalan tol kepada Indonesia Investment Authority (INA). Adapun anggaran yang dibidik sebesar Rp34 triliun.

Direktur Utama Hutama Karya Budi Harto mengatakan hasil divestasi tiga ruas tol akan digunakan untuk membiayai ruas tol lainnya yang sudah dibangun hingga membayar sebagian pinjaman atau utang perusahaan.

- Wijaya Karya

PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) mencatat penurunan pendapatan dan laba bersih selama kuartal I/2022. Mengutip laporan keuangan yang disampaikan ke Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Sabtu (9/7/2022), WIKA meraih pendapatan Rp 3,16 triliun selama 3 bulan pertama 2022. Pendapatan itu turun 19,39% dari periode sama tahun sebelumnya Rp 3,92 triliun.

Beban pokok pendapatan turun 23,27% menjadi Rp 2,80 triliun pada kuartal I/2022 jika dibandingkan periode sama tahun sebelumnya Rp 3,65 triliun. Dengan melihat kondisi itu, laba bruto perseroan naik 33,4% menjadi Rp 358,12 miliar dari periode sama tahun sebelumnya Rp 268,45 miliar.

(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Merger BUMN Karya Mundur...
Merger BUMN Karya Mundur ke Kuartal IV-2026, BP BUMN Ungkap Alasannya
Kebut Sekolah Rakyat...
Kebut Sekolah Rakyat di Sulut dan Kalsel, Brantas Abipraya Menjaga Laju, Menjamin Mutu
Sebelum Merger, PTPP...
Sebelum Merger, PTPP Fokus Restrukturisasi dan Penguatan Bisnis Konstruksi
Perkuat Momentum Awal...
Perkuat Momentum Awal Tahun, PTPP Raih Kontrak Baru Rp3,87 Triliun hingga Februari 2026
Merger BUMN Karya Tidak...
Merger BUMN Karya Tidak Selesai Tahun Ini, COO Danantara: Kuartal I 2026
Danantara: Banyak Pesawat...
Danantara: Banyak Pesawat Garuda Tak Bisa Terbang Jadi Beban Perusahaan
Jurusan Teknik Merapat,...
Jurusan Teknik Merapat, Perusahaan BUMN Konstruksi Ini Sedang Cari Pegawai Baru
CESGS Unair dan Konstruksi...
CESGS Unair dan Konstruksi BUMN Jalin Kerja Sama Penelitian dan Konsultasi ESG
Sejumlah BUMN Karya...
Sejumlah BUMN Karya Bangkrut, Ganjar: Akibat Pembangunan Infrastruktur Besar-besaran
Rekomendasi
Polisi Tutup Sementara...
Polisi Tutup Sementara Jalan Sudirman Imbas Demo Mahasiswa di Bundaran HI
Pemilik Blueray Cargo...
Pemilik Blueray Cargo Ngaku Setor Rp30 Miliar ke Dedi Congor
KPK Jadwal Ulang Pemeriksaan...
KPK Jadwal Ulang Pemeriksaan Bos Maktour Fuad Hasan Pekan Depan
Berita Terkini
Rupiah Hari Ini Ditutup...
Rupiah Hari Ini Ditutup Menguat, Kurs Dolar AS Kini di Rp17.860
Pemutakhiran NIK Jadi...
Pemutakhiran NIK Jadi Kunci Pembebasan PBB-P2 di Jakarta
ESDM Menjawab Isu Pasokan...
ESDM Menjawab Isu Pasokan Batubara Jadi Penyebab Pemadaman Listrik di Pulau Jawa
Bangun Pertanian di...
Bangun Pertanian di Papua, Pemerintah Gelontorkan Rp5 Triliun
Penjelasan PLN soal...
Penjelasan PLN soal Blackout di Beberapa Wilayah Pulau Jawa
Emas Antam Kembali Berkilau,...
Emas Antam Kembali Berkilau, Hari Ini Naik Rp20 Ribu Sentuh Rp2.709.000 per Gram
Infografis
3 Brigjen Dapat Promosi...
3 Brigjen Dapat Promosi Jabatan Jadi Irjen Pol pada Akhir Februari 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved