Data Tenaga Kerja AS Bisa Bikin The Fed Makin Agresif, Wall Street Tumbang

Sabtu, 08 Oktober 2022 - 07:53 WIB
loading...
Data Tenaga Kerja AS...
Tiga indeks Wall Street ditutup turun tajam pada akhir pekan, Jumat (7/10) waktu setempat, menyusul laporan ketenagakerjaan Amerika Serikat periode September. Foto/Dok
A A A
NEW YORK - Tiga indeks Wall Street ditutup turun tajam pada akhir pekan, Jumat (7/10) waktu setempat, menyusul laporanketenagakerjaan Amerika Serikat periode September yang meningkatkan ekspektasi terhadap Federal Reserve (Bank Sentral AS) akan terus memperketat kebijakan moneter dengan mengerek suku bunganya.

Baca Juga: Waspada! Ulah The Fed Bisa Bikin IHSG Terjungkal

Dow Jones Industrial Average (.DJI) ditutup turun 630,15 poin, atau 2,11%, pada 29.296,79, sedangkan indeks S&P 500 (.SPX) kehilangan 104,86 poin atau 2,80% menjadi 3.639,66. Selanjutnya Nasdaq Composite (.IXIC) juga turun 420,91 poin, atau 3,8% menjadi 10.652,41.

Rata-rata volume bursa AS mencapai 11,15 miliar saham, lebih rendah dari 20 hari perdagangan terakhir yang sebesar 11,73 miliar.

Kendati ditutup merosot di akhir pekan, dalam seminggu terakhir S&P 500 naik 1,51%, Dow bertambah 1,99% dan Nasdaq naik 0,73%. Semua 11 sektor utama di S&P 500 turun, dengan sektor teknologi turun paling banyak mencapai 4,14%.

Sebelumnya, Departemen Tenaga Kerja AS mengumumkan tingkat pengangguran turun menjadi 3,5%, alias lebih rendah dari ekspektasi pasar 3,7%. Hal ini menunjukkan ekonomi AS masih bertahan di tengah upaya Fed untuk menurunkan lonjakan inflasi.

Baca Juga: Awas! Kenaikan Suku Bunga The Fed Bisa Bikin Arus Modal Lari dari Negara Berkembang

Data pekerjaan di luar sektor pertanian / non-farm payrolls naik 263.000 pekerjaan, atau lebih tinggi dari ekspektasi pasar sebesar 250.000. Kuatnya pasar tenaga kerja membuat Fed berpotensi besar mengerek suku bunga 75 basis poin selama empat kali berturut-turut di pertemuan FOMC pada 1-2 November mendatang.

"Ini adalah kasus klasik di mana kabar baik dari ekonomi AS justru adalah kabar buruk bagi The Fed," kata Analis GW&K Investment Management, Bill Sterling, dilansir Reuters, Sabtu (8/10/2022).

Angka pengangguran yang rendah ditambah adanya pertumbuhan upah yang memacu positif pasar tenaga kerja diperkirakan masih cenderung membawa inflasi AS ke level yang masih tinggi.

Sebelumnya Presiden Fed New York John Williams mengatakan, kenaikan suku bunga yang lebih banyak justru diperlukan untuk mengatasi peningkatan harga.

"Pasar menerima kabar baik dari laporan pasar tenaga kerja yang kuat, yang justru membuat Fed menjadi semakin waspada dan oleh karena itu berpotensi meningkatkan risiko resesi tahun depan," pungkasnya.

(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Perkuat Rupiah, BI dan...
Perkuat Rupiah, BI dan Bank Sentral China Perdalam Penguatan Transaksi Tanpa Dolar AS
Bank Sentral China Borong...
Bank Sentral China Borong Emas 19 Bulan Berturut-turut, Ada Apa?
The Fed Punya Bos Baru!...
The Fed Punya Bos Baru! Sinyal Kenaikan Suku Bunga Bikin Pasar Global Ketar-ketir
Dunia di Ambang Kebangkrutan?...
Dunia di Ambang Kebangkrutan? Utang AS Tembus Rp666.215 Triliun
Bitcoin Melemah Usai...
Bitcoin Melemah Usai Pertemuan The Fed, Investor Waspadai Sinyal Hawkish
Satu Dekade Terakhir,...
Satu Dekade Terakhir, China Terus Meninggalkan Utang AS
Uni Eropa Bekukan Aset...
Uni Eropa Bekukan Aset Bank Sentral Rusia Tanpa Batas Waktu
Profil Lisa Cook, Gubernur...
Profil Lisa Cook, Gubernur The Fed yang Tuntut Donald Trump karena Dipecat dari Jabatannya
Inflasi Kembali Mengancam,...
Inflasi Kembali Mengancam, The Fed Urung Turunkan Suku Bunga?
Rekomendasi
AS Siap Mulai Lagi Perang...
AS Siap Mulai Lagi Perang dan Terapkan Kembali Blokade Jika Iran Tidak Patuh
5 Alasan See You at...
5 Alasan See You at Work Tomorrow Jadi Drakor Romansa Kantor yang Dinantikan
Daya Tarik Menarik Thailand:...
Daya Tarik Menarik Thailand: Eksplorasi Kota Bangkok dan Keindahan Pesisir Pattaya
Berita Terkini
OJK Rilis Daftar Direksi...
OJK Rilis Daftar Direksi BEI Baru, Ada 7 Direktur Terpilih
APKB Dorong Penyempurnaan...
APKB Dorong Penyempurnaan Regulasi Kawasan Berikat: Menjaga Daya Saing Industri dan Investasi
PLN EPI Tuntaskan Hot...
PLN EPI Tuntaskan Hot Tap WNTS-Pemping, Gas Natuna Siap Mengalir ke Dalam Negeri
Harga Batu Bara buat...
Harga Batu Bara buat PLN Bakal Naik, Begini Penjelasan Bahlil
Bekasi Fajar Cetak Laba...
Bekasi Fajar Cetak Laba Rp30 Miliar, Targetkan Penjualan Lahan Rp600 Miliar
Pertamina Masuk Fortune...
Pertamina Masuk Fortune Southeast Asia 500, Cermin Kekuatan Ekonomi Nasional di Mata Dunia
Infografis
J-36 China Diklaim Bisa...
J-36 China Diklaim Bisa Pecundangi Pesawat Pengebom B-21 AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved