Awas! Kenaikan Suku Bunga The Fed Bisa Bikin Arus Modal Lari dari Negara Berkembang
Minggu, 05 Juni 2022 - 02:34 WIB
loading...
The Federal Reserve (The Fed) menaikkan suku bunga acuan , yang dampak kenaikan suku bunga itu juga dirasakan di negara-negara di luar Amerika. Foto/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - The Federal Reserve ( The Fed ) menaikkan suku bunga acuan sebesar 0,5%. Selain itu, Bank Setral Amerika Serikat alias The Fed juga menargetkan suku bunga dana federal berada di kisaran 0,75% hingga 1%.
Kebijakan tersebut ditempuh untuk menetralisir kondisi inflasi AS, dimana pada Maret 2022 kenaikan year on year (yoy) inflasi AS telah mencapai 8,4 persen atau rekor tertinggi dalam 41 tahun terakhir. Sebagai upaya lanjutan, selain kenaikan suku bunga, The Fed juga berencana menyusutkan neraca gemuk mereka yang sudah menyentuh USD9 triliun mulai 1 Juni 2022 mendatang.
Baca Juga: Efek Domino Kenaikan Suku Bunga The Fed terhadap Pasar Modal Indonesia
Pasar keuangan global pun langsung merespons negatif. Pasalnya, inflasi global sampai saat ini masih belum bisa dikendalikan, mulai dari peningkatan inflasi terkait dampak perang Rusia-Ukraina dan terhambatnya rantai pasokan dari China terkait isolasi Covid yang sangat ketat, hingga langkah Uni Eropa yang menghentikan impor minyak dari Rusia.
Direktur Eksekutif Jubilee USA Network, Eric LeCompte mengatakan, dampak kenaikan suku bunga itu juga dirasakan di negara-negara di luar Amerika. Kebijakan ini memukul para pemilik toko di Sri Lanka, petani di Mozambik dan keluarga-keluarga di negara-negara miskin di seluruh dunia.
Kebijakan tersebut ditempuh untuk menetralisir kondisi inflasi AS, dimana pada Maret 2022 kenaikan year on year (yoy) inflasi AS telah mencapai 8,4 persen atau rekor tertinggi dalam 41 tahun terakhir. Sebagai upaya lanjutan, selain kenaikan suku bunga, The Fed juga berencana menyusutkan neraca gemuk mereka yang sudah menyentuh USD9 triliun mulai 1 Juni 2022 mendatang.
Baca Juga: Efek Domino Kenaikan Suku Bunga The Fed terhadap Pasar Modal Indonesia
Pasar keuangan global pun langsung merespons negatif. Pasalnya, inflasi global sampai saat ini masih belum bisa dikendalikan, mulai dari peningkatan inflasi terkait dampak perang Rusia-Ukraina dan terhambatnya rantai pasokan dari China terkait isolasi Covid yang sangat ketat, hingga langkah Uni Eropa yang menghentikan impor minyak dari Rusia.
Direktur Eksekutif Jubilee USA Network, Eric LeCompte mengatakan, dampak kenaikan suku bunga itu juga dirasakan di negara-negara di luar Amerika. Kebijakan ini memukul para pemilik toko di Sri Lanka, petani di Mozambik dan keluarga-keluarga di negara-negara miskin di seluruh dunia.
Lihat Juga :