Cegah Ukraina Jatuh, IMF Suntik Dana Rp19,7 Triliun

Sabtu, 08 Oktober 2022 - 10:45 WIB
loading...
Cegah Ukraina Jatuh,...
Dewan eksekutif IMF menyetujui untuk memberikan bantuan kepada Ukraina sebesar USD1,3 miliar atau setara Rp19,7 triliun untuk menjaga stabilitas keuangan makro. Foto/Dok
A A A
KIEV - Dewan eksekutif Dana Moneter Internasional atau IMF menyetujui untuk memberikan bantuan kepada Ukraina sebesar USD1,3 miliar atau setara Rp19,7 triliun (Kurs Rp15.155 per USD). Sementara itu para pemimpin Uni Eropa semakin dekat untuk membatasi harga gas Rusia sebagai langkah menghukum Presiden Vladimir Putin atas invasinya ke Ukraina.

Baca Juga: IMF Nyalakan Tanda Bahaya, Dunia Gelap Resesi di Mana-mana

Dana Moneter Internasional pada hari Jumat mengatakan, dewan eksekutifnya telah setuju untuk menyediakan USD1,3 miliar untuk membantu kewajiban neraca pembayaran Ukraina.

"Lebih dari tujuh bulan setelah dimulainya invasi Rusia ke Ukraina, korban kemanusiaan dan ekonomi sangat besar, menghasilkan kebutuhan pembiayaan fiskal dan eksternal yang besar dan mendesak," kata IMF dalam siaran pers-nya.

"Di tengah perpindahan penduduk besar-besaran dan penghancuran perumahan serta infrastruktur utama, PDB riil (Ukraina) diproyeksikan akan berkontraksi sebesar 3% pada tahun 2022 dibandingkan 2021 dan kebutuhan pembiayaan tetap sangat besar," tambah IMF.

IMF menilai Ukraina layak mendapat kredit besar karena telah mempertahankan tingkat stabilitas keuangan makro yang penting di tengah perang dengan Rusia .

Sementara itu sebelumnya Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky telah memberikan sinyal soal bantuan IMF tersebut. Selain IMF, pada pekan lalu Bank Dunia juga menggelontorkan bantuan USD530 juta kepada Ukraina untuk memenuhi kebutuhan mendesak yang diakibatkan oleh invasi Rusia.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kemnaker: Korban PHK...
Kemnaker: Korban PHK Tembus 43.000 Orang, Sektor Manufaktur Terbanyak
Kabar Buruk, Perusahaan...
Kabar Buruk, Perusahaan Rokok Raksasa Ini Bakal PHK 9.000 Karyawan
Trump Klaim Kesepakatan...
Trump Klaim Kesepakatan Damai AS-Iran Selamatkan Dunia dari Bencana Ekonomi
Dikepung Sanksi Barat,...
Dikepung Sanksi Barat, Rusia Malah Cetak Rekor Hampir Semua Warganya Punya Kerjaan!
BI Sangkal Cadangan...
BI Sangkal Cadangan Devisa Terkuras, Masih di Atas Standar IMF
Bos IMF Peringatkan...
Bos IMF Peringatkan Dunia Tak Akan Pernah Normal Lagi: Bersiap Hadapi Gelombang Krisis Baru
Rusia Sedang Dibakar...
Rusia Sedang Dibakar Ukraina, Putin Tidak Akan Gentar
Rusia dan Ukraina Makin...
Rusia dan Ukraina Makin Jauh dari Perdamaian, Apa Pemicunya?
5 Alasan Putin Menolak...
5 Alasan Putin Menolak Perjanjian Batasan Serangan Jarak Jauh dengan Ukraina
Rekomendasi
FIFA: Cooling Break...
FIFA: Cooling Break Dihilangkan di Laga Meksiko vs Ekuador
5 Fakta Menarik Norwegia...
5 Fakta Menarik Norwegia Lolos ke Babak 16 Besar Piala Dunia 2026 usai Singkirkan Pantai Gading
5 Putusan Rasulullah...
5 Putusan Rasulullah SAW tentang Hak Asuh Anak Setelah Perceraian
Berita Terkini
Emisi Global Meningkat,...
Emisi Global Meningkat, Pembiayaan Iklim Justru Seret
Dukung Sekolah Nyaman,...
Dukung Sekolah Nyaman, Pegadaian Praya Edukasi Siswa Siapkan Masa Depan Lewat Emas
Daftar Lengkap Harga...
Daftar Lengkap Harga BBM di SPBU Pertamina! Pertamax Tetap, Turbo Turun Jadi Rp19.300/Liter
Resmi! Harga BBM Nonsubsidi...
Resmi! Harga BBM Nonsubsidi Pertamina Turun per 1 Juli 2026, tapi Pertamax Tetap
Apes, Uni Eropa Terancam...
Apes, Uni Eropa Terancam Kehilangan Pasokan Gas AS usai Tinggalkan Rusia
Dampak Pembiayaan PNM...
Dampak Pembiayaan PNM Diakui, Kini Melayani 23 Juta Nasabah Perempuan Prasejahtera
Infografis
Rp603 Triliun Milik...
Rp603 Triliun Milik Amerika Serikat Habis Terbakar di Langit Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved