Pertamina EP Berdayakan Masyarakat Subang dan Karawang lewat Program Pesona dan Jejak Setapak
Sabtu, 08 Oktober 2022 - 19:53 WIB
loading...
A
A
A
Pada tahun pertama, lanjut Ndirga, PEP Subang Field bersama mitra binaan melakukan optimalisasi produksi. PEP Subang Field pun memberikan bantuan mesin dekortikator untuk produksi pengolahan daun nanas menjadi serat dan beberapa alat tenun. PEP juga memberikan pelatihan pengolahan dan pembentukan kelompok selain pembentukan koperasi bank daun nanas.
Sesuai dengan peta jalan program Pesona Subang, tahun ini memasuki fase peningkatan kapasitas masyarakat. PEP Subang Field membuat program pelatihan kerajinan serat daun nanas dan pelatihan pewarna alami. Selain itu, ada juga pelatihan kreasi lukis dan pelatihan pengolahan kompos rendeman daun nanas. Pada 2023, PEP Subang Field memproyeksikan program peningkatan pemasaran hasil diversifikasi produk Pesona Subang antara lain lewat pembentukan pusat pemasaran produk, pameran produk dan perluasan kerja sama.
Mitra binaan program Pesona Subang Alan Sahroni berterima kasih atas dukungan PEP Subang Field untuk pemberdayaan masyarakat di daerahnya. Program ini, tegas dia, memberikan tambahan pendapatan bagi masyarakat dan juga tambahan peningkatan pengolah serat. "Di sini ada pemuda yang mengolah daun nanas menjadi serat dan ibu-ibu yang terlibat dalam penyisiran serat nanas serta melakukan pemintalan dan penenunan serat," ujarnya.
Sementara itu, program Jejak Setapak PEP Subang Field dikembangkan di Kelurahan Plawad, Kecamatan Karawang Timur, Kabupaten Karawang. PEP Subang Field telah mengembangkan program ini sejak 2019 lewat pembentukan kelompok. Pengelolaan program Jejak Setapak yang sebelumnya dilakukan secara terpisah oleh mitra binaan di sektor pertanian dan akuaponik, kini sudah terintegrasi melalui Koperasi Paguyuban Saripati Tani.
Ndirga menyebutkan, latar belakang program Jejak Setapak adalah realita Karawang sebagai lumbung padi nasional terancam akibat luas lahan yang menurun setiap tahun. Selain itu ada ancaman kerusakan lahan akibat penggunaan pupuk kimia dan pestisida. Mengutip data Food and Agricultural Organization (FAO), 69% tanah pertanian di Indonesia dikategorikan sudah rusak parah. "Kami juga melihat urgensi regenerasi petani, apalagi menurut data Kementerian Pertanian, petani muda Indonesia hanya 8% dari total petani yang mencapai 33,4 juta orang," ujarnya.
Saat ini Jejak Setapak memasuki fase pemantapan program, yaitu wirausaha sebelum PEP Subang Field menerapkan exit program pada 2023 dengan harapan mitra binaan jadi mandiri dan menempatkan program Jejak Setapak sebagai sentra studi di Karawang. "Berbagai inovasi dan kontribusi telah dilakukan untuk program Jejak Setapak, di antaranya integrasi budidaya perikanan dan padi, sertifikasi organik oleh INOFICE, akuaponik, biofilter, dan penyediaan Solar System Water Circulation," paparnya.
Sesuai dengan peta jalan program Pesona Subang, tahun ini memasuki fase peningkatan kapasitas masyarakat. PEP Subang Field membuat program pelatihan kerajinan serat daun nanas dan pelatihan pewarna alami. Selain itu, ada juga pelatihan kreasi lukis dan pelatihan pengolahan kompos rendeman daun nanas. Pada 2023, PEP Subang Field memproyeksikan program peningkatan pemasaran hasil diversifikasi produk Pesona Subang antara lain lewat pembentukan pusat pemasaran produk, pameran produk dan perluasan kerja sama.
Mitra binaan program Pesona Subang Alan Sahroni berterima kasih atas dukungan PEP Subang Field untuk pemberdayaan masyarakat di daerahnya. Program ini, tegas dia, memberikan tambahan pendapatan bagi masyarakat dan juga tambahan peningkatan pengolah serat. "Di sini ada pemuda yang mengolah daun nanas menjadi serat dan ibu-ibu yang terlibat dalam penyisiran serat nanas serta melakukan pemintalan dan penenunan serat," ujarnya.
Sementara itu, program Jejak Setapak PEP Subang Field dikembangkan di Kelurahan Plawad, Kecamatan Karawang Timur, Kabupaten Karawang. PEP Subang Field telah mengembangkan program ini sejak 2019 lewat pembentukan kelompok. Pengelolaan program Jejak Setapak yang sebelumnya dilakukan secara terpisah oleh mitra binaan di sektor pertanian dan akuaponik, kini sudah terintegrasi melalui Koperasi Paguyuban Saripati Tani.
Ndirga menyebutkan, latar belakang program Jejak Setapak adalah realita Karawang sebagai lumbung padi nasional terancam akibat luas lahan yang menurun setiap tahun. Selain itu ada ancaman kerusakan lahan akibat penggunaan pupuk kimia dan pestisida. Mengutip data Food and Agricultural Organization (FAO), 69% tanah pertanian di Indonesia dikategorikan sudah rusak parah. "Kami juga melihat urgensi regenerasi petani, apalagi menurut data Kementerian Pertanian, petani muda Indonesia hanya 8% dari total petani yang mencapai 33,4 juta orang," ujarnya.
Saat ini Jejak Setapak memasuki fase pemantapan program, yaitu wirausaha sebelum PEP Subang Field menerapkan exit program pada 2023 dengan harapan mitra binaan jadi mandiri dan menempatkan program Jejak Setapak sebagai sentra studi di Karawang. "Berbagai inovasi dan kontribusi telah dilakukan untuk program Jejak Setapak, di antaranya integrasi budidaya perikanan dan padi, sertifikasi organik oleh INOFICE, akuaponik, biofilter, dan penyediaan Solar System Water Circulation," paparnya.
Lihat Juga :